Penyebab Penurunan Kadar Oksigen dalam Darah
Kadar oksigen rendah dalam darah, atau hipoksemia, dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab yang dikenal luas adalah infeksi virus pada paru-paru, seperti yang terjadi pada COVID-19. Infeksi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, menghambat masuknya oksigen, dan berujung pada penurunan saturasi oksigen.
Gejala yang mungkin muncul akibat penurunan oksigen darah meliputi:
- Sesak napas atau napas pendek.
- Nyeri dada dan detak jantung lebih cepat.
- Batuk, pusing, dan gelisah.
- Sulit berkonsentrasi atau kebingungan.
- Perubahan warna kulit (kebiruan) dan penglihatan kabur.
- Kehilangan kesadaran.
Kondisi seperti "happy hypoxia" juga perlu diwaspadai, di mana penurunan kadar oksigen dalam darah tidak disertai gejala yang jelas, namun dapat berakibat fatal jika tidak ditangani. Selain itu, beberapa kondisi medis lain yang dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen normal antara lain:
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), seperti bronkitis kronis dan emfisema.
- Penyakit jantung bawaan dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).
- Anemia, asma, dan pneumothorax.
- Berada di dataran tinggi dengan kadar oksigen rendah.
- Emboli paru dan peradangan jaringan paru-paru.
- Sleep apnea.