Gejalanya Mirip, Kenali Beda Penyakit Muntaber dan Diare pada Anak

Seringkali keliru, muntaber dan diare adalah dua penyakit yang berbeda. Untuk mengetahui kedua perbedaannya, yuk simak artikel berikut.

Gejalanya Mirip, Kenali Beda Penyakit Muntaber dan Diare pada Anak

Baik muntaber maupun diare keduanya membuat perut tidak nyaman dan harus bolak balik ke toilet. Diare dan muntaber pun dapat dialami siapa saja terutama anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih rendah. Selain itu, masyarakat sering keliru membedakan antara diare dan muntaber karena gejala-gejalanya yang mirip.

Muntaber adalah penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada usus dan lambung, akibat infeksi virus maupun bakteri. Seseorang yang terkena muntaber bukan hanya mengalami diare, melainkan juga bisa mengalami kram perut, mual, dan muntah.

Pada kasus yang lebih parah, penderita muntaber dapat mengalami dehidrasi karena kehilangan begitu banyak cairan. Kondisi ini tentu sangat membahayakan dan perlu penanganan tepat.

Diare adalah kondisi saat penderitanya melakukan buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya, dan ditandai dengan feses lebih encer. Diare umumnya disebabkan makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Makanan yang sudah terkontaminasi bakteri atau virus inilah yang kemudian dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh.

Muntaber seringkali disebabkan oleh virus rotavirus dan bakteri E. coli

Muntaber pada anak sering disebabkan virus rotavirus dan bakteri E. coli. Anak-anak cenderung mengambil makanan dan minuman tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, terutama ketika mereka sedang asyik bermain. Hal ini membuat makanan terkontaminasi bakteri, virus, maupun parasit yang kemudian masuk ke dalam tubuh.

Muntaber dapat menular dari satu orang ke orang lain

Selain dari makanan, muntaber juga dapat menular dari penderita muntaber ke orang lain. Misalnya seorang anak yang terkena muntaber setelah melakukan buang air besar (BAB) tidak mencuci tangan tetapi kemudian bermain/melakukan kontak fisik dengan temannya yang lain.

Menyebabkan kram perut, mual dan muntah

Hal yang membedakan antara muntaber dan diare salah satunya adalah kram perut, mual, dan muntah. Kondisi seperti kram perut, dan mual ini dialami oleh penderita muntaber. Penderita diare biasanya hanya mengalami buang air besar terus-menerus tanpa disertai kram, mual, dan muntah.

Penurunan nafsu makan

Muntaber juga membuat anak mengalami penurunan nafsu makan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memberikan makanan kesukaannya ditambah sup hangat, roti, atau makanan yang lembut di mulut seperti jeli atau puding.

Sakit kepala, dan demam ringan

Gejala lain ketika si kecil mengalami muntaber yaitu sakit kepala dan demam ringan. Ketika demam, biarkan anak beristirahat dan tidur yang cukup untuk mengembalikan daya tahan tubuhnya yang menurun. Berikut ini tips mudah dan sederhana untuk mencegah muntaber dan diare.

  1. Mencuci tangan dengan sabun secara rutin.
  2. Hindari makanan dan minuman yang kurang higienis.
  3. Hindari makanan mentah yang belum dimasak lebih dulu.
  4. Konsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi.
  5. Jaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama lingkungan rumah.

Mencuci tangan dengan sabun seperti sebelum dan sesudah makan, serta setelah buang air besar/kecil harus disiplin diterapkan setiap hari. Ini karena bakteri, virus, dan parasit bisa menempel di mana saja terutama pada tangan yang kotor. Gunakan selalu Lifebuoy hand wash dan hand sanitizer ketika Anda dan keluarga melakukan aktivitas sehari-hari. Lifebuoy dibuat secara khusus untuk mencegah kuman dan virus penyebab berbagai macam penyakit.

Selebihnya dari Lifebuoy:

Wajib Tahu, Ini 7 Fakta Pandemi Covid-19

Apa sih pandemi Covid-19 itu? Yuk, cara tahu selengkapnya lewat 7 fakta dan asal mula virus corona ini!

3 min read

Bau Badan

Untuk anda yang sering beraktifitas diluar rumah, tentunya ingin terhindar dari bau badan. Yuk, simak informasi menarik seputar bau badan disini!

Infeksi Kulit

Skin infection

Musim Banjir, Jaga Kesehatan dan Waspada 7 Penyakit Berikut

Jangan sepelekan! Perhatikan 7 penyakit yang kerap terjadi akibat banjir dan tips terbaik untuk mencegah terjangkit berikut di musim banjir.