Kenali Infeksi Biang Keringat dan Cara Pengobatannya

Kenali Infeksi Biang Keringat dan Cara Pengobatannya
 

AddTHis is disabled because of cookie content

Biang keringat menjadi masalah kulit yang lumrah ditemui di wilayah beriklim tropis. Masalah kulit yang kerap dikenal dengan istilah medis miliaria ini biasa ditandai gejala munculnya ruam-ruam merah pada kulit dengan ukuran kecil. Sensasi gatal dan panas kerap dirasakan juga oleh orang-orang yang terinfeksi biang keringat.
Biang keringat bisa menimpa siapa saja, mulai dari bayi sampai orang dewasa. Bagian tubuh yang terkena infeksi bakteri ini juga bisa di bagian tubuh mana saja, mulai dari tangan, punggung, sampai jerawat di wajah.


Dikarenakan sudah umum, infeksi biang keringat cenderung dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal, biang keringat atau miliaria memiliki tingkatan keparahan yang mesti diwaspadai. Setidaknya ada tiga tingkatan biang keringat yang mesti Anda pahami.


Pertama adalah miliaria crystallina, yang merupakan jenis biang keringat yang paling ringan. Pada tingkatan ini, hanya lapisan atas kulit tipis yang terpengaruh. Pengaruh yang ditimbulkan berupa lecet dan kulit berwarna kemerahan.


Di tingkatan selanjutnya ada miliaria rubra yang merupakan jenis biang keringat lebih berat sebab infeksi sudah masuk ke dalam lapisan kulit hidup. Masuknya biang keringat ke lapisan kulit hidup menimbulkan sensasi gatal dan panas.


Di tingkatan paling parah ada miliaria pustulosais. Kondisi ini merupakan komplikasi dari miliaria rubra. Infeksi miliaria pustulosis terjadi ketika keringat terinfeksi bakteri piogenik berubah menjadi nanah.


Secara umum, sebenarnya tahapan biang keringat sangat dipengaruhi cuaca panas dan faktor dari masing-masing tubuh. Untuk itu, ketika menemukan gejala-gejala infeksi kulit jenis ini, sebaiknya Anda langsung memikirkan cara menghilangkan biang keringat tersebut secepat mungkin.


Gejala Biang Keringat

Gejala biang keringat sebenarnya sangat mudah disadari. Berikut ini beberapa gejala ketika mengalami infeksi kulit ini.


1.    Bintik merah
Bintik merah menjadi gejala awal dari biang keringat. Bintik merah yang dihasilkan infeksi biang keringat berbentuk kecil-kecil dan mengumpul di area tertentu di bagian tubuh Anda. Kemunculan bintik merah juga membuat kondisi kulit menjadi kering dan kasar.
2.    Gatal-gatal
Tidak jarang setelah muncul bintik kemerahan pada kulit, Anda juga akan merasakan sensasi gatal pada area kulit tersebut. Sensasi gatal juga membuat kulit Anda terasa panas.
3.    Periode kelelahan
Pada momen tertentu, rasa gatal dan panas bisa jadi lenyap. Namun, bintik merah tetap ada di area kulit yang terkena infeksi. Kondisi tersebut merupakan periode kelelahan infeksi. Umumnya periode ini hanya berlangsung sementara jika memang infeksi masih terjadi.
4.    Pusing
Gejala lain yang sangat mungkin ditimbulkan dari infeksi biang keringat adalah pusing. Gejala ini erat dikaitkan dengan kondisi panas di area terinfeksi yang dialami penderita.
5.    Haus
Jika Anda kerap merasa haus, mulailah selidiki tiap bagian tubuh Anda. Haus menjadi penanda ada kondisi panas berlebih yang dialami tubuh. Kondisi panas berlebih tersebut juga menjadi pemicu munculnya biang keringat.
6.    Demam
Orang yang terinfeksi biang keringat juga memiliki gejala demam. Demam yang dialami bisa meningkat terus hingga 40 derajat Celcius.
Tips Mencegah Munculnya Biang Keringat


Biang keringat sangat rentan dipicu kondisi panas yang berlebih sehingga menimbulkan infeksi pada kulit. Beberapa tips mencegah infeksi biang keringat sebenarnya mengarah pada cara mengatasi rasa panas tersebut. Contohnya sebagai berikut.


1.    Pakai Bahan Pakaian yang Dingin
Gunakan pakaian yang membuat tubuh terasa dingin untuk menghindari infeksi biang keringat. Bahan-bahan katun atau bahan yang mudah menyerap keringat bisa menjadi pilihan. Hindari penggunaan pakaian tebal, seperti jaket atau sweater.
2.    Gunakan Topi atau Payung saat Keluar
Gunakan pelindung kepala setiap Anda akan hendak keluar ruangan. Pelindung kepala bisa meminimalkan risiko paparan panas yang bisa menimbulkan infeksi biang keringat di tubuh Anda. Topi atau payung bisa menjadi pelindung yang bisa Anda pilih.
3.    Balurkan Sunscreen Sebelum Melangkah Keluar
Pastikan sinar matahari tidak menembus kulit Anda hingga bisa menimbulkan infeksi biang keringat. Coba balurkan sunscreen secara merata setiap hendak bepergian ke luar ruangan. Sunscreen akan membuat kulit Anda tetap lembap, meskipun dipapar sinar matahari. Dengan demikian, peradangan dan infeksi pada kulit, termasuk biang keringat, bisa dihindari.
4.    Minum Banyak Air
Pencegahan infeksi biang keringat juga bisa dilakukan lewat asupan minuman. Minumlah banyak air ketika kondisi cuaca terasa panas. Air yang Anda minum akan membantu menghidrasi kulit Anda sehingga tidak menimbulkan infeksi maupun peradangan karena kepanasan.


Cara Mengobati Biang Keringat

Bagaimanapun infeksi harus segera ditangani, tidak terkecuali biang keringat. Berikut adalah beberapa langkah pengobatan yang bisa Anda tempuh untuk meringankan infeksi biang keringat di tubuh Anda.


1.    Tambah Frekuensi Mandi
Mandi dengan sabun antiseptik Lifebuoy tidak hanya membuat tubuh Anda terasa segar. Kegiatan yang satu ini juga bisa meringankan gejala biang keringat karena membuat kulit terhidrasi. Menambah frekuensi mandi juga bisa menghindari keringat berlebih yang menjadi penyebab biang keringat.
2.    Pakai Krim atau Bedak Dingin
Membuat kulit terasa dingin bisa menurunkan gejala biang keringat. Sensasi dingin tersebut bisa Anda peroleh dengan mengoleskan krim atau bedak dingin ke bagian kulit yang terinfeksi. Penggunaan krim maupun bedak dingin membuat gejala biang keringat tidak semakin parah, sekaligus membantu mengobati biang keringat.
3.    Konsumsi Obat Anti-Alergi
Pada tingkatan tertentu, infeksi biang keringat akan menimbulkan rasa gatal yang membuat Anda merasa sangat tidak nyaman. Anda bisa mengonsumsi obat anti-alergi ketika mengalami kondisi tersebut. Namun, pastikan Anda sudah terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter mengenai obat anti-alergi yang akan Anda minum beserta tujuannya.
4.    Gunakan Pakaian Longgar
Selama biang keringat masih ada di tubuh Anda, sebaiknya hindari infeksi tersebut mengalami gesekan. Ini tersebut sangat mungkin terjadi ketika Anda mengenakan pakaian yang ketat. Karena itu, upayakan menggunakan selalu pakaian longgar sebagai upaya pengobatan masalah kulit yang satu ini.


Biang Keringat di Wajah  

Biang keringat bisa menyerang bagian kulit Anda di mana saja. Umumnya infeksi ini memang lebih sering muncul di punggung ataupun bagian lengan. Namun, ada kalanya muncul biang keringat di wajah.


Khusus untuk biang keringat di wajah, penyembuhannya menjadi lebih lama karena orang salah mengiranya sebagai jerawat. Alhasil, penanganan yang dilakukan pun lebih mengarah pada cara menghilangkan jerawat. Padahal, penanganan yang diperlukan untuk mengobati biang keringat berbeda dengan penanganan yang dibutuhkan kulit berjerawat.
Sepintas biang keringat dan jerawat memiliki ciri-ciri yang sama, mulai dari bintik merah sampai rasa gatal. Padahal jika diamati, keduanya berbeda. Biang keringat di wajah lebih menyerupai ruam yang jika infeksinya sudah parah bisa menimbulkan nanah. Berbeda dengan jerawat yang bintik merahnya mengarah pada bentuk benjolan dengan mata di tengah. Bintik merah menjadi benjolan karena adanya nanah pada di dalam jerawat.


Untuk mengobat biang keringat di wajah, Anda bisa menggunakan salep atau bedak tabur tanpa pewangi. Mengompres biang keringat dengan air dingin juga dapat menjadi alternatif yang ampuh untuk meringankan infeksi biang keringat yang menyerang bagian wajah Anda.


Biang keringat memang umumnya bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun, semakin lama Anda menangani biang keringat, bekas dari infeksi kulit ini akan semakin terlihat. Selama terinfeksi, Anda juga akan mengalami rasa tidak nyaman yang timbul akibat sensasi gatal dan panas dari biang keringat. Dengan mengetahui gejala dan cara pengobatannya, Anda bisa mengambil langkah cepat dan tepat untuk mengatasi masalah kulit ini.

Sumber:
livestrong.com
alodokter.com/biang-keringat
halodoc.com/kesehatan/biang-keringat
sehatq.com/artikel/cara-sederhana-menghilangkan-biang-keringat
hellosehat.com/pusat-kesehatan/dermatologi/jerawat/membedakan-jerawat-dan-biang-keringat/

Diakses pada:
17 April 2020