Pengertian Infeksi Telinga (Otitis Media Akut)
Otitis media akut adalah peradangan pada telinga bagian tengah yang terjadi secara tiba-tiba dan umumnya berlangsung kurang dari tiga minggu. Telinga tengah memiliki sistem perlindungan alami dari kuman, namun ketika sistem ini terganggu, infeksi dapat terjadi.
Komplikasi otitis media akut lebih sering terjadi pada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Beberapa komplikasi yang mungkin timbul meliputi:
- Gangguan berbicara: Infeksi telinga berulang dapat memengaruhi pendengaran anak dan menyebabkan keterlambatan bicara.
- Labirintitis: Infeksi menyebar ke labirin telinga, menyebabkan pusing, vertigo, gangguan pendengaran, dan masalah keseimbangan.
- Mastoiditis: Infeksi mencapai tulang mastoid di belakang telinga, ditandai dengan demam, sakit kepala, gangguan pendengaran, serta pembengkakan merah dan nyeri.
- Kolesteatoma: Pertumbuhan sel kulit abnormal di telinga yang dapat merusak struktur telinga, menyebabkan gangguan pendengaran, kelumpuhan saraf wajah, pusing, dan telinga berdesir.
- Meningitis: Komplikasi langka namun serius, terjadi jika infeksi menyebar ke selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang, dengan gejala sakit kepala parah, mual, demam, leher kaku, dan sensitivitas cahaya.
- Abses Otak: Pembengkakan berisi nanah di otak, merupakan kondisi darurat dengan gejala sakit kepala parah, kelumpuhan sebagian tubuh, demam, kebingungan, dan kejang.
- Kelumpuhan wajah: Pembengkakan akibat infeksi dapat menekan saraf wajah, menyebabkan kelumpuhan sebagian atau seluruh wajah.
Diagnosis Infeksi Telinga
Diagnosis otitis media akut dilakukan melalui konsultasi dengan dokter dan pemeriksaan fisik telinga tengah, khususnya membran timpani. Dokter akan mengevaluasi gejala seperti nyeri telinga, demam, lesu, atau nyeri kepala di sekitar telinga. Pemeriksaan laboratorium dan radiologi (seperti USG) mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab dan tingkat keparahan infeksi.
Gejala Infeksi Telinga Berdasarkan Usia dan Stadium
Gejala otitis media akut bervariasi tergantung usia dan stadium infeksi. Pada bayi, gejala khas meliputi demam tinggi, gelisah, sulit tidur, diare, kejang, dan sering memegang telinga yang sakit. Anak-anak umumnya mengalami demam dan nyeri telinga, seringkali setelah riwayat infeksi saluran pernapasan. Bayi dan anak-anak juga bisa mengalami gangguan makan akibat mual, muntah, dan demam tinggi. Remaja dan dewasa biasanya merasakan nyeri telinga disertai gangguan pendengaran.
Keluhan juga bergantung pada stadium otitis media akut:
- Stadium oklusi: Telinga terasa nyeri dan penuh, menyebabkan penurunan pendengaran.
- Stadium hiperemis: Ditandai dengan demam dan nyeri telinga. Pada bayi dan anak-anak, dapat disertai gelisah, muntah, dan hilangnya nafsu makan.
- Stadium supurasi: Gejala serupa dengan stadium hiperemis.
- Stadium perforasi: Cairan mulai keluar dari telinga. Penting untuk memperhatikan karakteristik cairan (jernih/keruh, berdarah/tidak, berbau/tidak).
- Stadium resolusi: Setelah cairan keluar, keluhan pasien berkurang, suhu tubuh normal, nyeri mereda, dan anak lebih tenang. Namun, jika cairan terus keluar, pendengaran mungkin tetap terganggu.