Berapa Kadar Oksigen Normal di Dalam Darah?

Kadar oksigen di dalam darah bisa menurun drastis akibat penyakit tertentu. Jalani pola hidup sehat secara konsisten agar kadar oksigen normal setiap saat

Berapa Kadar Oksigen Normal di Dalam Darah?

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia membuat mayoritas orang lebih peduli terhadap kualitas kesehatan diri sendiri dan keluarga. Banyak istilah kesehatan yang mulai menjadi pengetahuan umum sejak COVID-19 mewabah, salah satunya yaitu kadar oksigen dalam darah. Kondisi kadar oksigen dalam darah bisa menjadi salah satu hal indikasi yang menunjukkan beberapa jenis penyakit tertentu, termasuk COVID-19.

Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar kadar oksigen normal dalam darah serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kadar oksigen, yuk simak dulu informasi lengkap berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Kadar Oksigen Dalam Darah?

Kadar oksigen dalam darah (dikenal juga dengan istilah saturasi oksigen) adalah persentase hemoglobin yang terikat oksigen (oksihemoglobin) dalam darah. Hemoglobin adalah komponen darah yang berfungsi mengikat oksigen dan mengedarkannya ke seluruh organ, jaringan, dan sel tubuh. Itulah sebabnya kadar oksigen normal dalam darah sangat berpengaruh terhadap fungsi organ dan jaringan tubuh.   

Beberapa pengukuran yang termasuk dalam Analisis Gas Darah adalah sebagai berikut: 

  • Konsentrasi hemoglobin dalam sel darah merah. Pada kondisi normal, setiap sel darah merah mengandung kurang lebih 270 juta hemoglobin.
  • Kekuatan (afinitas) hemoglobin dalam mengikat oksigen.
  • Lancar atau tidaknya proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida di paru-paru.
  • Sedikit atau banyaknya oksigen yang dihirup.

Bagaimana Cara Mengukur Kadar Oksigen Dalam Darah?

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah, yaitu:

  • Analisis Gas Darah (AGD)

Metode pengukuran kadar oksigen dalam darah yang satu ini harus dilakukan dengan bantuan tenaga kesehatan karena membutuhkan sampel darah dari arteri di pergelangan tangan. Selain mengukur kadar oksigen dalam aliran darah, AGD juga bermanfaat untuk mengukur kinerja paru-paru serta keseimbangan asam basa dalam darah.

Beberapa pengukuran yang termasuk dalam Analisis Gas Darah adalah sebagai berikut:

  • Kandungan oksigen (O2CT): jumlah oksigen dalam darah.
  • Saturasi oksigen (O2Sat): jumlah hemoglobin dalam darah.
  • Tekanan parsial oksigen (PaO2): tekanan oksigen yang terlarut dalam darah.
  • Tekanan parsial (PaCO2): jumlah karbondioksida dalam darah.
  • pH: keseimbangan asam basa dalam darah.
  • Menggunakan Pulse Oximeter

Cara mengukur kadar oksigen dalam darah yang paling dikenal masyarakat adalah menggunakan pulse oximeter atau lebih dikenal dengan sebutan oximeter. Selain bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan tenaga kesehatan, metode pengukurannya sangat mudah dan cepat. Kamu hanya membutuhkan alat pulse oximeter berbentuk klip (dikenal dengan istilah probe). Alat tersebut terdiri dari teknologi sinar inframerah yang akan mengarah ke pembuluh darah kapiler. Cahaya inframerah yang melewati kapiler pada cuping telinga atau jari tangan akan menganalisis kadar oksigen dalam sel darah merah.

Mengapa Pengidap COVID-19 Mengalami Penurunan Kadar Oksigen Dalam Darah?

Kadar oksigen rendah dalam darah dikenal dengan istilah hipoksemia. Para pengidap COVID-19 mengalami hipoksia yang disebabkan infeksi virus pada paru-paru. Infeksi tersebut menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru sehingga oksigen sulit masuk ke tubuh dan kadar oksigen dalam darah pun menurun. Kondisi kadar oksigen menurun pada pengidap COVID-19 harus mendapatkan penanganan medis secara cepat.

Beberapa gejala yang timbul akibat penurunan kadar oksigen dalam darah, yaitu:

  •  Sesak napas
  •  Napas menjadi pendek-pendek atau ritmenya lebih cepat
  •  Nyeri dada
  •  Jantung berdetak lebih cepat
  •  Batuk-batuk
  •  Pusing dan gelisah
  •  Sulit berkonsentrasi dan kebingungan
  •  Tekanan darah naik
  •  Kulit membiru
  •  Penglihatan kabur
  •  Kehilangan kesadaran

Penurunan kadar oksigen dalam darah yang disertai berbagai gejala tersebut bisa ditangani secara cepat. Namun, ada kondisi khusus yang membuat penurunan kadar oksigen dalam darah tidak menunjukkan gejala. Kondisi tersebut dikenal dengan sebutan happy hypoxia. Biasanya happy hypoxia terjadi akibat gangguan sistem saraf yang mengatur kadar oksigen dalam darah sehingga otak gagal memberikan sinyal melalui perubahan kondisi tubuh. Happy hypoxia yang tidak disadari dan tidak mendapatkan penanganan intensif bisa berakibat fatal.

Beberapa penyakit atau kondisi lainnya yang dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen normal dalam darah, antara lain:

  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), misalnya bronkitis kronis dan emfisema (kerusakan alveolus)
  • Penyakit jantung dan cacat jantung bawaan
  • Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)
  • Anemia
  • Asma
  • Pneumothorax (cedera pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru-paru)
  • Berada di dataran tinggi yang kadar oksigennya rendah
  • Emboli paru (penyumbatan pembuluh darah pada paru-paru)
  • Peradangan pada jaringan paru-paru
  • Sleep apnea (gangguan tidur yang membuat napas terhenti sementara secara berkali-kali)

Cara Alami Meningkatkan Kadar Oksigen Dalam Darah

Penurunan kadar oksigen dalam darah sebenarnya bisa disiasati secara alami agar kembali normal. Jadi, jangan panik dulu kalau kadar oksigen tubuhmu sedang menurun, terutama ketika kamu tidak sedang terjangkit COVID-19 atau penyakit lainnya. Kamu bisa melakukan beberapa cara alami berikut ini untuk mengembalikan kadar oksigen normal dalam darah:

Melakukan Proning
Proning adalah teknik meningkatkan kadar oksigen dalam darah dengan cara tidur tengkurap. Sejak tahun 1970-an, para dokter di Amerika Serikat mulai memanfaatkan teknik sederhana ini untuk membantu mengatasi Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Sebelum melakukan teknik ini, kamu wajib memastikan bahwa sirkulasi udara dalam ruangan benar-benar lancar. Langkah-langkah menerapkan teknik proning dengan tepat adalah sebagai berikut:

  • Mulailah dengan tidur tengkurap dan menempatkan 1 bantal pada bawah leher, 1 hingga 2 bantal di antara dada dan paha atas, serta 2 bantal di bawah tulang kering selama 30 menit.
  • Tidur dengan posisi tubuh miring ke kanan selama 30 menit.
  • Tidur dengan posisi setengah duduk dengan punggung hingga tengkuk diganjal bantal selama 30 menit.
  • Tidur dengan posisi tubuh miring ke kiri selama 30 menit.
  • Kembali ke posisi tidur tengkurap selama 30 menit.

Memperlancar Sirkulasi Udara di Rumah
Sirkulasi udara yang baik di rumah akan membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara alami. Oleh sebab itu, kamu harus memperbaiki sirkulasi udara di rumah dengan cara yang paling tepat. Misalnya, kamu bisa membuka jendela rumah setiap hari jika kamu tinggal di lingkungan yang minim polusi udara. Jangan lupa pula membersihkan sistem ventilasi rumah secara teratur agar tidak menghambat sirkulasi udara di bagian dalam rumah.

Melakukan Aktivitas Olahraga Secara Teratur
Salah satu cara terbaik meningkatkan kadar oksigen dalam darah adalah berolahraga secara teratur. Selain dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, olahraga juga akan membuat jantungmu lebih sehat dan menjaga berat badan agar tetap ideal. Tak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga rutin. Kamu bisa memulainya dari aktivitas fisik yang paling sederhana, yaitu jalan kaki. Kalau sudah mulai terbiasa berolahraga, kamu dapat mencoba olahraga lainnya sesuai minat, misalnya bersepeda, renang, senam, atau olahraga permainan seperti bulutangkis, basket, dan sepakbola.

Menjalani Pola Makan Sehat Secara Konsisten
Belum banyak orang yang menyadari bahwa menjalani pola makan sehat juga erat kaitannya dengan kadar oksigen normal dalam darah. Tubuhmu membutuhkan asupan antioksidan dan zat besi dalam jumlah seimbang. Beberapa jenis makanan yang kaya antioksidan dan zat besi, antara lain bayam, brokoli, kol ungu, kacang merah, dan strawberry. Usahakan untuk menyantap makanan bergizi tersebut dengan porsi seimbang supaya tubuh selalu sehat dan kadar oksigen dalam darah senantiasa normal.

Memperbanyak Tanaman di Sekitar Rumah
Jangan lupa kalau keberadaan tanaman di sekitar rumah juga penting untuk memaksimalkan pasokan oksigen bagi kamu sekeluarga. Jadi, berusahalah memperbanyak tanaman di sekitar rumah sehingga suasana rumah jadi lebih asri dan sejuk. Pilihlah berbagai jenis tanaman yang dapat menghasilkan banyak oksigen, seperti sirih gading, peace lily, palem kuning, anggrek, dan spider plant.

Memperbaiki Postur Tubuh
Postur tubuh yang salah ternyata bisa menghambat masuknya oksigen ke paru-paru. Faktanya, tubuh yang membungkuk dapat mengurangi kapasitas paru-paru hingga 5%. Oleh sebab itu, kamu patut memperbaiki postur tubuh secara konsisten demi menghindari risiko penurunan kadar oksigen dalam darah. Mulailah membiasakan diri untuk beraktivitas dengan tubuh yang tegap dan dada membusung ke depan sehingga tubuh mendapatkan asupan oksigen secara maksimal.

Selain menjalani pola hidup sehat secara disiplin, kamu juga harus menjaga kebersihan diri sendiri supaya terhindar dari risiko penyakit menular berbahaya seperti COVID-19. Salah satu cara paling mudah menjaga kebersihan diri sendiri adalah menggunakan hand sanitizer agar tangan terlindungi dari kuman dan virus. Urusan membersihkan tangan, kamu dapat mengandalkan Lifebuoy Hand Sanitizer Total 10.

Pembersih tangan Lifebuoy yang satu ini terbukti efektif membunuh bakteri dan menyingkirkan virus dari tanganmu sampai 99.9%, termasuk virus H1N1, dengan cepat dan tanpa menggunakan air. Lifebuoy Hand Sanitizer Total 10 merupakan pemusnah kuman yang paling cocok untuk tangan karena bisa digunakan di mana pun, cepat kering, tidak lengket, dan mengandung pelembab alami serta vitamin E yang bisa membuat tanganmu tetap lembut dan halus. Menjaga kebersihan diri sendiri selama beraktivitas jadi makin praktis dan menyenangkan dengan Lifebuoy Hand Sanitizer Total 10.

Selebihnya dari Lifebuoy:

3 min read

Jangan Asal Pakai, Ini Jenis dan Cara Tepat Kenakan Masker Kesehatan

Bingung dengan banyaknya jenis masker untuk melindungi diri? Cari tahu jenis masker dan cara pakai yang tepat supaya efektif.

3 min read

Manfaat Charcoal Bagi Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Produk kecantikan yang menggunakan bahan dasar charcoal kini semakin banyak ditemukan di pasaran.

3 min read

Puasa Tetap Sehat dengan Kebiasaan Cuci Tangan di 3 Waktu Penting Ini

Puasa Tetap Sehat dengan Kebiasaan Cuci Tangan di 3 Waktu Penting Ini

3 min read

Kini Langka, Simak Fakta Ini Sebelum Bikin Hand Sanitizer di Rumah

Bahan utama membuat hand sanitizer hanyalah alkohol dan gel lotion aloevera. Namun, amankah membuat sendiri hand sanitizer di rumah?