1. Rapid Test
Rapid test adalah metode skrining awal yang relatif mudah dilakukan. Prosedurnya melibatkan pengambilan sampel darah yang kemudian diteteskan pada alat khusus. Alat ini akan mendeteksi keberadaan antibodi yang terbentuk sebagai respons terhadap infeksi virus corona. Hasil tes cepat COVID-19 ini dapat diperoleh dalam waktu singkat, sekitar 15-20 menit. Namun, perlu diketahui bahwa akurasi rapid test cenderung lebih rendah dibandingkan metode lain, karena hanya mendeteksi antibodi yang membutuhkan waktu 7-14 hari untuk terbentuk setelah infeksi. Tingkat akurasinya diperkirakan sekitar 30 persen.
2. Swab Test (PCR)
Swab test, atau PCR test, merupakan metode yang lebih akurat untuk mendeteksi materi genetik virus corona secara langsung. Prosedurnya melibatkan pengambilan sampel cairan dari tenggorokan dan hidung menggunakan alat khusus (swab), yang kemudian dianalisis di laboratorium. Proses ini mungkin menimbulkan sedikit ketidaknyamanan. Hasil tes PCR umumnya memerlukan waktu 1-2 hari untuk keluar, meskipun sebelumnya bisa memakan waktu lebih lama. Swab test memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, dengan sensitivitas lebih dari 90 persen dalam mendeteksi keberadaan virus.
3. Tes Cepat Molekuler (TCM)
Tes Cepat Molekuler (TCM) adalah metode deteksi virus corona yang mendeteksi antigen virus dari sampel dahak. Prosedurnya melibatkan pengambilan sampel dahak yang kemudian diproses menggunakan mesin dengan cartridge khusus. Keunggulan TCM adalah waktu tunggu hasil yang relatif cepat, yaitu sekitar 2-4 jam. Tingkat akurasi TCM juga tergolong tinggi, mencapai 90 persen, menjadikannya pilihan yang efektif untuk deteksi cepat dengan akurasi yang baik.