Pengertian Difteri
Difteri merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Bakteri penyebab difteri biasanya menyerang tenggorokan dan hidung, namun terkadang juga dapat ditemukan pada kulit dan telinga.
Penyebab Difteri
Difteri disebabkan oleh bakteri berbentuk batang yang bernama Corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini menyebar melalui beberapa rute:
- Melalui udara: Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, uap yang terkontaminasi bakteri akan dilepaskan dan dapat terhirup oleh orang di sekitarnya.
- Kontaminasi barang pribadi: Difteri bisa menular melalui sentuhan dengan barang-barang pribadi orang yang terinfeksi, seperti penggunaan gelas yang belum dicuci.
- Kontaminasi barang rumah tangga: Meskipun jarang, difteri juga dapat menyebar melalui barang-barang rumah tangga yang sering digunakan bersama, seperti handuk atau mainan.
Selain itu, Anda juga bisa tertular difteri apabila menyentuh luka terbuka pada orang yang sudah terinfeksi.
Diagnosis Difteri
Diagnosis difteri dapat dilakukan melalui wawancara riwayat kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik. Cara yang lebih akurat untuk mengidentifikasi penyakit ini adalah dengan kultur dari sampel usap tenggorok atau pewarnaan Gram untuk mendeteksi bakteri.
Gejala Difteri
Gejala yang timbul pada penderita difteri bervariasi tergantung lokasi bakteri berkembang biak. Difteri sendiri dikenal dengan empat tipe utama:
- Difteri Hidung: Bermula seperti gejala flu biasa, namun kemudian cairan hidung yang keluar dapat bercampur sedikit darah.
- Difteri Faring dan Tonsil: Ditandai dengan peradangan pada selaput lendir di faring dan tonsil, tanpa pembentukan jaringan tipis.
- Difteri Laring dan Trakea: Penderita mengalami kesulitan mengeluarkan suara, sesak napas, napas berbunyi (stridor), demam tinggi hingga 40 derajat Celcius, kulit tampak kebiruan, dan pembengkakan pada kelenjar leher.
- Difteri Kulit: Terdapat luka mirip sariawan pada kulit dan alat kelamin, disertai dengan timbulnya jaringan di atasnya. Pada kondisi ini, luka yang terjadi cenderung tidak menimbulkan rasa sakit.
Komplikasi Difteri
Jika difteri tidak segera diatasi, beberapa komplikasi serius yang mungkin terjadi adalah:
- Masalah pernapasan: Sel-sel yang mati akibat racun bakteri difteri akan membentuk jaringan berwarna abu-abu yang dapat menghambat saluran pernapasan.
- Kerusakan jantung: Racun difteri berpotensi masuk ke jantung dan menyebabkan masalah seperti detak jantung tidak teratur, gagal jantung, bahkan kematian mendadak.
- Kerusakan saraf: Racun dapat menyebabkan penderita sulit menelan, mengalami masalah saluran kencing, kelumpuhan pada diafragma, serta pembengkakan saraf tangan dan kaki.
- Difteri hipertoksik: Ini merupakan komplikasi terparah yang dapat memicu pendarahan hebat dan gagal ginjal.
Pengobatan Difteri
Secara umum, pasien difteri sebaiknya diisolasi sampai masa akut terlampaui, biasanya sekitar 2-3 minggu. Selama masa isolasi ini, pasien harus beristirahat total, mencukupi kebutuhan cairan, menerapkan diet sesuai petunjuk dokter, dan menjaga agar saluran napas tetap bebas. Pasien juga akan diberikan antitoksin anti-diphtheria serum (ADS) segera setelah terbukti terjangkit. Steroid dapat diberikan bila terdapat gejala sesak pada saluran napas. Penting bagi pasien untuk tidak dirawat di rumah guna mencegah penularan kepada orang lain. Setelah pulih dari difteri, penting untuk melengkapi vaksin difteri untuk mencegah kekambuhan, karena pernah menderita difteri tidak menjamin kekebalan seumur hidup.