Waspada, Ini Gejala Sesak Napas akibat Virus Corona

Waspada, Ini Gejala Sesak Napas akibat Virus Corona

AddTHis is disabled because of cookie content

Virus corona awalnya disebut sebagai “virus paru-paru” aneh saat beredar pertama kalinya di Wuhan, Tiongkok. Dengan gejala menyerupai pneumonia, penderitanya kerap mengalami gejala awal demam dan batuk, lalu berkembang menjadi masalah sesak napas serius.

Walaupun WHO menyatakan hingga 80% penderita Covid-19 bisa sembuh sendiri, hingga 1 dari 6 orang menderita sesak napas parah dan meninggal dunia. Apa reaksi virus corona terhadap paru-paru? Pahami gejala sesak napas, cara deteksi dini serta pertolongan pertama saat kondisi sesak napas karena kemungkinan terpapar virus corona.

Gejala Sesak Napas Biasa Vs Sesak Napas Penderita Covid-19

Pada dasarnya, sesak napas atau dyspnea adalah serangkaian sensasi yang dirasakan saat saluran pernapasan tidak berfungsi normal. Pengalaman sesak napas bisa dijelaskan sebagai upaya ekstra untuk bernapas, dada terasa ketat, dan perasaan tidak cukup mendapatkan oksigen.

Menurut American Lung Association (ALA), ada beberapa penyebab sesak napas secara umum. Salah satu penyebab sesak napas yang tidak berbahaya misalnya terjadi saat olahraga ekstrem, suhu panas, atau efek altitudo. Bahkan, perasaan cemas atau depresi juga bisa mengakibatkan sensasi sesak napas. Penyebab sesak napas yang serius bisa terjadi akibat asma, serangan jantung, atau radang paru-paru alias pneumonia.

Khususnya untuk penderita Covid-19, sesak napas sering disebabkan karena pneumonia yang terus memburuk. Hal ini terjadi karena virus menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan sehingga memicu iritasi di jaringan saraf pada saluran pernapasan, menyerang organ paru- paru dan memenuhi kantung udara dengan cairan dan sel- sel yang menghambat jalur oksigen.

Akibat minimnya oksigen, kadar karbondioksida terus meningkat di dalam tubuh yang mempercepat pola pernapasan. Akibatnya, penderita Covid-19 akan merasa sesak napas yang mungkin berakibat fatal.

Deteksi Gejala Sesak Napas pada Covid-19

Walaupun sesak napas adalah gejala Covid-19 yang paling serius, umumnya kesulitan bernapas bukanlah gejala awal yang dirasakan. Serangan virus yang ringan jarang mengakibatkan gejala sesak napas, dengan estimasi sekitar 1,4-7,6% saja yang melaporkan kesulitan bernapas. Data juga menunjukkan sesak napas umumnya muncul sekitar 5-10 hari menyusul gejala lain seperti sakit kepala, batuk, dan demam.

Beberapa ciri gejala sesak napas akibat serangan virus corona antara lain:

  • Sering disertai dengan batuk kering dan demam, walaupun beberapa penderita melaporkan tidak ada gejala tersebut.
  • Bagian dada terasa ketat.
  • Kesulitan menarik napas dalam-dalam.

Untuk mencegah sampai terjangkitnya Covid-19 yang berakibat pneumonia, pastikan Anda dan keluarga sudah mengikuti anjuran kebersihan. Salah satunya adalah rajin mencuci tangan secara seksama selama minimal 20 detik di bawah air mengalir. Pastikan Anda menggunakan sabun antibakteri seperti Lifebuoy Hand Wash Lifebuoy Hand Wash. Jika tidak memiliki fasilitas cuci tangan, gunakanlah Lifebuoy Hand Sanitizer Lifebuoy Hand Sanitizer untuk melindungi diri dari virus corona.

Pertolongan Pertama Gejala Sesak Napas pada Covid-19

Jika Anda merasa telah terpapar virus penyebab Covid-19 dan mengalami salah satu gejala umum, seperti demam, batuk, sakit kepala tanpa gejala sesak napas serius, sebaiknya terlebih dahulu menghubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan saran medis. Mereka akan  menentukan tindakan selanjutnya sebelum memberikan bantuan kesehatan.

Ada tanda-tanda peringatan darurat yang dicantumkan Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk Covid-19, antara lain:

  • Kesulitan bernapas.
  • Rasa nyeri atau rasa terhimpit yang menetap di dada.
  • Kebingungan atau lemas sampai tidak bisa bangkit.
  • Bibir atau wajah kebiru-biruan.

Anda harus segera mendapatkan bantuan medis. Hubungi hotline 119 Ext 9 atau periksakan diri ke RS rujukan Covid-19 di daerah tempat tinggal. Lakukan prosedur seperti mengenakan masker agar tidak menularkan petugas kesehatan dan hal-hal lain yang bisa meminimalkan paparan terhadap orang lain sepanjang perjalanan ke rumah sakit.

 

Sumber:

theguardian.com/world/2020/apr/13/what-happens-to-your-lungs-with-coronavirus-covid-19

edition.cnn.com/2020/04/13/health/10-key-coronavirus-symptoms-wellness/index.html

liputan6.com/news/read/4207615/infografis-siapa-yang-perlu-cek-corona-ke-rs

republika.co.id/berita/q7sq8i414/merasa-terinfeksi-corona-kapan-harus-ke-rumah-sakit

alodokter.com/sering-sesak-nafas-ini-bisa-menjadi-penyebabnya

konimex.com/post/healthy-lifestyle/pertolongan-pertama-pada-sesak-napas

suara.com/health/2020/03/24/172820/sama-sama-sesak-napas-apa-bedanya-gejala-asma-dengan-gejala-covid-19

inews.id/lifestyle/health/merasa-sesak-napas-apakah-itu-gejala-virus-corona

liputan6.com/health/read/4203894/tak-hanya-demam-waspadai-gejala-virus-corona-baru-yang-muncul-selama-14-hari

 

Diakses pada:

14 April 2020