JPEG - Pentingnya Cegah COVID-19 dengan Gerakan 3M

Pentingnya Cegah COVID-19 dengan Gerakan 3M

AddTHis is disabled because of cookie content

Penularan virus corona atau Covid-19 sampai saat ini masih sulit dikendalikan. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya jumlah kasus baru dari hari ke hari yang semakin tinggi. Menjelang akhir November 2020, jumlah kasus per hari di Indonesia melonjak tajam, bertambah 6.267 kasus hanya dalam sehari. Gerakan 3M pun terus didengungkan pemerintah sebagai upaya menekan angka penularan di masyarakat.

Gerakan 3M merupakan singkatan dari memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Lewat gerakan ini, seseorang bisa meminimalkan paparan terkena virus corona yang sampai saat ini belum ada obatnya. Lewat gerakan 3M pula, klaster-klaster penularan virus corona dapat ditekan sehingga tidak terus bertambah. Berikut ini adalah alasan mengeapa memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak menjadi kunci pencegahan corona yang tidak boleh dipandang remeh.

 1.    Mencuci Tangan

Tidak hanya melawan penyebaran virus corona baru, selama ini gerakan mencuci tangan telah terbukti efektif menekan akan menularan berbagai penyakit menular yang timbul akibat virus, seperti ebola maupun kasus flu burung.

Dengan mencuci tangan menggunakan sabun antibakteri, virus yang ada di tangan bisa dilumpuhkan. Tingkat keefektifan mencuci tangan menggunakan sabun antibakteri untuk membunuh virus bahkan di atas 90 persen.

Anda harus memastikan menggunakan sabun antibakteri yang berbahan aktif teruji, seperti produk Lifebuoy. Tidak hanya itu, lebih baik gunakan sabun cair guna mencegah kontak sabun dengan tangan orang lain yang mengandung virus yang sama atau yang berbeda. Mencuci tangan selama 20—30 detik dengan tahapan yang dianjurkan WHO, mampu menurunkan risiko penularan Covid-19 sampai 35 persen.

Kalaupun tidak bisa melakukan gerakan 3M ini akibat terbatasnya akses air bersih dan sabun, Anda bisa menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan tiap hendak menyentuh wajah. Tingkat keefektifan hand sanitizer untuk membunuh virus corona memang lebih kecil, tidak mencapai 70 persen. Namun, langkah ini jauh lebih baik dibandingkan tidak membersihkan tangan sama sekali.

2.    Memakai Masker

Jangan pernah lelah dan bosan untuk memakai masker, bahkan ketika bertemu dengan orang-orang terdekat Anda. Salah satu dari gerakan 3M ini nyatanya mampu menekan penyebaran virus sampai 70 persen. Angka penekanan penularan virus yang demikian besar bisa tercapai apabila Anda dan lawan bicara sama-sama menggunakan masker bedah.

Selain masker bedah, Anda juga bisa menggunakan masker kain untuk melakukan pencegahan corona. Pastikan masker kain yang Anda pakai memiliki 3 lapisan. Penggunaan masker kain yang demikian bisa menekan angka penyebaran Covid-19 hingga 45 persen. Namun, tidak disarankan adalah menggunakan masker berbahan scuba sebab terbukti hanya mampu menghalangi penyebaran virus dari percikan air liur sebanyak 5 persen.

Tentunya untuk mencapai keefektifan pencegahan corona, memakai masker pun ada aturannya. Pastikan selalu mencuci tangan menggunakan sabun antibakteri sebelum memakai “peralatan perang” satu ini. Pastikan pula seluruh bagian wajar dari hidung sampai dagu tertutup masker. Hindari menyentuh-menyentuh masker selama pemakaian dan rajinlah mengganti masker jika sudah melewati 4 jam pemakaian.

3.    Menjaga Jarak dan Menghidari Kerumunan

Inilah gerakan 3M yang menjadi kunci besar dalam pencegahan penularan virus corona. Dengan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, proses TLI (tes, lacak, isolasi) dapat lebih mudah dilakukan. Gerakan tiap orang menjadi terbatas dan interaksi antarpersonal pun dapat terlacak cepat. Dengan demikian, pendataan penderita Covid-19 dapat lebih akurat untuk menghasilkan kebijakan yang juga tepat.

Aturan menjaga jarak yang diberlakukan, dan sebaiknya dilakukan untuk pencegahan penularan Covid-19, adalah membatasi jarak fisik antarindividu lebih dari 1 meter. Anda juga sebaiknya tidak pergi ke luar rumah apabila tidak ada kepentingan mendesak.

Jika terpaksa berkegiatan di luar rumah, selain menjaga jarak 1 meter, hindari pula berbagai hal yang dapat memicu kerumunan. Sebagai contoh, Anda sebaiknya menunda atau membatalkan berbagai acara berkumpul. Sebisa mungkin, hindari pula menggunakan transportasi umum yang penuh dan tidak menerapkan social distancing.

Apakah dengan gerakan 3M artinya Anda tidak bisa tertular Covid-19 sama sekali? Jawabannya, belum tentu. Apabila mengalami gejala yang mengarah ke penyakit ini, seperti demam tinggi, batuk kering berkepanjangan, hingga sesak napas; segeralah melakukan tes, lacak, dan isolasi agar kondisi Anda bisa segera ditangani. Pihak terkait dapat segera melacak dan mendata orang-orang sempat berinteraksi dengan Anda guna menerapkan isolasi.

Sekali lagi, tetap terapkan gerakan mencuci tangan yang benar secara berkala dan berkelanjutan. Anda disarankan mencuci tangan 20 menit sekali jika memungkinkan. Jangan lupa pula menggunakan sabun antibakteri ataupun hand sanitizer yang terpercaya dari Lifebuoy untuk memastikan gerakan cuci tangan Anda efektif membunuh virus, bakteri, maupun kuman lain di tangan.

 

Sumber:

tirto.id/apa-itu-3m-untuk-mencegah-menekan-penularan-virus-covid-19-f5tV  

klikdokter.com/info-sehat/read/3644583/mau-pandemi-covid-19-usai-ketahui-pentingnya-3m-dan-3t

kawalcovid19.id/content/1294/serial-data-virus-korona-2-rasio-lacak-isolasi-rli-dan-korelasinya-dengan-kematian-kumulatif

republika.id/posts/8228/epidemiolog-antivirus-covid-belum-teruji

covid19.go.id/peta-sebaran-covid19

databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/10/19/masyarakat-paling-kerap-lakukan-gerakan-3m-untuk-cegah-covid-19

cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201020114411-260-560406/psikolog-sebut-lawan-corona-lewat-gerakan-3m-dan-3k