Efek Samping Membiarkan Biduran Alergi Dingin pada Anak

Efek Samping Membiarkan Biduran Alergi Dingin pada Anak

AddTHis is disabled because of cookie content

Biduran alergi dingin adalah biduran yang disebabkan udara dingin. Biduran biasanya berupa bentol, gatal, dan berwarna kemerahan pada kulit. Biduran karena udara dingin seringkali muncul di bagian tubuh tertentu seperti di wajah, tangan, dan kaki. Umumnya, biduran berlangsung selama beberapa jam sebelum menghilang sendiri.

Selain akibat udara dingin, penyebab biduran bisa juga dari kontak langsung antara kulit tanaman, serbuk sari, air liur dan bulu binatang peliharaan. Penyebab lainnya yaitu dari infeksi atau alergi pada beberapa makanan tertentu. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab biduran. Biduran bisa dikarenakan udara dingin atau karena infeksi dan alergi pada beberapa makanan. Hal ini digunakan untuk mengetahui bagaimana cara menyembuhkan biduran dengan tepat, antara home remedy atau membawa si kecil ke dokter.

Biduran yang berlangsung lama dan tidak kunjung menghilang perlu diwaspadai. Berikut efek samping biduran alergi dingin pada si kecil jika dibiarkan.

1.    Mengalami demam ketika muncul biduran

Biduran bisa berlangsung selama beberapa jam bahkan hari sebelum menghilang sendiri. Namun, jika biduran disertai dengan demam, Anda harus segera membawa si kecil ke dokter.

Biduran yang disertai demam pada anak biasanya muncul ketika mereka sudah lepas dari ASI. Ini karena anak hanya bergantung pada daya tahan tubuh yang bertugas melindungi tubuh dari serangan luar contohnya virus dan bakteri. Daya tahan tubuh anak yang belum matang inilah yang berisiko munculnya alergi dingin/biduran.

Segera bawa ke dokter jika biduran pada si kecil disertai dengan demam. Penyakit seperti campak dan DBD juga memiliki gejala serupa yaitu demam disertai dengan bentol-bentol kemerahan.

2.    Biduran yang disertai anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah dan terjadi secara tiba-tiba. Anafilaksis merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani karena bisa berakibat fatal. Penderita biduran yang disertai anafilaksis biasanya mengalami pusing dan sesak napas sehingga bisa menghambat laju pernapasan.

3.    Biduran dengan angioedema

Angioedema adalah pembengkakan pada kulit di kelopak mata, bibir, tangan, kaki, dan sekitar alat kelamin akibat penumpukan cairan tubuh. Biduran yang disertai angioedema dapat diatasi dengan konsumsi obat-obatan antigatal seperti antihistamin, obat anti inflamasi (khususnya untuk penderita angioedema parah), dan anti inflamasi non-steroid misalnya antagonis leukotrien.

Biduran pun bisa dicegah dengan melakukan beberapa tips berikut.

1.    Lindungi diri dari paparan udara dingin

Biduran karena alergi dingin bisa dicegah dengan melindungi diri dari udara yang dingin. Pastikan Anda dan si kecil mengenakan jaket, syal, atau mantel ketika musim dingin/hujan terutama saat beraktivitas di luar rumah.

2.    Menghindari makanan dan minuman dingin

Makanan penyebab alergi yang harus dikurangi konsumsinya antara lain cokelat, kerang-kerangan, dan susu. Selain makanan penyebab alergi, hindari juga konsumsi makanan dan minuman dingin yang dapat menyebabkan biduran serta sakit tenggorokan.

3.    Hindari kontak langsung dengan binatang

Kontak langsung dengan binatang juga bisa menyebabkan biduran. Binatang liar atau yang bukan peliharaan seringkali kotor dan tidak terawat. Jangan biarkan si kecil bermain dengan binatang liar yang ia temui di jalan maupun di sekitar rumah.

Sebagai upaya pencegahan, Anda pun bisa mengajarkan si kecil untuk rutin menjaga kebersihan seperti mandi dan mencuci tangan dengan sabun. Gunakan produk kesehatan Lifebuoy yang terbukti klinis ampuh melindungi diri dari kuman dan bakteri penyebab penyakit.

 

Sumber:

halodoc.com/artikel/biduran-karena-udara-dingin-dapatkah-disembuhkan

id.theasianparent.com/alergi-dingin

alodokter.com/alergi-dingin

dokterpure.com/2018/01/penyebab-biduran-meyerang-anak.html?m=1

demampanas.com/biduran-disertai-demam-pada-anak

halodoc.com/artikel/4-penanganan-untuk-atasi-angioedema