Jenis Masker Kesehatan: Panduan Tepat & Cara Pakai yang Benar

Perbandingan Jenis Masker Kesehatan

Jenis Masker

Deskripsi & Bahan

Efektivitas & Fungsi

Catatan Penting

Masker Bedah

Berbentuk persegi, tipis, 3 lapisan (anti-air, filter, penyerap cairan).

  • Melindungi dari percikan air ludah/cairan.
  • Tidak 100% melindungi dari virus di udara.
  • Tidak efektif untuk debu, bau kimia, gas, uap.
  • Sekali pakai (disposable).
  • Tidak ketat sempurna.

Masker Respirator Jenis N (N95, N99, N100)

Material lunak menyerupai kain, berbentuk mangkuk, 3 lapisan filter (debu besar, elektrostatik, penahan bentuk).

  • Menyaring 95-100% partikulat di udara.
  • Melindungi dari debu, jamur, polutan medis, aerosol, droplet.
  • Efektif mencegah infeksi virus.
  • Sekali pakai (disposable).
  • Tidak disarankan untuk penderita asma/gangguan pernapasan.
  • Prioritas untuk petugas kesehatan.

Masker Jenis P

Mirip respirator N, mampu memfilter polutan bersifat minyak.

  • Menyaring 95-100% partikulat udara.
  • Mencegah virus corona, menyaring debu, polutan berbahaya.
  • Efektif untuk polutan bersifat minyak (bensin, cat).
  • Jangka waktu pemakaian bervariasi (misal: 40 jam dalam 3 hari).
  • Tidak wajib untuk masyarakat umum dalam pencegahan virus corona.

Masker Jenis R

Mirip respirator N dan P, mampu memfilter polutan bersifat minyak.

  • Mampu memfilter polutan bersifat minyak.
  • Tingkat efisiensi penyaringan R95, R99, R100.
  • Sekali pakai atau selama 8 jam berturut-turut.

Masker Kain

Terbuat dari berbagai bahan kain.

  • Mencegah penyebaran virus (rekomendasi CDC).
  • Perlindungan dasar untuk masyarakat umum.
  • Wajib dicuci setelah pemakaian.
  • Hindari pada anak di bawah 2 tahun atau penderita gangguan pernapasan.
  • Prioritas untuk masyarakat umum.


Artikel Terkait dari Lifebuoy: