Ketika kulit mengalami gatal akibat dermatitis, seringkali sulit untuk menahan diri dari menggaruknya. Namun, menggaruk kulit yang meradang dapat memperparah kondisi, menyebabkan luka, lepuhan, cairan, kerak, bahkan pengelupasan. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis-jenis dermatitis dan penyebabnya agar dapat melakukan penanganan yang tepat.
Dermatitis memiliki beberapa jenis yang berbeda. Meskipun kondisi ini tidak menular, sangat disarankan untuk melindungi diri dari faktor-faktor pemicu dermatitis. Mari kita kenali lebih jauh jenis-jenis dermatitis beserta penyebabnya masing-masing:
Dermatitis Atopik (Eksim)
Dermatitis atopik, atau yang lebih dikenal sebagai eksim, adalah jenis dermatitis yang paling sering terjadi, terutama pada anak-anak. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik, kulit kering, gangguan sistem imun, dan lingkungan. Memahami pemicunya adalah langkah awal untuk mengelola kondisi ini.
Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak terbagi menjadi dua: iritan dan alergi. Dermatitis kontak iritan terjadi saat kulit terpapar zat kimia kuat yang merusak kulit, seperti pembersih rumah tangga atau produk perawatan tubuh tertentu. Sementara itu, dermatitis kontak alergi dipicu oleh paparan bahan yang menyebabkan reaksi alergi, seperti lateks, kosmetik, atau nikel. Pencegahan terbaik adalah menghindari kontak dengan zat pemicu.
Dermatitis Seboroik
Jenis dermatitis ini umumnya muncul di area kulit yang berminyak, seperti kulit kepala dan wajah. Gejala pada orang dewasa meliputi sisik kekuningan dan ketombe. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan jamur berlebihan pada kulit. Penanganan biasanya melibatkan sampo khusus dan obat antijamur.
Neurodermatitis
Neurodermatitis seringkali diawali dengan rasa gatal intens di area kecil seperti tangan, kaki, belakang telinga, leher, atau area genital. Jika terus digaruk, kulit di area tersebut bisa menebal, kemerahan atau keunguan, dan tampak keriput. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, stres dan kecemasan dapat memperburuk gejalanya.
Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)
Dermatitis numularis, atau eksim diskoid, ditandai dengan ruam merah atau lepuhan berkelompok yang disertai rasa gatal dan nyeri. Penyebabnya belum sepenuhnya jelas, namun faktor seperti kulit kering, gigitan serangga, paparan iritan atau alergen, atau jenis dermatitis lain dapat menjadi pemicu.
Dermatitis seringkali bersifat kambuhan. Untuk mencegah kekambuhan, penting untuk mengidentifikasi dan menghindari faktor-faktor yang memicu iritasi atau alergi pada kulit. Selain itu, menjaga kesehatan dan kebersihan kulit dengan produk perawatan yang tepat sangatlah krusial.
Pilihlah produk perawatan tubuh yang tidak hanya efektif melindungi kulit dari kuman, tetapi juga menjaga kelembutan dan kelembapan kulit. Cobalah mandi menggunakan Lifebuoy Sabun Cair Mild Care, yang diperkaya dengan kebaikan alami susu dan oat untuk kulit yang terasa halus dan lembut.
Formula khusus Lifebuoy Sabun Cair Mild Care dirancang agar ringan di kulit, efektif melindungi dari kuman dalam 10 detik, sekaligus menjaga kulit tetap lembut dan tidak kering.