Pneumonia biasanya diawal dengan gejala-gejala tertentu terlebih dahulu

3 min read

Pneumonia biasanya diawal dengan gejala-gejala tertentu terlebih dahulu

Pengertian Pneumonia

Pneumonia atau yang lebih dikenal dengan istilah paru-paru basah, merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan paru-paru. Peradangan tersebut menyebabkan alveolus (kantong udara) terisi oleh cairan. Akibatnya paru-paru tidak dapat bekerja dengan baik.

Pada beberapa kasus, pasien yang memiliki tingkat kekebalan tubuh yang rendah bisa terkena komplikasi berupa penyebaran bakteri dalam aliran darah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kegagalan pada fungsi organ tubuh. Biasanya ditandai dengan abses paru hingga terdapat nanah.

Selain itu, peradangan yang tak segera diobati dapat menimbulkan terbentuknya cairan peradangan, yang kemudian dapat mengumpul pada lapisan pelindung paru. Jika sudah demikian, harus dilakukan prosedur pengeluaran cairan oleh dokter.

Diagnosis

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap organ paru, untuk mendengarkan apakah ada suara yang tidak normal saat Anda bernapas. Ada juga beberapa pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan, seperti:
Rontgen dada, Pemeriksaan ini membantu dokter untuk mendeteksi pneumonia dan menentukan lokasi infeksi yang menyebabkan penyakit tersebut timbul.
Pemeriksaan darah, Bisa dilakukan untuk melihat adanya infeksi yang ditandai dengan peningkatan sel darah putih.
Pemeriksaan denyut nadi, Cara ini digunakan untuk melihat seberapa banyak kadar oksigen yang beredar dalam tubuh, dan bisa digunakan untuk menentukan separah apa pengaruh pneumonia terhadap pertukaran udara di sistem pernapasan.
Tes dahak, Dahak akan dianalisis untuk melihat kuman yang menyebabkan infeksi pada paru.

Gejala Penyakit Pneumonia

Pneumonia biasanya diawal dengan gejala-gejala tertentu terlebih dahulu. Berikut ini gejala-gejala yang biasanya muncul:
Demam disertai nyeri kepala dan tubuh menggigil.
Batuk tidak berdahak, ataupun batuk berdahak dengan cairan mengandung nanah yang berwarna kekuningan.
Nyeri dada yang terasa ketika bernapas, sesak napas, hingga napas yang pendek.
Mual, muntah, dan diare.
Rasa nyeri pada otot, sendi, serta mudah lelah.
Denyut nadi yang melemah hingga 100 kali per menit.

Pengobatan

Jika mendapati anggota keluarga mengalami kesulitan bernapas atau terjadi peningkatan frekuensi napas, segeralah bawa ke rumah sakit. Dengan demikian dapat dilakukan untuk penanganan yang tepat.
Dokter akan melakukan penanganan terhadap pneumonia dengan cara sebagai berikut:
Terapi kausal, Terapi ini dilakukan dengan cara pemberian obat antibiotik atau obat antijamur.
Terapi suportif umum, Penanganan ini disesuaikan dengan keadaan pasien, misalnya ketika pemberian terapi oksigen.
Terapi inhalasi, Dengan cara menyalurkan obat langsung ke paru-paru, terapi ini sangat bermanfaat pada kondisi pasien yang membutuhkan pengobatan segera. Terapi ini dapat menghindari efek samping yang berkelanjutan, mengencerkan dahak yang kental dan kekuningan, serta mengatasi infeksi.
Fisioterapi dada
Cara ini dilakukan untuk mempermudah proses pengeluaran dahak dari paru.
Meningkatkan daya tahan tubuh sangat penting untuk menghindarkan diri dari gangguan pernapasan seperti pneumonia. Karena itu, jagalah kebersihan diri dengan menerapkan hal-hal berikut dalam keseharian:
Rajin mencuci tangan
Mengenakan masker ketika pergi ke tempat umum
Berolahraga secara teratur

Penyebab Pneumonia

Pneumonia disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Beberapa di antaranya adalah bakteri (S. Penumonia, H, influenza, S. aureus, P. aeruginosa, M. tuberculosis, M. kansasii, dan sebagainya), jamur (P. carinii, C. neoformans, H. capsulatum, C. immitis, S. fumigatus, dan sebagainya), protozoa, serta virus (CMV dan herpes simpleks).
Selain itu, ada beberapa penyebab langsung yang juga dapat memicu pneumonia, seperti:
Kebiasaan merokok
 Jantung kronik
 Diabetes melitus
Kelemahan struktur organ pernapasan
 Penurunan tingkat kesadaran
Kuman yang menyebabkan pneumonia biasanya berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya. Hal ini disebabkan oleh:
 Interaksi pasien yang kemudian menyebabkan infeksi
 Bagaimana cara terjadinya infeksi
Gangguan sistem kekebalan tubuh
Adanya penyakit kronik
Polusi lingkungan
Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai

Selebihnya dari Lifebuoy:

Mencermati Gejala dan Pertolongan Pertama pada Infeksi Saluran Pencernaan

Mencermati Gejala dan Pertolongan Pertama pada Infeksi Saluran Pencernaan

3 min read

Kebiasaan Kecil Ajarkan Kebersihan Lingkungaan kepada Anak

Lima Kebiasaan ini dapat Anda lakukan bersama si kecil dalam menjaga kebersihan lingkungan.

3 min read

5 Perawatan Kulit Mulus yang Bisa Dilakukan di Rumah Aja

Mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan kulit bisa membuat tampilan kulit menjadi mulus, tanpa mesti perawatan ke salon.

3 min read

Begini Cara Cuci Tangan yang Benar untuk Bunuh Virus Corona

Mencuci tangan dengan sabun antibakteri bisa membunuh virus dan bakteri hingga 99,9%.