Ini Dia Rahasia Kulit dalam Melawan Kuman

AddTHis is disabled because of cookie content

Kuman yang berseliweran di sekitar Anda membuat tubuh rentan terjangkit penyakit. Karena itu, kulit perlu perlindungan untuk melawan kuman.

Sebagai lapisan tubuh terluar, kulit punya peran penting dalam mengadang kuman yang ada di sekitar Anda. Kuman yang lalu-lalang tersebut membuat tubuh rentan terjangkit penyakit. Oleh karena itu, tubuh perlu dilindungi.

Mengenal Perlindungan Tubuh

Sejak lahir, tubuh telah memiliki imunitas atau perlindungan alamiyang bertugas untuk berjaga-jaga, bahkan sebelum ancaman kuman datang. Imunitas alami ini merupakan pertahanan pertama terhadap kuman.

Salah satu bentuk perlindungan alami itu adalah melalui kulit. Kulit Anda secara aktif melindungi tubuh melalui fungsi sawar fisik dan sawar kimiawi.

Sebagai sawar fisik, kulit berperan dalam menjaga tubuh sebagai pembatas antara tubuh bagian dalam dengan dunia luar. Kulit dalam hal ini berfungsi untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Dan, sebagai sawar kimiawi, kulit melindungi tubuh dengan lapisan kimia pada kulit yang bertugas untuk melawan kuman.

Lapisan Kimiawi pada Kulit

Selain sebagai pelindung fisik yang sudah disebutkan sebelumnya, kulit juga memiliki lapisan kimiawi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari kuman. Lapisan kimiawi pada kulit ini disebut dengan AMP (Antimicrobialpeptide).

Pada kulit, AMP terutama dihasilkan oleh sel-sel kulit di lapisan paling luar. Secara umum, AMP bekerja seperti antibiotik yang secara langsung menghambat pertumbuhan kuman yang membahayakan tubuh, di lapisan kulit terluar tubuh.

Sebuah tulisan ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2018 menyebutkan bahwa AMP yang tidak normal merupakan penyebab perkembangan penyakit radang pada kulit. AMP yang tidak normal juga meningkatkan kerentanan kulit untuk mengalami infeksi.

Lapisan AMP dapat dihasilkan secara normal oleh sel-sel kulit yang sehat. Sebuah tulisan ilmiah yang dimuat pada tahun 2006 menemukan, pada kulit yang tidak sehat dan mengalami iritasi, lapisan AMP-nya dilaporkan tidak normal. Dampaknya, kulit rentan mengalami masalah seperti infeksi dan peradangan.

Agar sel kulit pada lapisan paling luar dapat menghasilkan AMP dengan normal, diperlukan kondisi kulit yang sehat. Kulit harus terhidrasi dengan baik atau mengandung banyak air. Kondisi ini membuat lapisan paling luar kulit dapat terjaga sehingga mampu memproduksi AMP dengan optimal.

Karena itulah, penting untuk menjaga kesehatan kulit dengan mandi menggunakan air bersih dan sabun agar kuman tersingkir dari tubuh. Mandi penting untuk selalu menjaga kulit dalam kondisi sehat dan bersih. Kulit pun secara alami dapat bekerja melawan kuman dalam tubuh Anda.

Sumber:

  • Innate and Adaptive Immunity. ABBAS Cellular and Molecular Immunology 7th ed.
  • The Cutaneous Immune System. ABBAS Cellular dan Molecular Immunology 7th ed.
  • Skin Immunity. Arch Immunol Ther Exp (Warsz). 2018; 66(1): 45-54.
  • Cutaneous Barriers and Skin Immunity: Differentiating A Connected Network. Trends Immunol. 2018 Apr; 39(4): 315-327.
  • The Skin as Immune Organ. West J Med. 1994 Feb; 160(2): 146-152.
  • Lee SH, Jeong AK, Ahn SK. An update of the defensive barrier function of skin. Yonsei Med J. 2006 Jun 30; 47(3): 293-306.
  • Rosso JQD, Levin J. The clinical relevance of maintaining the functional integrity of the stratum croneum in both healthy and disease-affected skin. J Clin Aesthet Dermatol. 2011 Sep; (9): 22-42.

 

Berbagi artikel ini