Sepsis, atau sering disebut juga infeksi darah, adalah komplikasi serius yang terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi justru merusak jaringannya sendiri dan organ tubuh. Kondisi ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis segera. Ketika infeksi menjadi parah, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan kuman justru bereaksi berlebihan, melepaskan zat kimia ke aliran darah yang memicu peradangan luas.
Peradangan ini dapat mengganggu fungsi organ vital dan menyebabkan syok sepsis, yaitu penurunan tekanan darah yang drastis dan berpotensi fatal. Hampir semua jenis infeksi dapat memicu sepsis, namun yang paling umum adalah infeksi perut, ginjal, kulit, aliran darah, dan paru-paru (pneumonia). Bakteri seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Streptococcus seringkali menjadi penyebab utama.
Meskipun penyakit sepsis dapat menyerang siapa saja, beberapa kelompok lebih rentan karena daya tahan tubuh yang lemah, termasuk:
- Ibu hamil dan perempuan pasca-melahirkan atau keguguran.
- Penderita penyakit autoimun atau kronis (diabetes, ginjal, meningitis, usus buntu, infeksi saluran kemih).
- Pasien yang menjalani kemoterapi, terapi autoimun, atau transplantasi organ.
- Individu dengan alat invasif seperti kateter atau selang pernapasan.
- Bayi (terutama baru lahir atau prematur) dan lansia di atas 75 tahun.
- Orang dengan luka atau cedera.