Lifebuoy Pandemi Internasional Begini Cara Penularan Covid19

Jadi Pandemi Internasional, Begini Cara Penularan Covid-19

AddTHis is disabled because of cookie content

Masyarakat global saat ini berperang melawan Covid-19. Penyakit pernapasan akut ini begitu menakutkan berkat penyebaran virus corona yang begitu cepat. Untuk ambil bagian dalam menghentikan pandemi internasional ini, yuk, cari tahu secara lengkap tentang virus corona dan bagaimana cara penularan virus corona!

Fakta Asal Mula Munculnya Covid-19

Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 adalah penyakit gangguan pernapasan yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV). Penyakit ini dilaporkan pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019. Saking cepatnya penyebaran virus corona, Covid-19 telah menjadi pandemi internasional karena per April 2020 tercatat sudah menyebar ke 203 negara di dunia (berdasarkan laporan World Health Organization/WHO).

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai asal-usul virus corona penyebab Covid-19 ini. Para peneliti dari berbagai belahan dunia tengah berlomba untuk menguak misteri virus corona yang telah dinamai secara resmi sebagai SARS-CoV-2 oleh WHO ini.

Kota Wuhan dianggap menjadi lokasi terbaik untuk menemukan “pasien nol”—sebutan dunia kesehatan bagi orang pertama yang terinfeksi virus. Harapannya, melalui orang tersebut bisa dicari tahu jawaban atas bagaimana pandemi ini dimulai, cara penularan dan penyebaran virus, serta apa yang bisa dilakukan untuk mengakhirinya.

Walaupun para peneliti belum yakin dari mana virus ini berasal, beberapa hasil penelitian pengurutan DNA menunjukkan virus ini berasal dari kelelawar. Hanya saja, karena di titik kasus Covid-19 di Wuhan berada di pelabuhan, diperkirakan ada hewan perantara yang menularkannya ke manusia.

Cara Penularan dan Penyebaran Covid-19

Meski Covid-19 masih tergolong sebagai penyakit baru dan dunia kesehatan masih mempelajari karakteristik virus corona, berikut beberapa cara penyebaran dan penularan Covid-19 yang bisa dijabarkan secara rinci dari hasil pengamatan para ilmuwan dunia.

1.       Menular lewat kontak langsung dari orang ke orang

Ilmuwan dan para dokter dunia sepakat bahwa cara penularan utama Covid-19 adalah melalui kontak langsung dari orang ke orang. Mereka yang mengadakan kontak jarak dekat antara satu hingga dua meter berisiko tinggi terpapar virus corona. Virus corona menyebar lewat droplet atau tetesan kecil baik dari hidung maupun mulut orang yang terinfeksi.

Orang yang sudah terinfeksi virus corona dan menampakkan gejala-gejala paling berpotensi untuk menularkan virus. Walaupun demikian, dengan perlakuan yang tepat, bisa dijaga agar tidak ada kontak langsung atau tetesan yang menulari orang-orang di sekitarnya.

Tindakan karantina mandiri bisa dilakukan jika Anda mengalami gejala Covid-19 dalam skala yang ringan. Kontak dekat tanpa pelindung sangat berisiko menularkan virus corona pada orang-orang di sekitar.

2.       Bisa menular lewat permukaan benda

Walau belum diketahui seberapa lama virus corona bertahan di luar tubuh manusia, sangat mungkin bila penularan penyakit ini terjadi lewat permukaan benda. Jika seseorang menyentuh permukaan benda yang terkena partikel virus corona lalu menyentuh wajah, mulut, atau mata, virus bisa masuk ke dalam tubuh.

Meskipun demikian, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS berpendapat penyebaran virus corona melalui metode ini lebih jarang terjadi. Permukaan yang kerap menjadi sarana penyebaran virus di tempat umum antara lain pegangan pintu, dudukan toilet, dan wastafel.

3.       Belum ada bukti bahwa SARS-CoV-2 bisa menular lewat udara

Tidak sedikit orang yang merasa takut berlebihan terhadap Covid-19 karena sempat beredar pernyataan virus corona menyebar lewat udara. Namun hingga kini, belum ada bukti SARS-CoV-2 bisa menular lewat udara.

Untunglah karakteristik virus corona tidak seperti beberapa patogen berbahaya lainnya yang bisa menyebar melalui tetesan super kecil sehingga bisa melayang lama di udara seperti campak. Namun, perlu diingat tidak menular lewat udara (airborne) bukan berarti Anda tidak perlu waspada. Berada di dekat penderita Covid-19 yang bersin atau batuk tetap berisiko tinggi terpapar virus corona.

4.       Bisa ditularkan oleh orang yang terjangkit virus tapi tidak terlihat sakit

Dari metode penularan Covid-19 lainnya, bisa jadi yang paling berisiko adalah penyebaran virus corona oleh orang yang terjangkit virus tapi tidak terlihat sakit. Ini karena imunitas tubuh tiap orang berbeda.

Ada orang-orang tertentu yang tidak memperlihatkan gejala meski mereka telah terjangkit Covid-19. Kebanyakan orang akan hilang kewaspadaan jika berada di dekat orang-orang yang tidak terlihat sakit. Karena itu, bisa saja terjadi kontak jarak dekat dan memperbesar kemungkinan penularan virus.

Gejala-gejala yang Timbul pada Penderita Covid-19

Covid-19 menimbulkan gejala-gejala yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Anda perlu memahami gejala-gejala tersebut agar bisa segera mendapatkan penanganan. Berikut beberapa gejala yang umum dirasakan penderita Covid-19.

1.       Demam

Infeksi virus dalam tingkat tertentu akan menyebabkan demam, saat tubuh sedang berjuang melawan virus tersebut. Pada penderita Covid-19, umumnya ditemukan bahwa yang terjadi bisa sangat tinggi di atas 38 derajat Celsius. Berdasarkan laporan, diketahui demam yang ada bisa sampai membuat penderita menggigil.

2.       Batuk

Saat seseorang terjangkit Covid-19, umumnya muncul gejala batuk yang berkepanjangan sepanjang orang tersebut sakit. Batuk yang dialami bisa ringan atau sedang. Batuk yang muncul pun berbeda dengan flu atau pilek yang biasanya merupakan batuk berdahak. Pada penderita Covid-19, batuk yang muncul adalah batuk kering.

3.       Sesak napas

Gejala kesulitan bernapas atau sesak napas menjadi salah satu gejala kunci pada penderita Covid-19 karena virus ini menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Pada mereka yang sebelumnya telah mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan paru-paru, terjangkit Covid-19 bisa menyebabkan pneumonia parah yang berisiko kematian. Penderita Covid-19 dengan gejala ringan, sesak napas ringan masih mungkin terjadi meski risikonya tidak sebesar penderita dengan riwayat kesehatan paru-paru yang buruk.

Selain ketiga gejala utama di atas, penderita Covid-19 juga mungkin mengalami gejala-gejala lain seperti sakit tenggorokan, nyeri otot, pilek, sakit kepala, dan kelelahan. Bahkan untuk kasus-kasus Covid-19 yang berat, penderita bisa mengalami pneumonia akut hingga gagal ginjal.

Tips Penting Seputar Pencegahan Penularan Covid-2019

Memahami apa dan bagaimana penyebaran virus corona di sekitar Anda akan membantu Anda dalam mencegah penularan Covid-19 lebih luas lagi. Berikut beberapa anjuran untuk pencegahan demi menghentikan virus corona menyebar melalui berbagai hal di sekitar Anda.

1.       Membiasakan diri dan keluarga untuk rutin mencuci tangan

Di tengah cepatnya penyebaran Covid-19, untungnya, virus ini bisa dibasmi lewat kebiasaan bersih sehari-hari seperti mencuci tangan. Hal ini amat penting untuk dilakukan karena virus corona menyebar utamanya lewat tangan yang sering bersentuhan dengan berbagai permukaan. Dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dengan benar, virus dan bakteri berbahaya yang menempel di tangan bisa dibasmi.

Lakukan kebiasaan ini setelah pulang dari tempat umum yang banyak dikunjungi orang, setelah menyentuh permukaan yang berpotensi mengandung kuman dan virus, serta sebelum makan. Ini untuk memastikan tangan bebas dari virus corona. Gunakan sabun antibakteri seperti Lifebuoy. Formula Activ Silver dalam Lifebuoy Handwash mampu membasmi virus, bakteri, hingga jamur secara efektif. Jika harus meninggalkan rumah, pastikan Anda selalu membawa hand sanitizer Lifebuoy untuk memastikan kebersihan tangan. Dengan demikian, Anda dan keluarga akan terlindungi dari virus corona.

2.       Patuhi imbauan pemerintah mengenai physical distancing

Physical distancing atau aksi menjaga jarak fisik, penting dilakukan selama pandemi Covid-19 masih terjadi. Salah satu metode penyebaran virus corona adalah lewat kontak jarak dekat dengan penderita Covid-19.

Dengan membatasi jarak fisik antara satu orang dengan lainnya, penyebaran virus bisa diminimalkan dan ditekan. Physical distancing juga akan mengurangi potensi penularan virus oleh orang yang sudah terjangkit namun tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun.

Tahan diri untuk tetap tinggal di rumah selama masa waspada virus corona. Tetap berada di rumah memberikan keuntungan ganda bagi Anda dan masyarakat. Jika Anda tidak terjangkit virus corona, menjaga kebersihan rumah dan tetap tinggal di rumah akan menghindarkan Anda dari risiko terpapar virus corona. Jika sudah terjangkit meski tidak menunjukkan gejala berarti, Anda bisa mencegah virus tidak menyebar ke luar.

3.       Rajin membersihkan permukaan yang sering disentuh

Mengingat karakteristik virus corona yang bisa menempel di permukaan yang sering disentuh banyak orang, sangat baik jika Anda rajin membersihkan area tersebut. Air sabun antibakteri cukup untuk membunuh kuman penyakit dan berbagai virus berbahaya yang ada.

Anda juga bisa menggunakan disinfektan jika diperlukan. Untuk penggunaan di rumah, alkohol, pemutih, atau cairan pencuci lainnya bisa digunakan.

Bahan-bahan disinfektan memang mampu membunuh virus secara efektif pada berbagai permukaan, tetapi Anda tak perlu berlebihan melakukan disinfeksi. Bukan hanya efektif untuk membasmi virus dan kuman, cairan desinfektan juga mengiritasi kulit jika tidak diaplikasikan dengan benar. Dampak negatif penggunaan desinfektan yang terlalu banyak bisa berupa gatal-gatal di kulit, mata merah, hingga kesulitan bernapas.

4.       Saat gejala Covid-19 muncul, segera hubungi dokter

Sampai saat ini, vaksin Covid-19 masih dalam penelitian dan belum bisa didapatkan secara umum. Pengobatan pada penderita Covid-19 masih terbatas pada penanganan sesuai gejala yang timbul. Karena itu, jika Anda atau anggota keluarga Anda merasa ada gejala Covid-19 yang muncul, segeralah menghubungi dokter.

Gejala utama seperti demam tinggi yang lebih dari 38°C dan dibarengi dengan batuk, serta kesulitan untuk bernapas, tidak boleh terlambat untuk datang ke dokter. Tindakan penanganan sejak awal akan membantu memastikan gejala bisa dirawat dengan baik. Selain itu, penanganan dini mencegah penularan virus corona kepada orang-orang di sekeliling Anda.

Mengetahui dengan baik bagaimana karakteristik virus corona dan bagaimana penyebarannya akan membantu Anda melindungi diri dan keluarga secara maksimal. Jangan lupa untuk terus membiasakan hidup bersih setiap hari dan rutin mencuci tangan dengan sabun selama kurang lebih 20 detik. Cuci tangan dengan cara yang benar menggunakan sabun antibakteri seperti Lifebuoy untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

Sumber:

lifebuoy.co.id/semua-artikel/infeksi-dan-pencegahannya/mengenal-novel-coronavirus-yang-menjadi-kekhawatiran-dunia.html

cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html

livescience.com/how-coronavirus-spreads.html

 

Diakses pada:

1 April 2020