1. Pengertian Gastroenteritis
Gastroenteritis merupakan penyakit infeksi pada saluran pencernaan yang ditandai dengan muntah dan/atau diare. Umumnya, kondisi ini tidak membahayakan dan bisa sembuh dalam 2–3 hari. Gangguan pencernaan ini terjadi karena virus, bakteri, atau parasit. Penyebarannya dapat melalui makanan atau air yang sudah terkontaminasi. Masalah yang sering ditimbulkan karena gangguan ini adalah dehidrasi, biasanya karena frekuensi buang air besar (diare) dan muntah yang tinggi.
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Meskipun pada dasarnya tidak membahayakan, kondisi ini bisa menjadi fatal akibatnya jika menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan orang lanjut usia.
2. Penyebab Gastroenteritis
Gastroenteritis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, atau konsumsi zat kimia tertentu. Dari semua penyebab tersebut, penyebab terseringnya adalah infeksi virus. Kuman penyebab gastroenteritis biasanya masuk ke tubuh manusia dari makanan yang tidak higienis atau air yang sudah terkontaminasi. Selain itu, tangan yang tidak dicuci bersih juga dapat menjadi media masuknya bakteri atau virus.
Dari berbagai jenis virus yang dapat menyebabkan gastroenteritis, dua jenis yang paling sering menjadi penyebab adalah:
- Rotavirus. Virus ini sering kali menginfeksi bayi dan anak-anak. Ini terkait dengan kebiasaan anak-anak yang gemar memasukkan tangan atau benda—yang bisa saja sudah terkontaminasi—ke dalam mulut.
- Norovirus. Keracunan makanan yang selanjutnya bisa menyebabkan terjadinya gastroenteritis umumnya disebabkan karena virus yang satu ini.
3. Diagnosis Gastroenteritis
Gastroenteritis ditentukan dari adanya keluhan muntah dan/atau diare lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare diartikan sebagai buang air besar dengan konsistensi feses cair dan tidak berbentuk.
Pada beberapa kondisi, dokter perlu menyarankan pemeriksaan feses di laboratorium. Hal ini dapat membantu mengetahui dengan pasti penyebab gastroenteritis.
4. Gejala Gastroenteritis
Gejala gastroenteritis antara lain adalah muntah, diare, mual, sakit perut, demam, sakit kepala, dan tidak nafsu makan. Selain itu, yang harus diwaspadai dari gastroenteritis adalah risiko dehidrasi yang bisa terjadi. Dehidrasi lebih sering terjadi pada anak-anak.
Tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Anak terlihat rewel atau sangat lemas
- Mata terlihat cekung
- Pada bayi, ubun-ubunnya terlihat cekung
- Menangis tanpa air mata
- Air seni berwarna kuning pekat
- Buang air kecil terakhir lebih dari 4 jam sebelumnya
5. Pengobatan Gastroenteritis
Sebagian besar kasus gastroenteritis disebabkan oleh virus. Bila virus yang menjadi biang keladi, gastroenteritis akan sembuh dengan sendirinya dalam 2–5 hari.
Pengobatan yang terpenting adalah untuk mencegah dehidrasi. Hal yang perlu dilakukan untuk mencegah dehidrasi adalah minum oralit setiap kali diare terjadi. Bila sulit untuk minum oralit, dapat diganti dengan minum jus buah atau kuah sup.
Jika penderita gastroenteritis tidak bisa minum atau muntah terus-menerus tiap kali minum, maka sebaiknya segera dibawa ke pusat layanan kesehatan/rumah sakit terdekat. Dengan demikian, penderita bisa mendapatkan pengganti cairan melalui infus.
Bila gastroenteritis disebabkan oleh bakteri atau parasit, dokter akan memberikan antibiotik atau anti-parasit untuk mengatasi penyebabnya.