Asma
Batuk sering menjadi gejala umum asma, namun ada jenis asma tertentu yang dikenal sebagai batuk-variasi asma, yang seringkali menyebabkan batuk kering kronis. Jika batuk kering disertai sesak napas, rasa ketat di dada, atau napas berdenging, segera periksakan ke dokter.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Penyakit asam lambung ini terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi yang memicu refleks batuk kering. Gejala lain meliputi rasa terbakar di dada, tenggorokan terasa mengganjal, suara serak, dan kesulitan menelan.
Alergi atau Pilek Musiman
Alergi dapat menyebabkan lendir menetes ke tenggorokan, memicu rasa gatal dan batuk kering. Kondisi ini sering ditandai dengan sakit tenggorokan, hidung meler, dan batuk yang memburuk di malam hari, dipicu oleh alergen tertentu.
Batuk Rejan (Pertusis)
Disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis, batuk rejan adalah penyakit menular yang berbahaya, terutama bagi bayi dan anak-anak. Gejala utamanya adalah rentetan batuk keras yang intens, sering disertai muntah, sulit bernapas, dan bunyi "whooping" saat menarik napas.
Infeksi Virus
Infeksi virus seperti influenza atau pilek biasa sering menjadi penyebab batuk kering. Batuk ini bisa bertahan lama setelah gejala lain mereda karena saluran pernapasan menjadi lebih sensitif pasca-infeksi.
COVID-19
Batuk kering adalah salah satu gejala umum COVID-19. Ciri-cirinya meliputi batuk kering yang terjadi terus-menerus (setidaknya setengah hari), merupakan gejala baru, dan tidak menghasilkan dahak. Meskipun tidak semua batuk kering berarti COVID-19, jenis batuk ini memiliki potensi lebih tinggi sebagai gejala.