Punya Anak Kecil, Hati-hati dengan Penyakit Flu Singapura

Punya Anak Kecil, Hati-hati dengan Penyakit Flu Singapura  

AddTHis is disabled because of cookie content

Pada awal penyebarannya, virus corona dianggap enteng karena dinilai memiliki fatalitas yang lebih rendah dibandingkan berbagai jenis flu musiman. Flu memang menjadi suatu penyakit yang oleh sebagian negara dipandang menakutkan dan berbahaya. Ini karena bisa menimbulkan banyak komplikasi yang mengancam keselamatan jiwa.

Tidak terkecuali flu singapura, jenis penyakit flu ini juga mesti dipandang hati-hati. Apalagi, flu ini kerap menimbulkan komplikasi bagi para penderita yang tingkat keparahannya mulai dari sedang sampai tinggi.

Penyakit ini bisa memicu munculnya dehidrasi bagi orang yang mengidapnya. Dehidrasi muncul karena keringnya area tenggorokan akibat peradangan yang disebabkan virus. Lebih parahnya, di beberapa kasus flu singapura dapat memicu komplikasi pada otak berupa viral meningitis ataupun encephalitis.

Viral meningitis merupakan suatu kondisi peradangan pada membran yang melapisi otak dan saraf tulang belakang. Sementara itu, encephalitis adalah kondisi peradangan akibat virus pada jaringan otak.

Jenis flu musiman yang satu ini di beberapa kawasan belum terlalu populer. Namun, Anda baiknya mengetahui secara saksama mengenai jenis penyakit ini untuk pencegahan dan peminimalan risiko. Apalagi buat Anda yang memiliki anak kecil, pengetahuan dan upaya pencegahan terkait gejala flu singapura perlu mendapat perhatian lebih sebab penyakit ini kerap lebih banyak menyerang anak-anak.

Apa Itu Flu Singapura

Penyakit flu singapura dikenal juga dengan istilah hand, foot, and mouth disease (HFMD). Seperti flu pada umumnya, penyakit ini menyerang bagian saluran pernapasan manusia yang membuat penderitanya merasa kesulitan napas dan menelan. Namun, kesulitan yang dialami penderita umumnya bersifat tidak parah.

Sama seperti jenis penyakit flu lainnya, flu singapura juga merupakan penyakit menular. Penyakit ini bersumber dari infeksi virus coxsackie yang biasa hidup dari cairan tubuh manusia, seperti air ludah, tinja, sampai ruam pada kulit. Penularan penyakit flu singapura terjadi lewat interaksi cairan tubuh penderita dengan orang lain. Contohnya seperti di bawah ini.

1.    Percikan Droplet

Flu ini sangat mudah menyebar dari percikan air liur atau cairan hidung penderita (droplet). Pasalnya, percikan droplet penderita bisa menyebar ketika seseorang batuk dan bersin. Ketika orang yang sudah terinfeksi virus coxsackie bersin atau batuk, cairan tubuhnya akan menyebar ke sekelilingnya dengan radius 2 meter. Orang yang berada di sekitarnya pun sangat mungkin tertular.

2.    Menyentuh Benda Terkontaminasi

Virus coxcackie bisa hidup hingga berhari-hari tanpa inang. Alias, virus ini bisa mengendap di benda-benda mati yang sempat dipegang dan terkena cairan tubuh penderita. Ketika benda mati tersebut disentuh oleh orang lain, virus pun kemungkinan besar akan berpindah dan siap menginfeksi orang yang menderitanya jika orang tersebut menyentuh mata, hidup, atau mulutnya.

3.    Makanan Minuman Terkontaminasi

Makanan dan minuman juga dapat menjadi sumber penularan virus coxcackie. Pasalnya, makanan dan minuman—khususnya yang tidak disiapkan sendiri—bisa saja telah terkontaminasi cairan tubuh penderita penyakit flu singapura. Jika dikonsumsi, Anda pun akan tertular jenis flu musiman yang satu ini.

Dengan model penularan seperti itu, semua orang dapat terjangkit penyakit flu singapura. Namun uniknya, penderita dari penyakit ini mayoritas merupakan anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Anak-anak pun dinilai lebih rentan terinfeksi virus coxcakie dibandingkan kalangan usia lainnya.

Hanya saja ketika sudah terinfeksi, jangan langsung panik. Penyakit ini sebenarnya bisa pulih dengan sendiri dalam waktu 7-10 hari. Tentu saja pemulihan bisa diperoleh apabila penanganan dilakukan secara cepat dan tepat.

Sebaliknya, walau dinilai bisa sembuh sendiri, ada potensi komplikasi apabila Anda abai melakukan penannganan terkait flu singapura. Komplikasinya seperti di bawah ini.

1.    Dehidrasi

Kompilasi ini banyak dialami seseorang yang terjangkit penyakit flu singapura. Dehidrasi muncul karena rongga mulut dan tenggorokan yang terinfeksi virus coxcakie akan membuat peradangan dan luka. Alhasil, penderita sulit untuk makan dan minum sehingga menimbulkan dehidrasi.

2.    Meningitis virus

Flu singapura juga berpotensi menyebar ke otak dan menimbulkan peradangan. Jika sudah demikian, penderita penyakit ini akan terkena meningitis.

3.    Encephalitis

Encephalitis merupakan komplikasi paling serius yang bisa terjadi pada pasien flu singapura. Encephalitis merupakan peradangan pada jaringan otak yang sangat mengancam jiwa.

Penanganan yang tepat menjadi kunci untuk menghindari komplikasi yang bisa timbul dari penyakit flu singapura. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan ketika penyakit ini menyerang adalah sebagai berikut.

4.    Istirahat Cukup

Penyakit karena virus akan sangat berpengaruh dengan imun tubuh. Semakin baik imun tubuh, semakin cepat pula orang tersebut pulih dari penyakit, termasuk dari flu singapura. Istirahat yang cukup dapat menjadi salah satu cara efektif untuk memperoleh imun tubuh yang baik.

5.    Perhatikan asupan makanan minuman

Untuk mencegah dehidrasi, asupan makanan dan minuman harus diperhatikan ketika seseorang menderita flu singapura. Karena akan sulit untuk menelan, carilah makanan bertekstur lembut. Ingatlah bahwa ada peradangan di saluran napas dan mulut. Hindari minuman dingin serta makanan pedas dan asam yang bisa membuat radang semakin parah.

6.    Pemberian Obat Tepat

Untuk menurunkan gejala flu singapura, pemberian obat yang tepat bisa menjadi pilihan. Penyakit ini disebabkan virus sehingga pemberian antibiotik tidak akan berpengaruh pada kesembuhan. Obat yang tepat untuk penanganan flu Singapura lebih ke arah obat-obat pereda nyeri, seperti parasetamol dan ibuprofen.

Gejala Penyakit Flu Singapura

Sebelum melakukan penanganan terkait flu singapura, Anda baiknya sudah yakin dahulu bahwa penyakit yang anak idap benar-benar merupakan flu akibat virus coxcakie. Umumnya penyakit flu dari virus tersebut akan memiliki waktu inkubasi sekitar 3-6 hari dari terinfeksi virus sampai menimbulkan gejala. Berkut ini adalah beberapa gejala flu singapura yang umumnya dialami oleh seseorang atau anak yang sudah terkena virus conxcakie.

1.    Demam

Demam merupakan gejala paling awal yang dialami seseorang yang terinfeksi virus coxcakie. Demam yang terjadi biasanya berlangsung selama 1-2 hari hingga timbulnya gejala lain yang lebih spesifik.

2.    Sakit Tenggorokan

Virus coxcakie yang menjadi penyebab penyakit flu Singapura menyerang sistem pernapasan. Tak ayal ketika terinfeksi virus ini, seseorang akan memiliki gejala flu singapura berupa sakit tenggorokan. Sakit tersebut timbulkan karena virus melukai sistem pernapasan dan membuat radang.

3.    Luka Melepuh di Rongga Mulut

Selain melukai sistem tenggorokan, flu singapura juga menyerang rongga mulut. Karena itu, ketika seseorang mengidap penyakit ini, orang tersebut akan mengalami masalah di lidah, gusi, sampai pipi. Gejalanya berupa luka yang mengarah pada lepuhan. Gejala flu singapura yang satu ini umumnya timbul setelah demam usai.

4.    Nafsu Makan Hilang

Luka pada rongga mulut membuat nafsu makan penderita flu singapura juga perlahan menghilang. Jika dibiarkan tanpa penanganan, gejala ini akan memicu komplikasi lain berupa dehidrasi.

5.    Nyeri Perut

Kehilangan nafsu makan pada penderita penyakit flu singapura juga menimbulkan gejala lain. Nyeri perut akan kerap dialami orang yang terinfeksi jenis flu ini. Kebanyakan anak yang menderita flu singapura juga mengalami diare.

6.    Ruam Kulit

Gejala flu singapura yang satu ini cukup spesifik dibandingkan jenis flu lainnya. Di mana flu singapura akan menimbulkan gejala ruam-ruam pada kulit. Ruam tersebut cenderung berwarna merah dan memiliki cairan di dalamnya yang dapat menjadi sumber penularan jika pecah. Biasanya ruam akan muncul di bagian telapak tangan, kaki, sampai bagian bokong.

Tips Mencegah Serangan Flu Singapura

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini juga tepat diberlakukan untuk penyakit flu singapura. Daripada mengambil risiko terkait komplikasi yang mengikuti penyakit ini, lebih baik Anda mencegah penularannya.

Apalagi, jika memiliki anak kecil yang lebih rentan terkena penyakit ini, tips yang simpel namun efektif mutlak diperlukan. Untuk hal tersebut, beberapa tips mencegah serangan flu Singapura di bawah ini bisa menjadi pertimbangan guna dilakukan.

1.    Jaga Kebersihan Diri

Menjaga kebersihan diri menjadi kunci untuk memutus rantai penyebaran flu singapura. Bagian tubuh utama yang mesti sering dibersihkan agar tidak terserang penyakit ini adalah tangan. Ini karena virus yang menjadi penyebab flu singapura masuk ke tubuh hanya lewat mata, hidung, dan mulut.

Rajin-rajinlah mencuci tangan dengan sabun antiseptik, seperti sabun Lifebuoy. Penggunaan hand sanitizer Lifebuoy juga bisa menjadi opsi lain jika sesekali Anda berada di tempat yang tidak terjangkau air dan sabun. Pastikan hand sanitizer yang Anda pilihan memiliki komposisi yang tepat dan aman untuk kulit.

2.    Rajin Bersihkan Benda yang Rentan Terkontaminasi

Kebersihan lingkungan juga mesti dijaga untuk mencegah penularan penyakit flu singapura. Ini karena virus penyebab flu musiman ini sangat mungkin mengendap di suatu benda kemudian Anda sentuh. Selanjutnya, virus yang sudah menempel di tangan sangat mungkin terpapar ke bagian wajah hingga masuk ke tubuh.

Pembersihan lingkungan khususnya harus ditingkatkan pada benda-benda yang rentan terpapar virus. Benda-benda tersebut contohnya pakaian dan peralatan makan. Pastikan ketika membersihkan, Anda juga menggunakan sabun.

3.    Tidak Berbagi Makan dan Minum

Virus coxcakie yang merupakan sumber dari penyakit flu singapura juga dengan mudah menular lewat makanan dan minuman. Selalu ingatkan diri dan anak Anda bahwa kebersihan makana dan minuman menjadi perhatian ekstra agar tidak terpapar virus tersebut.

Ingatkan anak Anda bahwa penularan flu singapura rentan terjadi apabila ia mencicipi makanan dan minuman orang lain. Ketika berbagi makanan, virus penyebab flu tersebut kemungkinan juga menyebar. Makan dan minum punya sendiri tanpa membaginya ke orang lain menjadi tips ampuh untuk mencegah penularan.

4.    Isolasi Diri

Apabila Anda mendengar kabar ada seseorang di sekolah anak Anda yang memiliki gejala flu singapura, baiknya ambil jarak dengan orang tersebut. Ini bertujuan anak maupun Anda tidak tertular apabila itu benar-benar flu singapura.

Apabila terlalu takut, Anda bisa melakukan isolasi diri. Izinkan Anda untuk tidak perlu masuk sekolah apabila teman-temannya yang memiliki gejala flu singapura semakin banyak.

Walaupun bisa sembuh sendiri seperti jenis flu lainnya, upaya pencegahan bisa membuat Anda dan anak Anda terhindar dari risiko komplikasi. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama. Akan tetapi jika sudah telanjur terinfeksi, segera lakukan penanganan yang tepat agar komplikasi yang ditimbulkan tidak parah.

 

Sumber:

alodokter.com/flu-singapura

halodoc.com/kesehatan/flu-singapura

halodoc.com/6-fakta-yang-perlu-diketahui-tentang-flu-singapura

sehatq.com/artikel/perawatan-di-rumah-utuk-flu-singapura-pada-anak

hellosehat.com/kesehatan/penyakit/flu-singapura-penyakit-tangan-kaki-mulut/

 

Diakses pada:

17 April 2020