Waspada, Tenggorokan Kering Bisa Jadi Tanda Masalah Serius

Waspada, Tenggorokan Kering Bisa Jadi Tanda Masalah Serius

AddTHis is disabled because of cookie content

Salah satu gejala kesehatan yang sering dialami, tenggorokan kering sering dianggap sebagai problem sepele. Faktanya, tenggorokan kering bisa jadi pertanda masalah kesehatan yang berpotensi membahayakan, misalnya serangan virus yang membutuhkan penanganan medis dari profesional. Supaya tidak salah kaprah, yuk pahami dulu fakta-fakta dan hal penting tentang tenggorokan kering berikut.

 

Penyebab Tenggorokan Kering

Tenggorokan kering adalah kondisi dimana tenggorokan terasa kering, serak dan terkadang terasa gatal. Hal ini bisa terjadi dimana lapisan lendir tenggorokan mengering dan tidak berada dalam kondisi normal. Tenggorokan kering bisa terjadi karena beberapa aktivitas biasa atau kebiasaan individu, misalnya:

1.      Tidak cukup mengonsumsi air putih/ dehidrasi

Tenggorokan kering bisa jadi pertanda kurangnya konsumsi air putih. Ini bisa berpotensi menjadi dehidrasi dimana tubuh tidak bisa memproduksi liur yang cukup untuk membasahi mulut dan tenggorokan.

Waspadai gejala tenggorokan kering yang diikuti dengan rasa haus berlebihan, urin berwarna gelap atau jumlah urin berkurang, kelelahan dan pusing. Ini bisa jadi pertanda dehidrasi parah yang membutuhkan penanganan medis.

2.      Tidur dalam posisi mulut terbuka

Jika sering mendapati kondisi tenggorokan kering pada pagi hari saat bangun, maka kemungkinannya ada gangguan tidur seperti apnea. Tidur dalam posisi mulut terbuka juga bisa terjadi karena hidung mampet atau alergi sehingga seseorang harus bernafas melalui mulut dan menyebabkan tenggorokan kering.

3.      Tinggal di kondisi lingkungan yang kering

Perubahan cuaca juga bisa menyebabkan tenggorokan kering, misalnya mereka yang tinggal di daerah dengan curah hujan rendah, gersang dan sangat kering. Selain itu, kondisi tempat tinggal yang berpolusi,kotor atau berdebu juga rentan menyebabkan tenggorokan kering.

4.      Merokok atau penggunaan tembakau

Hawa panas dari aktivitas merokok atau merokok pipa tembakau bisa menyebabkan tenggorokan kering, sakit atau bahkan radang. Akibatnya, proses menelan makanan jadi sulit dan bisa menyebabkan batuk-batuk, selain juga membuat kesehatan tubuh jadi menurun.

Tenggorokan kering juga bisa terjadi karena beberapa penyebab serius yang berkaitan dengan kondisi kesehatan, baik yang bersifat ringan hingga berat. Jika penyebab tenggorokan kering dikarenakan aktivitas atau kebiasaan yang bisa diatasi, maka sebaiknya menjaga kondisi tenggorokan agar lebih prima dan tidak menerus kering.

 

Penyakit dengan Gejala Tenggorokan Kering

 

1.      Batuk Pilek

Batuk pilek biasa bisa disebabkan oleh beberapa jenis virus. Infeksi oleh virus ini bisa menyebabkan tenggorokan kering dan serak. Beberapa gejala lain yang mungkin muncul antara lain : hidung mampet, bersin-bersin, batuk, badan ngilu dan demam ringan.

Untuk pengobatan batuk pilek biasa, umumnya tidak membutuhkan penanganan serius dari dokter dan bisa diatasi dengan pengobatan di rumah sambil beristirahat. Lama berlangsungnya batuk pilek biasa bisa berkisar selama beberapa hari baik pada dewasa maupun anak kecil.

2.      Infeksi Virus

Berbeda dengan batuk pilek biasa yang juga disebabkan oleh virus, ada beberapa jenis serangan infeksi virus yang lebih berbahaya termasuk virus flu. Selain tenggorokan kering, gejala virus flu lain yang kerap muncul diantaranya: demam, menggigil, batuk, hidung meler, ngilu badan, sakit kepala, kelelahan, muntah dan diare.

Virus flu adalah jenis flu yang cukup berbahaya, terutama jika menyerang anak kecil dan para lansia, atau mereka dengan kondisi medis kronis dan memiliki sistem imun rendah. Beberapa komplikasi akibat serangan virus flu bisa menyebabkan:

-          Pneumonia

-          Bronkitis

-          Infeksi sinus

-          Infeksi telinga

-          Serangan asma berlanjut pada penderita asma

Pada masa pandemi ini, beberapa kasus penderita Covid-19 juga melaporkan gejala serupa, seperti batuk kering, mulut terasa kering, tenggorokan kering dan sakit. Seperti diketahui, penyakit Covid-19 merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh serangan virus dan belum memiliki pengobatan.

Jika merasakan gejala akibat serangan virus yang lebih berat, disarankan agar berkonsultasi dengan dokter, mengkonsumsi obat-obatan sesuai resep atau anjuran dokter, beristirahat hingga gejala reda, dan terus menjaga asupan gizi serta hidrasi.

3.      Gangguan Pencernaan GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah penyakit asam lambung yang disebabkan oleh naiknya asam lambung yang naik ke bagian kerongkongan. Akibatnya, ada perasaan seperti perih atau sensasi terbakar di bagian dada hingga tenggorokan (heartburn). Namun, ada juga penderita GERD yang tidak selalu merasakan heartburn, melainkan perasaan nyeri di dada, suara serak, tenggorokan kering, dan kesulitan menelan.

Penyakit GERD termasuk masalah gangguan pencernaan yang cukup umum, terutama jika sedang dalam kondisi hamil, obesitas, sering terpapar asap rokok, atau mengkonsumsi resep obat-obatan yang bisa menyebabkan asam lambung. Untuk mengatasi GERD, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan anjuran medis yang paling tepat sesuai kondisimu.

4.      Radang Tenggorokan/ Strep Throat

Strep throat atau radang tenggorokan adalah infeksi bakteri yang membuat tenggorokan terasa sakit dan gatal. Radang tenggorokan paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi menyerang orang dari segala usia. Biasanya gejala yang dirasakan adalah sakit bagian tenggorokan, tetapi sering juga terasa tenggorokan kering dari waktu ke waktu.

Beberapa gejala lain radang tenggorokan ini adalah bagian tonsil yang bengkak dan merah, bintik putih pada amandel, bengkak kelenjar limpa di bagian leher, demam, gatal-gatal atau ruam, ngilu tubuh, mual, dan muntah.

Jika tidak diobati, radang tenggorokan dapat menyebabkan komplikasi, seperti radang ginjal atau demam rematik. Demam rematik dapat menyebabkan persendian yang nyeri dan meradang, jenis ruam tertentu, atau kerusakan katup jantung. Oleh sebab itu, segera konsultasikan masalah tenggorokan kering sebelum menjadi semakin parah.

5.      Tonsillitis

Tonsil atau yang sering juga disebut amandel adalah kelenjar limfoid (kelenjar getah bening). Letaknya ada di bagian belakang rongga mulut dan merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Jika ada terjadi infeksi bakteri, maka ada potensi terjadinya tonsilitis atau infeksi tonsil.

Gejala yang sering dirasakan adalah tenggorokan kering dan sakit, demam, nyeri saat menelan, dan radang tonsil (merah dan bengkak). Jika tonsilitis terjadi selama lebih dari 2 minggu dan terjadi berulang kali, maka sifatnya adalah tonsilitis kronis yang membutuhkan penanganan dokter.

6.      Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kekeringan pada mata dan mulut, termasuk tenggorokan kering. Selain karena faktor genetik, kelainan ini juga mungkin disebabkan oleh virus atau bakteri. Dua gejala utama pada sindrom Sjogren adalah bagian mata dan mulut yang kering.

Penyakit ini merupakan kategori penyakit yang menyerang autoimun. Gejala yang ditimbulkan adalah tenggorokan, mulut dan mata terasa kering. Hal tersebut terjadi karena sistem imun yang disfungsional dan berbalik menyerang sel sehat di kelenjar penghasil cairan, seperti kelenjar air mata dan kelenjar liur. Pada umumnya, sindrom ini juga sering muncul bersamaan dengan penyakit arthritis rheumatoid dan lupus.

7.      Kanker Kelenjar Air Liur

Kanker kelenjar air liur adalah tumor ganas yang bermula pada salah satu kelenjar ludah. Sebagian besar tumor pada kelenjar ludah sebenarnya merupakan tumor jinak. Kelenjar air liur memproduksi air liur dan mengalirkannya ke mulut. Air liur sendiri mengandung enzim yang membantu tubuh dalam mencerna makanan. Enzim ini juga berperan sebagai antibodi yang melindungi mulut dan tenggorokan dari infeksi.

 

Cara Mengatasi Tenggorokan Kering

Cara mengatasi tenggorokan kering tergantung dari penyebabnya. Namun, terdapat beberapa cara umum untuk menjaga tubuh agar dapat terhindar dari tenggorokan kering, yaitu:

1.      Menjaga kadar hidrasi tubuh

Pastikan kondisi tenggorokan terhidrasi dengan baik supaya tidak sampai tenggorokan kering dan sakit. Gunakan alat humidifier secara rutin di dalam ruangan (jika tersedia), lalu pastikan juga minum minimal 8-10 gelas per hari. Jika sering bangun dengan kondisi tenggorokan kering, coba mandi air panas supaya uap air bisa membantu kondisi tenggorokan menjadi lebih lega.

2.      Minum minuman hangat

Minum minuman hangat seperti air hangat,teh, dan madu secara rutin dipercaya bisa membantu kondisi tenggorokan kering. Ini karena madu memiliki efek antibakteri dan bisa mengobati batuk-batuk yang sering berkaitan dengan tenggorokan kering. Saat makan, sajikan juga sup hangat untuk menghindari kekeringan dan membantu kadar hidrasi tubuh.

3.      Mengonsumsi permen pelega tenggorokan

Dengan menghisap permen pelega tenggorokan, produksi air liur bisa meningkat sehingga membantu kondisi tenggorokan kering. Dengan kondisi tenggorokan lebih stabil, maka rasa sakit atau gatal akan berkurang. Namun, pastikan untuk tidak mengonsumsi permen pelega tenggorokan secara berlebihan. Konsumsilah secukupnya sesuai dengan anjuran pada kemasan.

4.      Berkumur

Berkumur dengan air garam bisa membantu karena garam bisa menarik kadar air dari lapisan organ di sekeliling, yang lalu bisa membantu mengatasi tenggorokan kering. Coba biasakan berkumur setiap pulang ke rumah atau sebelum tidur untuk menenangkan tenggorokan.

5.      Bernafas lebih teratur

Jika hidung mampet maka risiko tenggorokan kering meningkat. Aktivitas tidur atau bernafas juga akan terganggu. Oleh sebab itu, coba cari solusi agar bernafas dari hidung bisa berjalan lancar misalnya dengan teknik irigasi nasal atau mencuci hidung dengan cairan infus, atau juga mencoba mengeluarkan lendir dengan cara lain.

6.      Menghindari pemicu tenggorokan kering

Jika tenggorokan kering disebabkan karena kafein atau alkohol, coba kurangi konsumsi secara jangka panjang, terutama sebelum tidur. Hentikan juga kebiasaan merokok dan hindari pemicu alergi seperti debu atau serbuk sari dengan tidak bepergian atau lebih seksama membersihkan lingkungan tempat tinggal.

 

Menghindari Virus Penyakit Penyebab Sakit Tenggorokan

Setelah  memahami penyebab tenggorokan kering dan upaya untuk mengatasi tenggorokan kering, setiap orang juga harus memahami pentingnya kebersihan terutama mencuci tangan dengan benar. Mencuci tangan adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit akibat serangan kuman bakteri dan virus berbahaya.

Pastikan untuk rajin mencuci tangan dengan Lifebuoy Sabun Cuci Tangan Mild Care secara benar. Gunakan jumlah sabun cuci secukupnya lalu gosok seluruh bagian tangan selama 20 detik, termasuk di bagian telapak tangan, punggung tangan, diantara jari dan di bawah kuku. Setelah itu, barulah bilas dengan air mengalir dan tutup keran dengan bagian siku atau gunakan kertas tisu.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk mencuci tangan, gunakan Lifebuoy Hand Sanitizer Total 10. Dengan produk hand sanitizer, maka kuman penyakit bisa dibasmi tanpa harus dibilas. Produk Lifebuoy juga sudah mengandung bahan aktif yang menunjang peptide supaya meningkatkan imunitas kulit yang lebih tangguh untuk melawan kuman penyakit. Gunakan dalam jumlah secukupnya dan gosokkan secara merata lalu biarkan kering secara alami. Tangan bersih, bebas kuman dan kesehatan lebih terjaga!

lifebuoy mild care

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk mencuci tangan, gunakan Lifebuoy Hand Sanitizer Total 10. Dengan produk hand sanitizer, maka kuman penyakit bisa dibasmi tanpa harus dibilas. Produk Lifebuoy juga sudah mengandung bahan aktif yang menunjang peptide supaya meningkatkan imunitas kulit yang lebih tangguh untuk melawan kuman penyakit. Gunakan dalam jumlah secukupnya dan gosokkan secara merata lalu biarkan kering secara alami. Tangan bersih, bebas kuman dan kesehatan lebih terjaga!

lifebuoy hand sanitizer