Ada beberapa kondisi yang paling sering menjadi penyebab anak muntah, di antaranya:
1. Mabuk Perjalanan (Motion Sickness)
Mabuk perjalanan terjadi akibat ketidakselarasan antara sistem penglihatan, keseimbangan, dan peraba. Gejalanya meliputi pusing, mual, dan muntah. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh oleh bermain gim terlalu lama atau wahana rekreasi yang berputar.
2. Kekenyangan
Anak yang terlalu bersemangat makan hingga kekenyangan dapat mengalami mual dan muntah. Pastikan anak makan dengan porsi yang cukup dan tidak terburu-buru untuk mencegah hal ini.
3. Cemas dan Stres
Stres dan kecemasan berlebihan pada anak dapat memengaruhi kondisi fisik, termasuk organ pencernaan, yang bisa menyebabkan mual, muntah, dan rasa tidak nyaman di perut.
4. Alergi Makanan
Muntah setelah makan bisa menjadi tanda alergi makanan. Perhatikan makanan yang dikonsumsi anak. Gejala lain alergi makanan bisa berupa gatal-gatal, bibir bengkak, atau sesak napas.
5. Keracunan Makanan
Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau kuman dapat menyebabkan keracunan makanan. Gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare mungkin baru muncul beberapa jam atau hari setelahnya.
Penting diingat, jika muntah pada anak terjadi selama lebih dari 24 jam dan disertai gejala seperti lemas, dehidrasi, nyeri perut hebat, diare parah, gangguan neurologis, gangguan pernapasan, isi muntahan berwarna kehijauan, atau perut membuncit, segera bawa Si Kecil ke dokter anak. Ini bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius yang memerlukan penanganan medis segera. Dokter akan melakukan observasi dan memberikan perawatan yang sesuai dengan usia dan kondisi anak.