Lifebuoy  Wajib Tahu Ini 7 Fakta Pandemi Covid19

Wajib Tahu, Ini 7 Fakta Pandemi Covid-19

AddTHis is disabled because of cookie content

Dengan total meninggal mencapai 47.000 orang dan total kasus mencapai 935.000 lebih terkonfirmasi di seluruh belahan dunia, pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona ini menjadi perhatian semua orang. Lantas, sebenarnya dari mana asal virus corona ini? Bagaimana awal mula virus corona menginfeksi manusia hingga menyebar seperti saat ini?

Ini lho 7 fakta pendemi Covid-19 yang perlu Anda ketahui!

1.       Belum diketahui kepastian asal mula virus corona

Banyak spekulasi seputar Covid-19 yang beredar di dunia maya hingga masuk ke dalam grup-grup WhatsApp masyarakat. Ada yang mengatakan ini sebuah konspirasi senjata biologi, diduga berasal dari hewan liar, dan masih banyak lainnya. Namun, ada penelitian rangkaian DNA yang menduga bahwa asal virus corona dari kelelawar.

2.       Pandemi ini bermula dari sebuah pasar di Kota Wuhan, Tiongkok

Pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Tiongkok, Covid-19 menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. SARS-CoV-2, virus penyebabnya, bisa bertahan di iklim panas maupun dingin. Cahaya matahari atau sinar ultraviolet saja tidak bisa membunuh virus ini.

3.       Cara penularan Covid-19

Covid-19 menular melalui kontak langsung jarak dekat dan transfer tetesan dari cairan hidung atau saat batuk. Penderita Covid-19 yang bersin bisa menulari orang-orang yang ada di dekatnya. Hingga kini masih dianggap tidak dapat menular melalui udara.

4.       3 Gejala Covid-19 yang harus diwaspadai

SARS-CoV-2 termasuk golongan coronavirus—yang menyebabkan penyakit flu. Karena itu, diketahui bahwa gejala Covid-19 sangat mirip gejala flu atau demam. Namun, setidaknya ada tiga gejala utama Covid-19 yang harus diperhatikan yaitu demam, batuk, dan sesak napas.

Demam yang timbul biasanya di atas 38 derajat Celcius dan pada beberapa kasus bisa sampai mengigil. Batuk pada penderita Covid-19 berupa batuk kering, tak jarang disertai sesak napas. Hal ini disebabkan Covid-19 mengganggu saluran pernapasan bagian bawah, berbeda dengan flu yang mengganggu saluran pernapasan bagian atas.

5.       Physical distancing dan mencuci tangan efektif mencegah penularan Covid-19

Penyebaran Covid-19 yang cepat dapat ditekan dengan menerapkan physical  distancing (menjaga jarak fisik) dan menerapkan gaya hidup bersih, terutama rutin mencuci tangan. Metode penularan Covid-19 lewat kontak jarak dekat dan tetesan cairan (hidung dan mulut saat bersin dan batuk) bisa diminimalisir jikia setiap orang menjaga jarak.

Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mampu membunuh virus corona yang menempel di tangan. Sabun seperti Hand Wash Lifebouy memiliki zat aktif yang efektif membunuh virus dan kuman untuk melindungi Anda dan keluarga dari paparan virus corona. Jika sedang berada di luar rumah dan tidak menemukan akses pada air dan sabun, Anda bisa menggunakan Lifebuoy Hand Sanitizer.

6.       Belum ditemukan vaksin dan obat untuk Covid-19

Ilmuwan di bidang kesehatan hingga saat ini belum menemukan vaksin maupun obat khusus untuk Covid-19. Berbagai percobaan klinis tengah dilakukan di berbagai belahan dunia, tetapi belum mendapatkan hasil akhirnya. Pengobatan terhadap penderita Covid-19 dilakukan secara simptomatik, sesuai gejala yang muncul. Sistem imunitas tubuh yang mampu membuat penderita Covid-19 sembuh.

7.       Tingkat kematian tergolong rendah, hanya sekitar 1-2%

Walaupun penyebaran Covid-19 tergolong cepat dan meluas, tingkat kematiannya cukup rendah, hanya sekitar 1-2% saja. Fakta-fakta tentang Covid-19 penting untuk melindungi kita dari ketakutan yang berlebih akibat pemberitaan COvid-19 yang kadang terlalu menyeramkan di media. Yuk, lindungi keluarga Anda dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun Lifebuoy setiap hari!

 

Sumber:

cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/faq.html

cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html

telegraph.co.uk/news/2020/03/13/what-coronavirus-start-grow-covid-19-peak/

sciencealert.com/coronavirus

 

Diakses pada:

2 April 2020