Tips Puasa Sehat Hindari Gangguan Pencernaan selama Ramadan

Tips Puasa Sehat Hindari Gangguan Pencernaan selama Ramadan

AddTHis is disabled because of cookie content

Puasa memiliki beragam manfaat baik dari segi jasmani maupun rohani. Dari segi jasmani, selama puasa sistem pencernaan memiliki waktu untuk beristirahat sejenak. Namun, tidak sedikit pula yang mengalami gangguan pencernaan saat puasa. Untuk menghindari hal tersebut, yuk simak tips puasa sehat selama Ramadan berikut.

1.    Kontrol porsi makan selama sahur dan berbuka

Puasa selama kurang lebih 12 jam bukan alasan bagi Anda untuk makan berlebihan pada saat sahur dan berbuka. Kontrol porsi makan dengan baik seperti dengan mengonsumsi makanan dengan zat gizi dan porsi makan yang seimbang. Karbohidrat, protein, serat, bahkan lemak tentu sangat diperlukan tubuh untuk tetap sehat selama Ramadan. Dengan mengontrol porsi makan tetap seimbang, Anda dapat menghindari terjadinya gangguan pencernaan; seperti maag dan GERD atau asam lambung yang sering terjadi saat berpuasa.

2.    Konsumsi karbohidrat kompleks

Tips puasa sehat berikutnya adalah dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau gandum. Nasi merah cenderung lebih sehat daripada nasi putih karena kandungan glukosa nya lebih rendah. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi oatmeal atau gandum yang kaya akan serat dan dapat membuat kenyang lebih lama.

3.    Perbanyak buah dan sayur

Tidak jarang beberapa orang mengeluh sembelit atau susah BAB selama puasa. Biasanya karena terlalu banyak mengonsumsi gorengan sehingga tidak ada asupan serat. Agar sistem pencernaan lancar, perbanyaklah makan buah dan sayur seperti nanas, pepaya, jeruk, wortel dan sayuran berdaun hijau gelap yang tinggi serat dan kaya akan antioksidan.

4.    Hindari berbuka dengan gorengan dan minuman tinggi gula

Berbuka tampaknya begitu nikmat dengan minuman manis ditambah setumpuk gorengan. Namun, terlalu banyak mengonsumsi gorengan akan membuat sistem pencernaan terganggu seperti sembelit dan masalah pencernaan lain.

Anda bisa mengganti menu gorengan dan minuman manis dengan aneka buah segar. Buah-buahan mengandung gula alami, rendah kalori, dan kaya serat yang baik untuk pencernaan. Jangan lupa untuk mencuci buah-buahan tersebut sebelum dimakan.

5.    Perhatikan asupan cairan tubuh

Berpuasa selama 12 jam membuat cairan tubuh berkurang. Untuk mengatasinya, minum air putih yang cukup selama sahur dan berbuka. Untuk orang dewasa, minimal Anda harus minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Anda bisa membaginya menjadi 4 gelas ketika sahur (satu gelas ketika bangun tidur, sebelum makan, dan dua gelas sesudah makan) dan 4 gelas saat berbuka.

Menjalani ibadah puasa dengan keluarga tentu dapat menambah kehangatan suasana Ramadan. Berbuka dan sahur bersama keluarga inti juga menjadi salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Anda dan keluarga bisa saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan berbagai tips puasa di atas.

 

Sumber:

lifestyle.kompas.com/read/2018/05/22/050500020/7-kebiasaan-makan-tak-sehat-selama-puasa?page=all

hellosehat.com/hari-raya/ramadan/kebiasaan-makan-tak-sehat-selama-puasa/

kompasiana.com/aafajar/5cea4188aa3ccd78374e04b2/hindari-dua-kebiasaan-ini-selama-ramadan-jika-ingin-sehat

halodoc.com/salah-pola-makan-waspada-penyakit-ini-saat-puasa

 

Diakses pada:

23 Juni 2020