Lifebuoy Kenali Covid19 Membedakan Gejala Covid19 dari Demam dan Flu

Kenali Covid-19: Membedakan Gejala Covid-19 dari Demam dan Flu

AddTHis is disabled because of cookie content

Pandemi Covid-19 menjadi masalah bersama yang tidak boleh diacuhkan siapa pun, termasuk Anda demi melindungi seluruh anggota keluarga. Salah satu aspek penting dalam memerangi Covid-19 adalah memahami gejala yang ditimbulkannya agar segera bisa diambil tindakan. Karena itu, Anda perlu memahami dengan baik gejala virus corona dan mampu membedakannya dengan penyakit lainnya. Yuk, pahami seutuhnya gejala Covid-19 agar bisa melindungi keluarga dari dampak buruknya.

Sekilas Tentang Covid-19

Penyakit yang disebabkan virus corona atau Covid-19 (coronavirus disease 2019) pertama kali dilaporkan menjangkiti manusia pada pengujung 2019 di Wuhan, Tiongkok. Penyakit ini disebabkan SARS-CoV-2 yang termasuk dalam kelompok coronavirus. Sejak saat itu, virus baru yang belum diketahui obatnya ini terus menyebar dan menjadi pandemi global.

Penyebarannya yang begitu cepat tentu membuat banyak orang was-was. Apalagi, saat ini sudah ditemukan lebih dari 100 kasus Covid-19 di Indonesia. Hingga kini, masih belum ada vaksin untuk mencegah penularan Covid-2019.

Dari berbagai kasus yang ada, diketahui virus corona dapat menular dari satu orang ke orang lain lewat kontak langsung maupun tidak langsung berupa droplet—yang biasa tersembur saat pasien batuk atau bersin. Sama seperti keluarga virus corona lainnya, Covid-2019 menginfeksi saluran pernapasan dan berpotensi menyebabkan berbagai masalah dan komplikasi lainnya, bahkan hingga pneumonia.

Gejala Virus Corona

Sama halnya dengan penyakit-penyakit lainnya, Covid-19 juga bisa dikenali dari gejala-gejalanya. Secara umum, orang yang terinfeksi virus corona akan memiliki gejala-gejala seperti berikut:

1.       Demam

Berdasarkan laporan yang dilansir World Health Organization (WHO), salah satu gejala paling umum yang diderita kebanyakan pasien Covid-19 adalah demam. Demam yang dialami penderita Covid-19 bervariasi tingkat keparahannya, mulai dari yang ringan hingga serius.

Demam ringan ada yang hampir tidak terasa sama sekali. Namun, untuk demam yang serius, pasien bahkan bisa sampai menggigil. Kemenkes RI menjelaskan gejala demam yang diderita biasanya lebih dari 38 derajat Celcius.

2.       Batuk

Selain demam, infeksi virus corona juga umumnya menyebabkan penderita mengalami batuk. Umumnya, batuk yang diderita adalah batuk kering. Pada kasus parah, ditemukan juga batuk berdarah.

3.       Kesulitan bernapas

Mengingat virus corona menginfeksi saluran pernapasan, gejala umum lain yang timbul adalah kesulitan bernapas. Beberapa gejala kesulitan bernapas yang ditemukan antara lain napas pendek-pendek, sesak napas, hingga rendahnya kadar oksigen dalam darah penderita Covid-19.

Ciri napas pendek yang dialami adalah penderita mengambil napas hingga lebih dari 30 kali per menit. Untuk penderita yang mengalami kesulitan bernapas, dibutuhkan alat bantu pernapasan yang memadai agar bisa melewati masa-masa kritis.

4.       Sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan juga merupakan salah satu gejala yang muncul sejak masa awal seseorang menderita Covid-19. Meski demikian, tidak semua penderita Covid-19 mengalami sakit tenggorokan ini.

5.       Nyeri otot

Menurut data yang dilansir oleh WHO, sekitar 11% penderita Covid-19 mengalami nyeri otot. Dibandingkan demam dan batuk, gejala nyeri otot tidak tergolong banyak, tetapi tetap bisa terjadi.

6.       Pilek

Berdasarkan laporan-laporan kasus Covid-19 terkini, ada sedikit kasus dengan penderita mengalami pilek dengan gejala hidung mampet. Persentasenya sekitar 5 persen dari keseluruhan kasus yang diteliti.

7.       Sakit kepala

Sama seperti sakit flu atau demam, penderita Covid-19 juga bisa mengalami sakit kepala. Kepala terasa berat karena dampak dari berbagai gejala pernapasan lainnya.

8.       Kelelahan

Kelelahan badan yang tidak biasa juga ditemukan terjadi pada sebagian kecil pasien Covid-19. Dari 55.000 kasus terkonfirmasi di Tiongkok, ada 38% pasien yang mengalami kelelahan tersebut.

Berdasarkan analisa data dari WHO, gejala umum tersebut terjadi pada kebanyakan pasien, ternyata selain masalah-masalah di atas, gejala Covid-19 juga bisa berkembang menjadi lebih berat jika terjadi komplikasi. Beberapa di antaranya adalah pneumonia, gagal ginjal, gangguan pernapasan, dan jantung. Covid-19 berdampak makin buruk pada mereka yang memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Cara Membedakan Gejala Covid-19 dengan Flu

Jika diperhatikan secara sekilas, gejala Covid-19 tampak mirip dengan gejala influenza. Agar tidak salah dalam mengenali gejala-gejala tersebut, berikut beberapa cara untuk membedakannya dengan penyakit flu.

1.       Demam

Demam dialami secara umum oleh penderita Covid-19 dan flu, tapi jarang terjadi pada orang yang sakit pilek. Demam flu dan Covid-19 pun masih bisa dibedakan. Demam flu biasanya mencapai 38-39 derajat Celsius dan berlangsung antara 3-4 hari. Demam Covid-19 biasanya di atas 38,5 derajat Celsius. Demam ini biasanya muncul pada hari ke-2 hingga ke-5 setelah seseorang terinfeksi virus corona.

2.       Sakit kepala

Sakit kepala bisa saja dirasakan penderita Covid-19, tetapi jarang terjadi pada mereka yang terkena pilek. Untuk penderita flu, sakit kepala bisa terasa sangat berat dan kerap terjadi.

3.       Penyumbatan hidung/hidung berair

Covid-19 merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan bawah, sementara pada flu biasa, infeksi terjadi pada saluran pernapasan atas. Memahami hal tersebut, Anda bisa membedakan gejala-gejala yang timbul. Pada penderita Covid-19, gejala yang dirasakan kebanyakan adalah masalah dada dan paru-paru. Hal ini berbeda dari gejala flu biasa yang gejalanya seputar hidung tersumbat atau hidung berair.

4.       Batuk

Pada penderita demam, biasanya ada batuk ringan yang kadang terjadi. Namun, pada penderita flu, batuk bisa bertambah parah hari demi hari. Pada penderita Covid-19, batuk umumnya terjadi dan menjadi salah satu indikator untuk waspada Covid-19 jika disertai demam tinggi.

5.       Sesak napas

Gejala sesak napas terjadi pada penderita Covid-19 setelah infeksi serius mulai terjadi. Pada penderita flu dan demam, sesak napas tergolong jarang ditemukan. Karena itu, jika sesak napas diiringi batuk dan demam, Anda perlu segera memeriksakan diri atas dugaan terjangkit virus corona.

Mencegah Penularan Covid-19 pada Keluarga

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi keluarga Anda adalah mencegah penularan Covid-19 agar tidak menjangkiti anggota keluarga Anda. Yuk, lakukan hal-hal berikut untuk menjauhkan virus corona dari keluarga Anda!

1.       Cuci tangan secara rutin

Virus corona dan berbagai kuman penyakit sangat mudah menempel di tangan karena kita menggunakan tangan untuk berbagai keperluan. Risiko tertular virus menjadi lebih tinggi karena tidak jarang seseorang tanpa sadar mengusap wajah, hidung, mulut, atau mata dengan tangan. Karena itu, Anda perlu melindungi diri dan keluarga lewat kebiasaan mencuci tangan secara rutin dengan sabun.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik akan membunuh virus dan bakteri berbahaya mungkin menempel di tangan. Apalagi jika Anda baru saja berada di tempat umum yang dikunjungi banyak orang. Anda juga perlu mencuci tangan dengan sabun setelah bersin, batuk, atau membuang ingus.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa menggunakan Sabun Lifebuoy antibakteri setiap kali Anda dan keluarga mencuci tangan. Sabun Lifebuoy mengandung formula Activ Silver yang efektif untuk membasmi virus, bakteri, hingga jamur.

2.       Hindari kontak jarak dekat dengan orang yang sakit

Bukan tanpa alasan jika pemerintah meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menggalakkan aksi physical distancing atau jaga jarak selama pandemi corona berlangsung. Mengingat penularan Covid-19 adalah melalui kontak langsung dan droplet, menjaga jarak dengan orang yang sakit akan sangat membantu untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Bukan tidak mungkin Anda atau anggota keluarga ada yang terkena virus corona, tetapi tidak menampakkan gejala apa pun. Meski demikian, masih dapat menjadi carrier atau pembawa virus untuk orang lain. Karena itu, baik dalam kondisi tertular maupun tidak, semua orang wajib menerapkan physical distancing secara maksimal.

3.       Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh

Permukaan benda yang sering disentuh banyak orang berpotensi mengandung kuman dan virus yang berbahaya. Biasakan untuk selalu membersihkan permukaan benda yang sering dipegang banyak orang dengan menggunakan cairan sabun pembersih.

4.       Lakukan disinfeksi seperlunya

Bahan-bahan disinfektan mampu membunuh virus secara efektif pada berbagai permukaan. Tak heran di tengah pandemi Covid-19, banyak orang yang melakukan disinfeksi pada berbagai hal di setiap kesempatan. Perlu dipahami bahwa melakukan disinfeksi yang berlebihan tidaklah baik, dan Anda sebaiknya hanya melakukan disinfeksi seperlunya saja.

Bahan-bahan disinfektan memang efektif untuk membunuh kuman dan virus, tetapi terkena paparan disinfektan terlalu banyak juga berdampak buruk pada kondisi kesehatan. Bahan disinfektan bisa mengiritasi kulit, membuat perih mata, gatal-gatal, bahkan pada kasus ekstrem, bisa mengakibatkan gangguan pernapasan.

5.       Konsultasi pada dokter jika merasakan adanya gejala

Selain menggalakkan physical distancing, Anda dan keluarga perlu memantau kesehatan secara cermat. Jika dirasakan ada gejala Covid-19 yang muncul seperti demam tinggi, batuk, dan sulit bernapas, Anda wajib segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat sejak dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan, jika benar-benar terpapar virus corona setelah melakukan tes.

6.       Gunakan etika batuk bersin yang benar jika dalam keadaan sakit

Batuk dan bersin menjadi sarana utama penyebaran virus corona saat ini. Untuk menekan penyebaran virus tersebut, siapa pun yang batuk dan bersin diwajibkan untuk menggunakan etika batuk dan bersin yang benar. Dengan demikian, virus bisa dikarantina dan tidak tersebar ke orang lain.

Saat batuk atau bersin, tutup mulut dengan menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Buang tisu segera setelah digunakan. Lanjutkan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air. Saat berada di luar, pastikan selalu membawa hand sanitizer Lifebuoy untuk menjaga kebersihan tangan Anda..

7.       Pakai masker jika merasa kurang sehat

Jika Anda sedang sakit, Anda wajib menggunakan masker untuk menghindari menyebarnya droplet ketika Anda batuk atau bersin. Selalu pakai masker tersebut saat berada di ruang publik maupun di tempat-tempat yang ada banyak orang.

Sebaiknya tidak menggunakan masker jika Anda sehat. Namun, jika Anda sedang merawat orang sakit, wajib menggunakan  masker meskipun Anda sehat.

Memahami gejala-gejala Covid-19 akan sangat membantu Anda untuk bisa mendapatkan perawatan segera jika terjangkit virus corona. Dibarengi dengan kebiasaan hidup sehat dan cuci tangan dengan sabun Lifebuoy secara rutin, Anda dan keluarga akan terlindungi secara maksimal.

 

Sumber:

lifebuoy.co.id/semua-artikel/infeksi-dan-pencegahannya/mengenal-novel-coronavirus-yang-menjadi-kekhawatiran-dunia.html

cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/symptoms.html

theguardian.com/world/2020/mar/12/coronavirus-symptoms-what-are-they-and-should-i-see-a-doctor

hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-disease-2019-vs-the-flu

pressherald.com/2020/03/11/coronavirus-how-to-how-tell-if-you-have-a-cold-the-flu-or-covid-19/

img.webmd.com/dtmcms/live/webmd/consumer_assets/site_images/article_thumbnails/news/2020/03_2020/cold_vs_flu_vs_coronavirus/904x1352_cold_vs_flu_vs_coronavirus.jpg

webmd.com/lung/news/20200310/know-the-symptoms-of-covid19

 

Diakses pada:

31 Maret 2020