Komplikasi Rhinitis yang Perlu Diwaspadai
Rhinitis yang tidak ditangani dengan serius dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Penting untuk mengatasi kondisi ini secara telaten agar terhindar dari masalah berikut:
1. Perennial Allergic Rhinitis
Ini adalah reaksi alergi kronis yang dapat terjadi sepanjang tahun, menyerupai pilek yang tak kunjung sembuh. Gejalanya mirip rhinitis alergi, namun jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi pilek menahun. Untuk kasus kronis, imunoterapi mungkin dianjurkan untuk mengurangi sensitivitas sistem imun terhadap alergen.
2. Sinusitis
Salah satu komplikasi paling umum, sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus. Normalnya, sinus menghasilkan lendir yang mengalir keluar melalui hidung. Namun, peradangan dapat menyebabkan lendir terperangkap, memicu infeksi. Gejala mirip pilek, namun disertai nyeri di sekitar mata dan pipi, lendir kental berwarna kuning atau hijau, penurunan indra penciuman, demam ringan, sakit kepala, dan kelelahan.
3. Polip Hidung
Polip adalah pertumbuhan jaringan lunak di dalam rongga hidung, seringkali akibat peradangan kronis. Polip yang membesar dapat menghambat aliran udara dan mengurangi kemampuan mencium. Gejala lain termasuk mimisan, hidung berair atau tersumbat, lendir di tenggorokan, dan mendengkur.
4. Sleep Apnea
Rhinitis juga bisa memicu sleep apnea, gangguan tidur di mana penderitanya berhenti bernapas sesaat saat tidur. Kondisi ini berbahaya karena menyebabkan kekurangan oksigen dan berpotensi fatal. Ciri-cirinya meliputi mendengkur keras, terengah-engah saat tidur, mulut kering saat bangun, sakit kepala pagi hari, dan kantuk berlebihan di siang hari (hipersomnia).
5. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)
Peradangan pada saluran eustachius (penghubung hidung dan telinga tengah) akibat rhinitis dapat menyebabkan infeksi telinga tengah. Cairan menumpuk di telinga tengah, memicu infeksi. Gejala khasnya adalah sakit telinga, demam tinggi (>38°C), gatal dan iritasi telinga, keluar cairan dari telinga, serta gangguan pendengaran.