Ini Penyakit Gangguan Pencernaan yang Sering Terjadi pada Anak

Bun, Ini Penyakit Gangguan Pencernaan yang Sering Terjadi pada Anak

AddTHis is disabled because of cookie content

Anak usia di bawah lima tahun kerap lebih rentan terkena berbagai penyakit pencernaan. Kondisi ini terjadi karena sistem pencernaan pada bayi di bawah 3 tahun (batita) maupun bayi di bawah 5 tahun (balita) masih dalam tahap perkembangan. Jadi, ketika sistem tersebut terusik karena adanya faktor risiko dari luar, berbagia gangguan pencernaan pun bisa sulit dihindari.

Apabila anak termasuk yang kerap mengalami gangguan sistem pencernaan, jangan menyepelekannya. Jika sistem pencernaan terus-menerus terganggu, ini akan berpengaruh pada tingkat sistem daya tahan tubuh si kecil. Gangguan tumbuh kembang pun bisa menjadi risiko yang mengintai anak-anak yang kerap mengalami gangguan pencernaan.

Mengetahui apa saja penyakit pencernaan dan bagaimana cara menghadapinya menjadi penting untuk mencegah dampak yang lebih buruk terhadap daya tahan tubuh buah hati. Berikut beberapa jenis penyakit pencernaan yang umumnya menyerang anak-anak balita disertai tips menanganinya.

1.    Diare

Feses anak yang masih meminum air susu ibu (ASI) ataupun susu formula umumnya akan bertekstur lunak. Namun, jika sudah terlalu lunak bahkan cenderung encer, artinya si kecil tengah mengalami diare. Penyebab diare pada anak umumnya disebabkan adanya infeksi bakteri ataupun virus. Gangguan pencernaan ini juga bisa ditimbulkan karena adanya indikasi salah makan hingga keracunan makanan.

Ketika anak mengalami diare, cobalah untuk tenang. Berikan ia makanan alami terlebih dahulu yang bisa memanfatkan feses, seperti dengan mengonsumsi pisang. Pastikan pula asupan cairan si kecil terjaga selama ia mengalami diare agar ia tidak lemas karena dehidrasi.

2.    Perut Kembung

Sistem pencernaan si kecil yang masih terus berkembang juga mudah membuatnya terserang perut kembang. Gangguan pencernaan ini timbul akibat gas yang menumpuk di saluran pencernaan. Ketika mengalami perut kembung, otomatis anak Anda akan lebih rewel karena merasa tidak nyaman.

Anda bisa menepuk pelan perut si kecil untuk memastikan ia sedang mengalami perut kembung atau tidak. Jika memang terasa bunyi udara yang berlebih, coba segera ubah pola makan si kecil. Hindari makanan-makanan bergas tinggi, seperti kol ataupun sayur-sayuran hijau. Sebagai pertolongan pertama, Anda juga dapat mengompres perut anak dengan air hangat agar otot-otot perutnya lebih rileks.

3.    Refluks Asam Lambung

Jika anak Anda sering mengeluar dada bagian atasnya terasa panas, mual, hingga sakit saat menelan; hati-hati sebab bisa jadi ia tengah mengalami penyakit pencernaan berupa refluks asam lambung. Jenis gangguan sistem pencernaan ini dikenal juga dengan istilah GERD. Jika dibiarkan, anak akan terus mengalami muntah yang menyebabkan ia dehidrasi hingga lemas mendadak.

Berobat ke dokter merupakan cara paling baik untuk mendapatkan penanganan terkait refluks asam lambung pada anak. Namun, jika tiba-tiba anak Anda mendapati gejala GERD mendadak, coba dudukkan ia dengan posisi tegak. Jangan biarkan ia tertidur sebab posisi terbaring justru membuat asam lambung akan semakin naik. Posisi tersebut dapat meningkatkan rasa sakit akibat penyakit pencernaan yang satu ini.

4.    Konstipasi

Selain diare, konstipasi atau yang dikenal juga dengan istilah sembelit kerap menyambangi anak kecil. Konstipasi merupakan gangguan sistem pencernaan yang membuat anak kesulitan membuat air besar. Kondisi ini menjadi efek dari kurangnya asupan cairan dan serat dalam tubuh si kecil.

Gangguan pencernaan berupa konstipasi umumnya akan disertai gejala kram perut dan nyeri saat buang air besar karena feses yang mengeras. Anda mesti segera memberi si kecil asupan serat yang banyak, yang berasal dari sayur dan buah-buahan. Pastikan pula asupan cairan, khususnya air putih, si kecil terpenuhi guna memperlancar proses buang air besarnya.

Secara umum, gangguan sistem pencernaan pada buah hati Anda yang masih kecil sangat bergantung pada kondisi makanan dan lingkungannya. Semakin bersih makanan dan lingkungan si kecil, kemungkinan ia mengalami penyakit pencernaan bisa dikurangi.

Karena itu, cobalah untuk terus mengajarkan kebiasaan gaya hidup bersih sedari dini. Salah satunya, cobalah untuk selalu mengajarkan buah hati belajar mencuci tangan dengan sabun. Gunakan sabun antibakteri yang sudah teruji, seperti Lifebuoy, untuk memastikan proses cuci tangan yang dilakukan anak benar-benar dapat menjaganya dari gangguan sistem pencernaan yang menganggu.

 

Sumber:

popmama.com/kid/1-3-years-old/bella-lesmana/gangguan-pencernaan-yang-sering-terjadi-pada-anak-usia-dini

tribunnews.com/kalbe-health-corner/2019/07/30/5-gangguan-pencernaan-anak-yang-sering-terjadi-dan-pencegahannya

kumparan.com/kumparanmom/7-gangguan-pencernaan-yang-sering-menyerang-anak-1svGlSB2B6m

alodokter.com/mengenali-gangguan-pencernaan-pada-batita-dan-cara-mengatasinya

liputan6.com/health/read/4048685/cek-gangguan-pencernaan-yang-sering-dialami-anak

hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyakit-gangguan-sistem-pencernaan-umum/

alodokter.com/mengenali-gangguan-pencernaan-pada-batita-dan-cara-mengatasinya#:~:text=Batita%20yang%20mengalami%20gangguan%20pencernaan,saluran%20cerna%2C%20atau%20intoleransi%20laktosa.

 

Diakses pada:

23 Juni 2020