COVID-19 pada Anak: Gejala dan Pentingnya Isolasi Mandiri
Virus COVID-19 dapat menginfeksi siapa saja, termasuk anak-anak. Data menunjukkan bahwa kasus positif COVID-19 pada anak di Indonesia cukup signifikan, dengan 1 dari 8 kasus sejak awal pandemi melibatkan anak-anak. Penanganan isolasi mandiri (isoman) pada anak memerlukan perhatian khusus dibandingkan orang dewasa.
Gejala COVID-19 pada anak umumnya mirip dengan orang dewasa, mulai dari ringan hingga sedang, dan seringkali pulih tanpa perawatan rumah sakit. Namun, orang tua perlu waspada jika anak menunjukkan gejala seperti:
- Demam tinggi di atas 37 derajat Celcius
- Pilek atau hidung tersumbat
- Kehilangan indra penciuman
- Radang tenggorokan
- Batuk
- Sesak napas
- Diare, mual, atau muntah
- Sakit perut atau sakit kepala
- Lemas, lesu, dan kurang bersemangat
- Hilangnya nafsu makan, terutama pada bayi di bawah 1 tahun
Mengingat gejala ini bisa menyerupai penyakit umum lainnya, segera lakukan tes antigen atau PCR untuk memastikan diagnosis dan langkah penanganan yang tepat. Memahami kondisi yang perlu diwaspadai orang tua sangat krusial.