7 Penyebab Kelelahan yang Patut Diwaspadai

Jangan menganggap remeh masalah kelelahan yang sering terjadi pada tubuhmu. Kenali penyebab kelelahan dengan cermat sehingga kamu bisa mengatasinya.

7 Penyebab Kelelahan yang Patut Diwaspadai

Kelelahan adalah kondisi fisiologis yang wajar dan bisa dialami semua orang. Namun, bukan berarti kamu boleh mengabaikan hal tersebut jika kondisi ini sering kamu alami. Faktanya, tubuh yang mudah lelah juga dapat disebabkan oleh penyakit tertentu. Itulah sebabnya kamu wajib mengenali gejala kelelahan wajar sehingga bisa mewaspadai penyebab kelelahan yang merupakan gejala penyakit.

Mengenal Gejala Kelelahan yang Wajar

Beberapa gejala kelelahan yang wajar dan tidak disebabkan penyakit adalah sebagai berikut:

  • Rasa lelah muncul akibat tekanan mental berlebihan, misalnya beban kerja yang lebih besar dibandingkan hari-hari sebelumnya.

  • Selain itu, lelah juga dapat muncul akibat aktivitas fisik, contohnya melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, dan bepergian ke tempat jauh.

Kelelahan yang wajar bisa diatasi dengan cara beristirahat dan tidur yang cukup. Tidur minimal 8 jam sehari akan membuat kamu terbebas dari kelelahan dan siap beraktivitas lagi.

Berbagai Penyebab Kelelahan yang Tidak Wajar dan Patut Diwaspadai

Berbagai Penyebab

Sementara itu, kelelahan yang tidak wajar dan berpotensi menjadi penyakit serius  gejalanya adalah:

  • Rasa lelah sering terjadi meskipun tidak melakukan aktivitas fisik dan mental yang berat.

  • Kelelahan tidak hilang walaupun kamu sudah beristirahat atau tidur cukup.

  • Disertai berbagai gejala lainnya, yaitu sesak napas, mudah terengah-engah ketika berjalan kaki, sangat mengantuk di siang hari, ada bagian tubuh yang membengkak, dan lainnya.

Beberapa penyakit berikut ini ternyata rentan menjadi penyebab kelelahan dan harus segera diatasi supaya tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih parah:

  • Anemia: Gangguan kesehatan ini disebabkan oleh produksi sel darah merah yang menurun sehingga tubuh kekurangan zat besi. Penurunan jumlah zat besi menyebabkan organ-organ tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen memadai sehingga kamu gampang merasa lelah.

  • Diabetes: Penyakit yang populer dengan istilah kencing manis ini juga menjadi biang keladi kelelahan. Rasa lelah pada pengidap diabetes juga disertai gejala lainnya seperti penurundrastis, anggota tubuh tertentu mengalami kesemutan, sering buang air kecil, serta luka yang sulit sembuh.

  • Sindrom kelelahan kronis: Sindrom ini juga dikenal dengan istilah Myalgic Encephalomyelitis (ME) dan rentan menyerang wanita usia 20 hingga 40 tahun. Gejalanya ditandai dengan lelah berkepanjangan, nyeri otot, susah tidur, dan jantung berdetak cepat.

  • Demam kelenjar: Bila dibandingkan dengan jenis demam lainnya, demam kelenjar atau glandular fever memang kurang familiar. Demam kelenjar disebabkan pembengkakan kelenjar getah bening sehingga menyebabkan kelelahan, sakit tenggorokan, dan peningkatan suhu tubuh.

  • Penyakit tiroid: Beberapa gangguan tiroid yang rentan memicu kelelahan antara lain kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme), kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme), dan kanker tiroid. Gejala penyakit tiroid bukan hanya kelelahan melainkan juga berat badan bertambah atau berkurang drastis, keringat dingin, jantung berdebar, serta kecemasan berlebihan.

  • Sleep apnea: Gangguan kesehatan ini terjadi akibat saluran pernapasan terhambat saat tidur sehingga kadar oksigen dalam darah menurun. Sleep apnea membuat pengidapnya kerap mendengkur ketika tidur dan merasa lelah ketika bangun. Bila tak ditangani secara serius, sleep apnea berisiko menyebabkan gagal napas yang berujung kematian.

  • Depresi: Gangguan psikologis berupa depresi juga dapat menjadi penyebab kelelahan. Seorang pengidap depresi biasanya kehilangan motivasi hidup, gampang lelah, tidak nafsu makan, mudah cemas, dan mengalami penurunan produktivitas.

Kalau kamu tak ingin produktivitas dan semangat terganggu oleh kelelahan wajar maupun kelelahan akibat penyakit, sebaiknya kamu mulai menjalani gaya hidup sehat dari sekarang. Usahakan untuk mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dan mendapatkan waktu tidur yang cukup. Kebiasaan baik tersebut akan membuat sistem kekebalan tubuh meningkat sehingga kamu tak gampang sakit.

Kebiasaan sehat lainnya yang wajib kamu lakukan secara konsisten adalah mencuci tangan secara teratur dengan sabun antiseptik. Jangan lupa menyiapkan Lifebuoy Sabun Cuci Tangan Total 10 untuk mendukung kebiasaan cuci tangan di rumah. Sabun cuci tangan Lifebuoy Total 10 mengandung ActivSilver Formula yang memberikan perlindungan terhadap 10 kuman penyebab masalah kesehatan yang berevolusi semakin kuat. Produk Lifebuoy ini dapat memberikan perlindungan secara total dan menyeluruh pada kulit dan formula mutakhirnya terbukti melindungi dari kuman dalam 10 detik.

Kesimpulannya, jangan sampai kamu lengah menghadapi serangan penyakit di sekitarmu. Mari memulai gaya hidup sehat demi kebaikan diri sendiri dan ajaklah orang-orang terdekat melakukan hal serupa.

Kebiasaan sehat

Selebihnya dari Lifebuoy:

10 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat dan Mampet

Apa saja penyebab hidung tersumbat. Begini cara mengatasi hidung tersumbat dan mampet yang mengganggu.

12 Penyebab Kulit Gatal Dan Cara Mengatasinya

Apa saja penyebab penyakit gatal pada kulit. Begini cara mengatasi gatal pada kulit yang mengganggu.

3 min read

Mengenal Stunting, Penyebab Hingga Cara Pencegahannya

Stunting adalah penyakit yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak. Kenali pengertian stunting lebih jauh di artikel ini.

3 min read

2 Cara Mudah Agar Si Kecil Terbiasa Cuci Tangan Pakai Sabun

2 Cara Mudah Agar Si Kecil Terbiasa Cuci Tangan Pakai Sabun