Apa Itu Meningitis  Kenali Risiko Radang Selaput Otak

Apa Itu Meningitis? Kenali Risiko Radang Selaput Otak

AddTHis is disabled because of cookie content

Penyakit yang berhubungan otak umumnya memiliki tingkat fatalitas tinggi, tidak terkecuali meningitis. Penyakit yang kerap disebut sebagai radang selaput ini nyatanya bisa berisiko menimbulkan kematian bagi penderitanya.

Kematian yang disebabkan meningitis umumnya karena penderita tidak menyadari sedang terkena penyakit tersebut. Ketika melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh, barulah diketahui penderita mengidap meningitis dan sudah sampai tahap yang parah sehingga harapan untuk pulih total menjadi semakin kecil.

Kondisi baru diketahuinya seseorang terkena radang selaput otak pada tahap yang sudah akut dikarenakan penyakit ini memiliki gejala awal yang ringan dan serupa dengan demam, flu, atau sakit kepala biasa. Karena itu, mengetahui penyebab dan gejala meningitis sebagai antisipasi pencegahan menjadi sangat penting guna bisa mendeteksi penyakit ini sejak awal

Radang Selaput Otak

Meningitis merupakan suatu penyakit berupa peradangan. Namun, jika biasanya peradangan terjadi di tenggorokan ataupun tulang, penyebab meningitis justru menyerang bagian otak. Bagian yang paling kencang diserang adalah bagian lapisan pelindung otak atau yang kerap dikenal sebagai selaput otak. Karena alasan ini pulalah, meningitis dikenal sebagai radang selaput otak.

Infeksi akibat peradangan selaput otak tidak berhenti di bagian otak saja. Infeksi meningitis juga kerap menjalar hingga sumsum tulang belakang sehingga sangat memengaruhi kerusakan saraf lainnya pada tubuh.

Meningitis termasuk dalam jenis penyakit yang bisa menular lewat kontak langsung. Adanya percikan liur dari penderita hingga persebaran mikroorganisme yang menyebabkan penyakit ini di udara hingga terhidup bisa menjadi penyebab meningitis menular.

Orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, wanita hamil, penderita diabetes, serta anak-anak menjadi kelompok yang rentan tertular. Guna meminimalkan risiko penularannya, kelompok rentan tersebut sebaiknya menjalani vaksinasi radang selaput otak.

Ketika tertular penyakit radang selaput otak ini, bukan berarti Anda tidak bisa sembuh. Meningitis tetaplah jenis penyakit yang bisa diobati dengan penanganan medis yang tepat. Terapi hingga pemberian obat antimikroba kerap menjadi pilihan dokter untuk menangani pasien yang terdiagnosis menderita meningitis. Daya tahan tubuh mesti ditingkatkan dengan makanan bergizi dan istirahat cukup agar mampu melawan penyakit ini hingga sembuh.

Penyebab Meningitis

Penyebab meningitis beraneka ragam. Bermacam mikroorganisme hingga infeksi terdahulu yang pernah Anda alami dapat menjadi penyebab penyakit ini. Mengetahui penyebab meningitis menjadi penting. Ini karena penanganan yang dilakukan untuk pengobatannya antara penyebab yang satu dengan yang lain bisa saja berbeda. Berikut ini adalah beberapa penyebab meningitis.

1.    Bakteri

Banyak jenis bakteri yang menjadi penyebab meningitis. Namun, umumnya yang paling sering dijumpai adalah bakteri Neisseria meningitidis dan Streptococcus pneumonia. Kedua bakteri ini awalnya menyerang saluran pernapasan Anda hingga akhirnya berujung pada peradangan selaput otak.

Meningitis yang disebabkan bakteri cukup berisiko tinggi karena sangat cepat merusak selaput otak. Tingkat penularan meningitis yang disebabkan bakteri juga sangat tinggi jika terjadi kontak langsung dengan penderita.

Selain Neisseria meningitides dan Streptococcus pnemumonia, ada beberapa jenis bakteri lainnya yang bisa menyebabkan radang selaput otak. Beberapa di antaranya dikenal dengan nama bakteri Haemophilus influenza tipe B, Listeria monocytogenes, dan Staphulococcus aereus.

2.    Virus

Virus yang menjadi penyebab meningitis masuk dalam golongan enterovirus atau arbovirus. Kedua jenis virus ini bisa menular lewat percikan air liur penderita ke orang lain. Selain itu, penularan virus penyebab radang selaput otak dapat dibawa gigitan serangga.

Banyaknya media penularan enterovirus maupun arbovirus membuat meningitis yang disebabkan virus menjadi yang paling menular. Namun, tingkat fatalitasnya justru tidak tinggi karena dinilai tidak mengancam jiwa.

3.    Parasit

Naegleria fowleri menjadi parasit yang bisa membuat Anda menderita radang selaput otak. Dibandingkan penyebab meningitis lainnya, parasit menjadi penyebab yang paling mematikan. Pasalnya jika Anda terkena meningitis akibat parasit, tingkat risiko kematiannya lebih tinggi dibandingkan ketika terkena meningitis akibat penyebab yang lain.

Hanya saja, meningitis yang disebabkan parasit tergolong tidak menular. Parasit hanya bisa masuk lewat lubang hidung calon penderita. Namun, calon penderita tidak bisa mengeluarkannya hingga orang lain menjadi tertular.

4.    Jamur

Adalah jamur berjenis Cryptococcus, yang menjadi penyebab radang selaput otak menyerang seseorang. Namun, sangat jarang dijumpai penderita meningitis yang awal mula penyakitnya karena serangan jamur ini. Karena itulah, meningitis akibat jamur menjadi jenis meningitis yang paling langka.

Ini karena ketika masuk ke tubuh seseorang, belum tentu jamur Cryptococcus berkembang dan sukses menyerang selaput otak. Umumnya, jamur ini bisa berubah menjadi radang selaput otak apabila masuk ke tubuh seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

5.    Cedera

Selain mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit, nyatanya ada penyebab meningitis lainnya yang timbul akibat Anda cedera. Jenis meningitis akibat adanya cedera yang mendahulu dikenal dengan istilah meningitis non-infeksi.

Cedera yang menyebabkan meningitis apabila kondisi tersebut terjadi di kepala dan melukai bagian selaput otak. Luka tersebut bisa saja di operasi sebagai proses penyembuhan, tetapi ternyata sudah lebih dahulu menimbulkan radang yang berujung meningitis.

Kenali Gejala Meningitis

Meningitis bukanlah suatu penyakit yang tidak bisa diobati. Hanya saja, penyakit ini menjadi sangat serius dan sulit disembuhkan karena penanganan yang terlambat. Faktor tidak mengenali gejala meningitis sedari awal menjadi sumber penanganan yang telat itu.

Sepintas memang sulit membedakan gejala meningitis dengan gejala penyakit lain seperti flu maupun sakit kepala. Namun, tidak ada salahnya jika Anda memeriksakan diri secara keseluruhan ke medis apabila kerap mengalami gejala-gejala di bawah ini.

1.    Sakit Kepala Parah

Dikarenakan menyerang bagian otak, tidak mengherankan meningitis akan membuat Anda sering mengalami sakit kepala. Sakit kepala yang merupakan gejala meningitis akan sering terjadi tanpa penyebab yang jelas. Ketika meminum obat sakit kepala, rasa sakit yang ditimbulkan akibat adanya radang di selaput otak tidak bisa hilang begitu saja.

2.    Mual dan Muntah

Rasa mual dan muntah yang berlebihan juga bisa menjadi gejala meningitis. Rasa mual memang datang sesekali. Namun, jika memang mengarah ke meningitis, mual akan selalu disertai muntah.

3.    Leher Kaku

Leher yang terasa kaku bisa saja terjadi karena Anda terlalu banyak duduk dengan model statis. Namun jika leher kaku terlalu sering Anda alami, mencurigainya sebagai gejala meningitis perlu menjadi pertimbangan.

4.    Fotofobia

Orang-orang yang mengalami radang di bagian otak umumnya akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Tidak jarang, orang-orang yang ternyata mengidap meningitis menjadi takut akan cahaya atau dikenal dengan istilah fotofobia.

5.    Mudah Bingung

Adanya radang di bagian selaput otak serta-merta akan memengaruhi memori Anda. Tidak terkecuali ketika Anda menderita meningitis, Anda akan menjadi mudah bingung terhadap sesuatu yang hendak Anda ucapkan sebelumnya. Anda juga memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih pelupa.

6.    Demam Tinggi

Gejala meningitis yang satu ini biasanya didapati pada penderita yang masih berusia belia alias anak-anak. Demam tinggi yang dialami penderita biasanya memiliki frekuensi berulang dan tidak bisa sembuh tuntas, meskipun sudah meminum berbagai macam obat.

7.    Mudah Pingsan

Radang selaput otak akan memengaruhi tingkat kekebalan tubuh penderitanya. Tidak jarang ketika sudah ada rada di selaput otak, Anda mungkin akan mudah pingsan karena kondisi yang mudah lelah.

Tips Mencegah Meningitis

Mengetahui penyebab dan gejala meningitis dapat membuat Anda lebih berhati-hati terkait jenis penyakit yang satu ini. Upaya pencegahan pun bisa Anda lakukan secara lebih fokus guna terhindar dari peradangan yang menyerang bagian selaput otak tersebut. Bagaimana pun, mencegah adalah obat terbaik untuk segala jenis penyakit, termasuk untuk meningitis.

Langkah pencegahan untuk terhindar dari meningitis pun sebenarnya tidak sulit. Coba lakukan beberapa tips di bawah ini guna memastikan diri tidak terpapar penyebab meningitis.

1.    Jauhi Makanan Mentah

Mikroogranisme penyebab meningitis, seperti bakteri dan jamur, sangat mudah menempel di makanan. Namun, mikroorganisme ini tidak akan tahan panas sehingga akan mati jika dipanaskan. Selalu mengonsumsi makanan matang dan berproses pun bisa menjadi upaya pencegahan radang selaput otak yang sangat efektif. Sementara itu, makanan mentah atau setengah mati sebaiknya Anda jauhi.

2.    Tidak Berbagi

Berbagi makanan dan minuman ke orang lain dapat menjadi media penularan meningitis yang mematikan. Pasalnya, Anda tidak akan pernah tahu apakah di dalam tubuh orang tersebut terdapat mikroorganisme penyebab meningitis atau tidak.

Daripada mengambil risiko besar tertular, tidak berbagi makanan dan minuman ke orang lain menjadi langkah yang bijak untuk mencegah penyakit ini. Patut diingat, tidak berbagi makanan dan minuman ke orang khsusnya apabila makanan dan minuman tersebut berada dalam satu wadah yang sama.

3.    Rajin Cuci Tangan

Sumber penyebab meningitis bisa saja menempel di mana saja tanpa Anda sadari. Penyebab-penyebab tersebut kemudian dapat menginfeksi tubuh Anda ketika masuk lewat mulut, hidung, ataupun mata.

Sebaiknya rajin-rajinlah mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun untuk memastikan tidak ada mikroorganisme yang tanpa sengaja masuk ke tubuh Anda. Ikuti anjuran cuci tangan yang benar sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) dengan mencuci melalui 6 gerakan dan waktu minimal 20 detik.

4.    Jadwalkan Olahraga

Baiknya dalam seminggu, Anda berolahraga minimal 3 kali dengan durasi latihan minimal 30 menit. Tujuan olahraga untuk menjaga daya tahan tubuh Anda. Meningitis akan lebih mudah menjangkiti orang dengan tingkat daya tahan tubuh lemah. Jika daya tahan tubuh kuat, sekalipun ada jenis mikroorganisme penyebab meningitis masuk ke tubuh, Anda akan mampu melakukan perlawanan sehingga tidak berujung menjadi meningitis.

5.    Ambil Vaksinasi

Radang selaput otak merupakan jenis penyakit yang saat ini sudah ditemukan vaksinnya. Dengan vaksin tersebut, tubuh Anda akan membentuk antibodi untuk melawan berbagai macam mikroorganisme penyebab meningitis. Jenis vaksin yang bisa menjadi pencegah meningitis, di antaranya vaksin pneumokokus PPSV23 serta vaksin meningokokus.

Mengalami radang selaput otak tentunya bukan harapan siapapun. Namun, harapan untuk tidak terkena penyakit ini tentunya mesti sebanding dengan upaya Anda untuk melakukan pencegahan. Apalagi pada dasarnya, meningitis bisa dihindari dengan menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.

Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah rajin mencuci tangan. Jadikan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun cair Lifebuoy sebagai perisai Anda untuk melawan meningitis. Salam sehat selalu!

 

Sumber:

alodokter.com/meningitis

alodokter.com/meningitis/penyebab

ilovelife.co.id/blog/kenapa-penyakit-meningitis-berbahaya-ketahui-penyebab-gejala-dan-cara-mencegahnya/

hellosehat.com/kesehatan/penyakit/meningitis-adalah-radang-selaput-otak/

health.kompas.com/read/2020/04/09/082528768/meningitis-penyebab-gejala-dan-cara-mengobati?page=all

merdeka.com/trending/waspadai-gejala-dan-penyebab-meningitis-penyakit-yang-mendera-glenn-fredly-kln.html

sehatq.com/penyakit/meningitis

everydayhealth.com/hs/understanding-meningitis/types-of-meningitis/

meningitisnow.org/meningitis-explained/what-is-meningitis/types-and-causes/

mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508

 

Diakses pada:

25 Juni 2020