Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, yang sangat mudah menyebar baik pada anak-anak maupun orang dewasa, terutama mereka yang belum mendapatkan vaksin difteri. Cara penularan difteri yang perlu diwaspadai meliputi:
- Kontak langsung dengan percikan air liur dari penderita.
- Penggunaan barang-barang yang telah terkontaminasi bakteri.
- Sentuhan langsung dengan luka terbuka pada tubuh penderita, di mana cairan luka dapat menjadi media penyebaran bakteri.
Setelah terinfeksi, bakteri ini akan merusak sel-sel sehat di tenggorokan, membentuk lapisan abu-abu yang mengganggu pernapasan. Bakteri juga melepaskan racun ke aliran darah, yang dapat merusak jantung, ginjal, dan sistem saraf. Gejala difteri pada dewasa seringkali menyerupai flu biasa, namun penting untuk mengenali tanda-tanda spesifik seperti:
- Lapisan tipis berwarna abu-abu di tenggorokan.
- Demam dan menggigil.
- Sakit tenggorokan dan suara serak.
- Kesulitan menelan.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
- Pilek dengan lendir kental, kadang bercampur darah.
Dalam kasus yang jarang, difteri juga dapat menyebabkan luka kulit menyerupai borok yang meninggalkan noda setelah sembuh.