Imunisasi adalah bentuk pencegahan utama yang membantu melindungi individu dari penyakit infeksi. Pada bayi, imunisasi wajib diberikan sejak lahir hingga usia 1 tahun untuk membangun kekebalan alami, mengingat sistem imun mereka masih dalam tahap perkembangan.
Seiring bertambahnya usia, meskipun sistem kekebalan tubuh anak meningkat, mereka tetap berisiko terhadap infeksi. Oleh karena itu, imunisasi lanjutan sangat penting saat anak memasuki sekolah dasar. Selain memperkuat sistem imun, imunisasi lanjutan ini menawarkan beberapa manfaat krusial:
1. Mencegah Anak Terinfeksi Penyakit
Sistem kekebalan tubuh adalah jaringan kompleks sel, jaringan, dan organ yang bekerja sama melindungi tubuh. Vaksin merangsang sistem ini untuk menghasilkan antibodi yang menetralkan racun dan melawan bakteri, virus, atau sel terinfeksi, sehingga anak terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya.
2. Melindungi Anak dari Risiko Kematian
Sebelum vaksin ditemukan, angka kematian anak akibat infeksi virus dan kuman sangat tinggi. Vaksin telah terbukti efektif meminimalisir dan menurunkan angka kematian anak akibat penyakit infeksi tertentu, memberikan harapan hidup yang lebih baik.
3. Melindungi Komunitas (Herd Immunity)
Manfaat imunisasi meluas hingga ke lingkungan sekitar. Imunisasi mencegah penyebaran virus dan kuman dari anak yang divaksin ke orang lain, termasuk mereka yang tidak bisa divaksin. Ini menciptakan 'kekebalan kelompok' atau herd immunity, yang melindungi seluruh komunitas dari wabah penyakit.
Daftar Imunisasi Wajib dan Lanjutan untuk Anak Sekolah Dasar
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menetapkan jenis imunisasi wajib dan lanjutan untuk anak sekolah dasar, yang berfungsi sebagai pengulangan atau booster dari imunisasi sebelumnya. Berdasarkan Peraturan Kemenkes Nomor 12 Tahun 2017, ada tiga jenis imunisasi lanjutan yang termasuk program kesehatan nasional:
- Diphtheria Tetanus (DT)
- Campak
- Tetanus Diphtheria (Td)
Jadwal pemberian imunisasi ini telah diatur:
- Kelas 1 SD: Imunisasi campak pada bulan Agustus dan imunisasi DT pada bulan November.
- Kelas 2-3 SD: Imunisasi Td pada bulan November.
Imunisasi lanjutan ini gratis karena merupakan bagian dari program imunisasi nasional yang disubsidi pemerintah.
Rekomendasi Imunisasi Tambahan dari CDC
Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan beberapa imunisasi tambahan untuk anak usia sekolah dasar guna menunjang sistem imun, antara lain:
- Imunisasi Flu: Penting untuk anak usia 7-18 tahun sebagai perlindungan dari penyakit musiman.
- Imunisasi HPV (Human Papillomavirus): Dapat diberikan mulai usia 11-12 tahun, atau 9-10 tahun dalam kasus tertentu.
- Imunisasi Dengue: Untuk pencegahan demam berdarah (DBD), diberikan pada anak usia 9-16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan.
- Imunisasi Meningitis: Jenis khusus yang memerlukan konsultasi dokter anak untuk memastikan kebutuhan, biasanya diberikan pada usia 11-12 tahun.
Karena imunisasi CDC ini bersifat rekomendasi, konsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan. Jenis imunisasi ini umumnya berbayar, dengan harga bervariasi tergantung merek vaksin dan penyedia layanan kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi rumah sakit atau klinik terdekat.
Apa Akibatnya Jika Imunisasi Dasar Anak Terlewatkan?