Penyakit Sepsis Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Penyakit Sepsis: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

AddTHis is disabled because of cookie content

Saat tubuh mengalami infeksi, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan berbagai senyawa untuk melawan penyebab infeksi. Namun, bila infeksi sudah parah, sistem kekebalan tubuh dapat kewalahan sehingga bereaksi di luar kendali dan menimbulkan komplikasi yang disebut sepsis atau keracunan darah.

Penyebab sepsis adalah zat kimia yang diproduksi sistem kekebalan tubuh ke aliran darah justru memicu peradangan. Padahal, zat kimia itu seharusnya berfungsi melawan infeksi. Peradangan yang timbul ini berbahaya karena dapat mengacaukan fungsi organ-organ vital.

Karena itu, penyakit sepsis dianggap sebagai kondisi gawat darurat yang harus segera diatasi. Dalam situs Kompas disebutkan, kasus sepsis yang parah bisa menimbulkan syok sepsis atau menurunnya tekanan darah secara tiba-tiba. Syok sepsis dapat mengancam nyawa pasien dan memiliki risiko menimbulkan kematian hingga 50%.

Pada dasarnya setiap infeksi menyimpan risiko menimbulkan sepsis. Namun, dikutip dari situs Hellosehat, sebagian besar kasus sepsis disebabkan infeksi perut, infeksi ginjal, infeksi kulit, infeksi aliran darah, dan infeksi paru (pneumonia).

Dalam situs Klikdokter disebutkan, bakteri yang paling sering teridentifikasi saat infeksi menjadi sepsis adalah Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan beberapa jenis Streptococcus.

Penyakit sepsis juga dapat menyerang siapa saja yang mengalami infeksi, tetapi lebih mudah terjadi pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, di antaranya:

●      Ibu hamil.

●      Perempuan yang baru melahirkan atau baru keguguran.

●      Penderita penyakit autoimun.

●      Penderita penyakit kronis (diabetes, penyakit ginjal, meningitis, usus buntu, infeksi saluran kemih).

●      Orang yang sedang menjalani kemoterapi.

●      Orang yang sedang menjalani terapi autoimun.

●      Orang yang baru menjalani transplantasi organ.

●      Orang yang memiliki alat invasif, misalnya kateter intravena atau selang pernapasan.

●      Bayi (terutama yang baru lahir maupun yang terlahir prematur).

●      Orang lanjut usia (di atas 75 tahun).

●      Memiliki luka atau cedera.

Waspadai Gejala Sepsis

Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sekitar 30 juta orang mengalami sepsis tiap tahunnya. Dari data yang sama diketahui bahwa satu dari tiga pasien penyakit sepsis berakhir dengan kematian.

Karena itu, Anda harus mewaspadai kondisi sepsis. Ketahui seperti apa gejalanya agar Anda dapat memperoleh penanganan sedini mungkin bila suatu saat Anda mengalami sepsis.

Dalam situs Halodoc dijelaskan, gejala sepsis biasanya muncul setelah tubuh mengalami luka atau infeksi. Dengan kata lain, gejala sepsis adalah gejala dari infeksi. Berikut gejala sepsis yang patut Anda ketahui dan waspadai:

●      Terjadi infeksi.

●      Demam atau suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius.

●      Suhu tubuh di bawah 36 derajat Celcius.

●      Laju pernapasan lebih dari 20 kali per menit.

●      Detak jantung lebih dari 90 kali per menit.

●      Tubuh menggigil atau merasa sangat dingin.

●      Nyeri otot atau tidak nyaman hebat.

●      Kulit lembap atau berkeringat.

●      Diare.

●      Produksi urine berkurang.

●      Kebingungan atau disorientasi.

Bila sepsis sudah parah, Anda bisa jadi mengalami gejala-gejala lain yang membuat Anda berisiko tinggi mengalami kegagalan organ tubuh:

●      Nyeri otot parah atau kelemasan ekstrem.

●      Sakit perut.

●      Pingsan.

●      Tekanan darah menurun secara drastis.

●      Bercak kulit berubah warna.

●      Penurunan drastis jumlah urine dan frekuensi buang air kecil.

●      Kondisi kejiwaan berubah secara mendadak.

●      Jumlah trombosit berkurang.

●      Sulit bernapas.

Sepsis parah dan syok sepsis dapat mengakibatkan komplikasi, misalnya timbulnya gumpalan darah kecil di seluruh tubuh. Gumpalan darah ini dapat menghalangi aliran darah dan oksigen ke organ-organ vital dan bagian tubuh lain. Bila ini terjadi, Anda berisiko tinggi mengalami kegagalan organ dan kematian jaringan. Orang yang pernah mengalami sepsis parah memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi lagi di kemudian hari.

Bila Anda sudah memasuki tahap syok sepsis, Anda perlu mendapatkan obat untuk menjaga tekanan darah tubuh agar lebih besar atau sama dengan 65 milimeter merkuri (mm/Hg). Selain itu, kadar asam laktat dalam darah juga akan tinggi sekali karena sel-sel tubuh tidak bisa menggunakan oksigen dengan baik.

Penanganan Cepat Penyakit Sepsis

Untuk menegakkan diagnosis penyakit sepsis, dokter pertama-tama akan menanyakan gejala yang Anda alami, serta melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan mempertimbangkan riwayat kesehatan Anda, seperti pernah mengalami kondisi yang berisiko menimbulkan sepsis, pernah menjalani operasi bedah, pernah mengalami infeksi, atau memiliki kekebalan tubuh yang rendah.

Selain itu, dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk mencari tahu penyebab dan lokasi infeksi. Berikut tes tambahan yang dimaksud:

●      Tes darah

Biasanya tes ini yang pertama dilakukan oleh dokter. Dalam situs Hellosehat dijelaskan bahwa tes darah mampu memeriksa infeksi, masalah penyumbatan, fungsi hati atau ginjal abnormal, berkurangnya jumlah oksigen, ketidakseimbangan elektrolit yang memengaruhi kadar air di tubuh, serta keasaman darah.

●      Tes urine

Bila dokter menduga terdapat infeksi di saluran urine, tes ini dilakukan untuk mengecek keberadaan bakteri di dalam urine.

●      Sekresi luka

Pemeriksaan ini dilakukan bila Anda memiliki luka yang diduga infeksi. Menguji sampel sekresi luka dapat membantu dokter dalam menentukan jenis antibiotik yang paling tepat untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

●      Pemeriksaan dahak

Dokter akan melakukan tes ini bila Anda memperlihatkan gejala batuk lendir (sputum). Tujuannya adalah menentukan jenis kuman apa yang menyebabkan infeksi.

●      Tes pencitraan

Dikutip dari situs Hellosehat, berikut tes pencitraan yang akan dilakukan dokter untuk memastikan lokasi infeksi:

❖     X-ray untuk melihat paru-paru.

❖     Computed tomography (CT) scan untuk melihat kemungkinan infeksi di dalam usus buntu, pankreas, atau area usus.

❖     Ultrasound untuk melihat infeksi di dalam kantong kemih atau ovarium.

❖     Magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengidentifikasi infeksi jaringan lunak. Tes ini dilakukan apabila tes-tes di atas tidak mampu membantu menemukan sumber infeksi.

Setelah memastikan terjadinya sepsis, dokter harus segera melakukan tindakan untuk mencegah kondisi pasien memburuk. Ada beberapa langkah yang akan dilakukan dokter untuk mengatasi sepsis:

●      Memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri.

●      Memberikan cairan intravena (infus).

●      Memberikan vasopressor (membuat pembuluh darah menyempit).

●      Memasangkan ventilator (bila kadar oksigen di tubuh pasien menurun).

●      Operasi bila diperlukan (untuk menghambat perkembangan penyakit sekaligus mempercepat penyembuhan).

●      Dialisis (bila sepsis sudah memengaruhi fungsi ginjal).

Dalam situs Kompas disebutkan beberapa jenis obat yang digunakan dokter untuk penanganan pasien sepsis:

●      Obat antibiotik untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

●      Obat vasoaktif untuk meningkatkan tekanan darah.

●      Insulin untuk menstabilkan kadar gula darah.

●      Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.

●      Obat penghilang rasa sakit.

Tujuan utama tindakan penanganan penyakit sepsis adalah:

●      Mencegah dehidrasi dan gagal ginjal akut.

●      Menjaga tekanan darah agar tetap normal.

●      Menjaga aliran oksigen.

●      Mempertahankan kadar gula darah normal.

●      Menangani infeksi penyebab sepsis.

Peluang kesembuhan penyakit sepsis lebih besar bila gejala sepsis mampu dideteksi sedini mungkin. Bila sepsis belum menyebar ke organ-organ vital, pasien dapat pulih kembali dan melanjutkan pengobatan antibiotik di rumah.

Bila penyakit sepsis sudah parah, pasien harus menjalani pengobatan di ruang perawatan intensif (ICU). ini karena organ-organ vitalnya harus didukung peralatan medis selama pengobatan infeksi.

Proses Pemulihan Penyakit Sepsis

Sebagian besar kasus sepsis dapat disembuhkan. Namun, proses pemulihan penyakit sepsis membutuhkan waktu alias tidak cepat. Dalam situs Hellosehat dijelaskan, penderita sepsis kemungkinan akan tetap mengalami gejala fisik dan emosional pascapenanganan sepsis.

Kondisi tersebut disebut post-sepsis syndrome, dan bisa terus muncul selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah Anda selesai menjalani pengobatan sepsis. Berikut gejala post-sepsis syndrome:

●      Merasa lelah dan lemah.

●      Sulit tidur.

●      Lebih sering sakit.

●      Suasana hati mudah berubah, seperti cemas, dan depresi.

●      Mengalami mimpi buruk.

Langkah-langkah Penting untuk Pencegahan Penyakit Sepsis

Untuk mencegah terjadinya sepsis, Anda dapat memulai dari tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan diri dan memperkuat daya tahan tubuh. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan sehari-hari:

●      Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh.

●      Cuci bahan pangan hingga bersih sebelum diolah.

●      Olah atau masak makanan dengan benar agar tidak ada mikroba.

●      Bersihkan area memasak agar bersih dari mikroba.

●      Bersihkan tempat-tempat yang sering disentuh menggunakan disinfektan untuk membunuh mikroba.

●      Rajin melakukan vaksinasi.

●      Rawatlah luka dengan baik agar terhindar dari infeksi.

●      Segera melakukan perawatan bila mengalami gejala infeksi.

●      Cuci tangan pakai sabun setiap sebelum dan sesudah makan. Sabun cuci tangan antibakteri dari Lifebuoy akan melindungi Anda dan keluarga dari kuman, sekaligus menjaga kelembutan kulit tangan.

●      Mandi dua kali sehari menggunakan sabun antiseptik. Sabun mandi Lifebuoy memberikan perlindungan 10x dari kuman dan membantu melawan masalah kesehatan kulit seperti gatal-gatal dan kemerahan karena kuman.

Sekilas tentang Infeksi, Kondisi Penyebab Sepsis

Infeksi adalah kondisi saat tubuh diserang oleh mikroorganisme bakteri, virus, jamur, atau parasit. Tubuh mengalami infeksi karena mikroorganisme berkembang biak secara cepat di salah satu bagian tubuh atau menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. Setiap mikroorganisme dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berbeda-beda.

Penyebaran mikroorganisme dapat melalui berbagai cara, baik secara kontak langsung maupun lewat perantara hewan atau benda yang terkontaminasi. Gejala umum infeksi adalah demam, diare, dan badan terasa lemas.

Penanganan infeksi akan disesuaikan dengan mikroorganisme yang menyebabkannya. Umumnya, infeksi diatasi pemberian obat, yaitu antivirus, antibakteri, antijamur, dan antiparasit. Obat-obatan itu tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet, kaplet, salep, krim, hingga suntik. Pastinya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi salah satu obat tersebut.

Namun, bila kasus infeksi sudah parah, bisa jadi dokter perlu melakukan tindakan operasi. Pembedahan pun harus disesuaikan kondisi atau penyakit yang diderita, organisme penyebab infeksi, serta riwayat kesehatan pasien.

Dalam situs Alodokter disebutkan, pada dasarnya semua jenis infeksi dapat dicegah. Cukup lakukan langkah-langkah berikut untuk melindungi diri dari risiko infeksi serta penyakit sepsis.

●      Lakukan pemeriksaan secara rutin.

●      Hindari kontak dengan hewan liar.

●      Lakukan vaksinasi sesuai jadwal.

●      Praktikkan kehidupan seksual yang sehat.

●      Jaga kebersihan diri.

●      Hindari berbagai penggunaan barang pribadi, seperti handuk dan sikat gigi.

●      Hindari jajan sembarangan.

 

Sumber:

alodokter.com/infeksi

klikdokter.com/penyakit/sepsis

hellosehat.com/kesehatan/penyakit/sepsis/#gref

dettol.co.id/illness-prevention/illnesses/waspada-infeksi-sepsis-yang-bisa-merenggut-nyawa/

alodokter.com/sepsis

halodoc.com/kesehatan/sepsis

health.kompas.com/read/2020/04/02/200000168/sepsis-gejala-penyebab-pencegahan-dan-pengobatan

hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/sepsis-adalah-infeksi-keracunan-darah/#gref

lifebuoy.co.id/products/sabun-cair.html

alodokter.com/penyakit-infeksi