Polusi udara, seperti asap kendaraan dan paparan asap rokok, rentan menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan yang memicu hidung tersumbat. Debu juga merupakan pemicu umum. Paparan berbagai partikel ini dapat menyeret Anda ke berbagai kondisi kesehatan di bawah ini, yang salah satu gejala kuatnya adalah hidung mampet:
Batuk Pilek
Hidung mampet sering menjadi penanda Anda sedang mengalami batuk pilek. Biasanya, hidung tersumbat akibat kondisi ini bisa berlangsung 7–10 hari dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa cara menghilangkan batuk yang spesifik. Batuk pilek bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari paparan benda asing seperti debu dan asap, hingga infeksi virus maupun bakteri yang menyebabkan peradangan di saluran napas bagian atas.
Influenza
Flu atau influenza adalah kondisi ketika virus menyerang sistem pernapasan, mulai dari tenggorokan, hidung, hingga paru-paru. Influenza kerap menimbulkan hidung tersumbat. Gejala influenza umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, namun juga bisa menimbulkan komplikasi serius. Jika hidung tersumbat akibat influenza tidak kunjung sembuh dalam 10 hari, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Tidak dibutuhkan cara mengatasi flu yang khusus, namun pemantauan tetap penting.
Sinusitis Akut
Sinusitis adalah peradangan jaringan hidung yang menyebabkan rongga hidung menyempit. Sinusitis akut terjadi ketika gejala peradangan berlangsung lebih dari 10 hari. Penyempitan rongga ini meningkatkan produksi lendir di hidung, membuat Anda kesulitan bernapas karena hidung tersumbat. Sinusitis akut tidak jarang berkembang dari batuk pilek yang tidak kunjung membaik.
Alergi
Banyak hal bisa memicu alergi, seperti paparan debu, asap, atau konsumsi makanan tertentu yang dikenal sebagai alergen. Alergi tidak hanya menyebabkan gatal-gatal di kulit, tetapi juga sering memicu peningkatan produksi lendir pada sistem pernapasan. Lendir yang berlebihan inilah yang akhirnya menimbulkan kondisi hidung mampet.
Rhinitis Non-alergi
Rhinitis, atau peradangan di hidung, bisa terjadi tanpa dipicu oleh alergi. Kondisi rhinitis non-alergi ini biasanya disebabkan oleh paparan bau-bauan atau obat-obatan tertentu. Paparan tersebut menyebabkan peradangan yang memicu bersin-bersin, peningkatan lendir di hidung, hingga akhirnya menimbulkan gejala hidung mampet. Jika sering mengalami hidung tersumbat karena rhinitis non-alergi, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter, karena kondisi ini kerap berhubungan dengan masalah kesehatan tertentu.