Infeksi jamur pada kuku, atau onikomikosis, umumnya disebabkan oleh jamur Tinea unguium. Jamur ini memakan keratin pada kuku, menyebabkan kuku kekurangan nutrisi dan terlihat tidak sehat. Infeksi ini dapat menular, sehingga penting untuk segera menanganinya.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi jamur kuku meliputi:
- Riwayat infeksi jamur kuku dalam keluarga.
- Kondisi kesehatan seperti diabetes.
- Kebiasaan merokok.
- Penyakit vaskular perifer yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
- Perubahan hormonal pada wanita lansia.
- Penggunaan kuku artifisial (akrilik) yang dapat memerangkap kelembapan di bawah kuku.
Gejala infeksi jamur kuku yang perlu diwaspadai:
- Kuku menjadi lebih tebal dari biasanya.
- Perubahan warna kuku menjadi kuning atau disertai bercak putih yang membesar.
- Tekstur kuku menjadi kering dan rapuh, mudah patah.
- Kulit di sekitar kuku tampak kering dan pecah-pecah akibat infeksi jamur.
Penanganan infeksi jamur kuku dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Beberapa pendekatan yang mungkin dilakukan meliputi penggunaan krim topikal, pelapis kuku antijamur, atau obat antijamur oral. Dalam kasus yang parah, tindakan medis untuk mengangkat bagian kuku yang rusak mungkin diperlukan untuk mendukung pertumbuhan kuku yang sehat.