new normal

Sudah Siap Jalani New Normal? Cek 7 Protokol Berikut

AddTHis is disabled because of cookie content

Tidak ada yang menyangka pandemi COVID-19 akan melumpuhkan kehidupan di banyak negara hingga berbulan-bulan. Memasuki pertengahan 2020, situasi buruk ini belum juga menunjukkan tanda akan berakhir. Pemerintah Indonesia pun menerbitkan pedoman tatanan hidup baru atau new normal agar masyarakat lebih waspada dan menjaga kesehatan selama pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmita menjelaskan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19.

Penerbitan pedoman new normal ini dilakukan agar masyarakat dapat tetap produktif, tetapi sambil mencegah meluasnya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Kementerian Kesehatan, bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, telah mengeluarkan protokol kesehatan yang harus diterapkan setiap orang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama di tempat-tempat ramai yang memiliki risiko penularan tinggi.

Protokol Kesehatan yang Patut Dipatuhi pada Era New Normal

1.    Jaga jarak

Anjuran physical distancing (menjaga jarak fisik) masih menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah penularan virus corona. Pastikan Anda menerapkan protokol kesehatan ini saat sedang berada di luar rumah atau di tempat yang ramai orang. Jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, baik saat di dalam ruangan maupun di luar ruangan, untuk melindungi diri dari risiko tertular COVID-19.

2.    Gunakan masker

Pada awal pandemi, masker hanya wajib digunakan oleh tenaga kesehatan atau orang yang sakit. Namun, sekarang kondisinya sudah berbeda. Pada era tatanan hidup baru ini, setiap orang yang bepergian atau berada di luar rumah wajib menggunakan masker, sebagaimana dianjurkan dalam protokol kesehatan.

Gunakan masker yang menutupi hidung, mulut, hingga dagu. Mengenakan masker berfungsi melindungi Anda dari terkena percikan cairan (droplet) orang yang terinfeksi virus corona sehingga menurunkan risiko Anda terinfeksi COVID-19. Selain itu, dengan mengenakan masker, Anda juga telah mencegah risiko menulari orang lain bila ternyata Anda termasuk kelompok orang tanpa gejala (OTG).

Bila Anda mengenakan masker medis, ingatlah bahwa masker itu bersifat sekali pakai, setelah itu harus dibuang ke tempat sampah tertutup. Bagi Anda yang menggunakan masker non-medis (misalnya dari kain), setiap setelah digunakan masker harus langsung dicuci, jangan dikenakan lagi. Bila Anda bepergian atau berada di luar rumah selama seharian, sebaiknya membawa lebih dari satu masker dan menggantinya setelah digunakan beberapa jam.

3.    Rajin cuci tangan

Masyarakat diimbau mencuci tangan sesering mungkin. Lebih dari 90% penyebaran kuman, termasuk virus, di tubuh bersumber dari tangan.

Hal ini bisa dimengerti karena tangan adalah bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda yang kemungkinan mengandung kotoran. Di sisi lain, tangan digunakan untuk makan sehingga risiko kuman masuk ke dalam tubuh lewat tangan sangatlah besar.

Karena itu, Anda harus sering mencuci tangan sebagai salah satu cara mengurangi risiko terinfeksi virus corona. Cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Gosok seluruh bagian tangan, mulai dari telapak tangan, punggung tangan, serta sela-sela dan ujung jari. Anda dapat menggunakan sabun cair Lifebuoy yang dapat memberikan perlindungan optimal dari virus dan kuman.

Selain menggunakan sabun antibakteri untuk melawan kuman, Anda juga perlu mempersiapkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) setiap bepergian. Lifebuoy Hand sanitizer dapat membunuh 99% kuman tanpa dibilas dan menjaga tangan Anda terlindungi dari kuman hingga 10 jam per hari.

4.    Tidak menyentuh wajah

Manusia secara tidak sadar terbiasa menyentuh wajahnya. Dalam situs Tirto disebutkan, sebuah studi menemukan manusia menyentuh wajah mereka rata-rata 16 kali per jam. Studi lain bahkan menyebutkan 23 kali per jam, dengan hampir setengah dari sentuhan wajah melibatkan mulut, hidung, atau mata yang menjadi jalur termudah bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh.

Karena itu, sebaiknya hentikanlah kebiasaan ini. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, tangan merupakan anggota badan yang paling sering mengandung kotoran. Walaupun sudah rajin mencuci tangan dengan sabun, Anda juga perlu secara sadar menghentikan kebiasaan menyentuh wajah untuk mengurangi risiko masuknya virus ke dalam tubuh.

5.    Terapkan etika batuk dan bersin

Kebanyakan dari Anda mungkin terbiasa menutup hidung dan mulut dengan tangan saat bersin. Cara ini ternyata kurang higienis karena berpotensi membuat tangan tercemar kuman yang keluar lewat cairan dari batuk atau bersin.

Mulai sekarang, terapkan etika batuk dan bersin yang dianjurkan oleh protokol kesehatan, yaitu tutup mulut dan hidung menggunakan lengan bagian atas saat Anda bersin. Dengan begitu, Anda mengurangi risiko mencemari tangan dengan virus. Pilihan lainnya adalah menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat bersin, lalu langsung buang tisu ke tempat sampah.

6.    Isolasi mandiri

Isolasi mandiri bukan hanya perlu dilakukan orang-orang yang positif menderita COVID-19. Bila Anda merasa tidak sehat dan mengalami sejumlah gejala yang dapat menjadi salah satu gejala COVID-19, Anda sebaiknya segera melakukan isolasi mandiri. Beberapa gejala sakit yang dimaksud adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, atau sesak napas. Belakangan, penderita COVID-19 melaporkan mereka mengalami gejala kehilangan penciuman di awal sakit.

Bila Anda merasakan salah satu dari gejala tersebut, ikuti protokol kesehatan new normal: lakukan isolasi mandiri dan beristirahatlah hingga tubuh kembali sehat. Anda memang belum tentu terinfeksi COVID-19, tetapi dengan melakukan isolasi mandiri Anda mencegah risiko memburuknya kondisi kesehatan, serta mengurangi risiko terpapar virus corona.

7.    Jaga kesehatan

Hingga kini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit COVID-19. Penderita COVID-19 tanpa gejala biasanya akan dianjurkan untuk beristirahat dan diberi vitamin untuk meningkatkan imunitas selama melakukan isolasi mandiri. Bagi penderita COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta, dokter akan memberikan obat untuk meredakan atau meringankan penyakit tersebut.

Salah satu upaya menghindari penularan COVID-19 adalah menjaga kesehatan tubuh. Bila daya tahan tubuh Anda selalu terjaga dengan baik, virus corona yang masuk ke dalam tubuh akan terkalahkan imunitas tubuh.

Konsumsilah makanan yang mengandung gizi seimbang, rajin berolahraga, dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi. Selain itu, jaga kebersihan tubuh dengan rajin mencuci tangan dengan sabun atau membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Semua tindakan itu dapat berdampak positif pada daya tahan tubuh.

Cara Menjaga Kesehatan di Rumah saat Era New Normal

Sebagian besar masyarakat masih melakukan rutinitasnya dari rumah. Anak-anak pun masih melaksanakan pembelajaran dari rumah karena sekolah belum dibuka kembali.

Meski hanya di rumah, bukan berarti Anda otomatis aman dari virus corona. Anda tetap harus melakukan langkah-langkah khusus untuk menjaga kesehatan saat era tatanan hidup baru ini. Berikut rekomendasi dari World Health Organization (WHO) yang dapat Anda ikuti.

●      Konsumsi makanan bergizi. Perbanyak asupan sayur dan buah, kurangi asupan garam dan gula, minum air putih yang cukup, batasi asupan lemak dan minyak.

●      Tetap aktif bergerak. Selama di rumah, Anda mungkin lebih banyak duduk. Meski begitu, sempatkan waktu untuk bergerak, minimal berjalan atau melakukan peregangan selama 3–4 menit untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah. Aktivitas fisik yang teratur bermanfaat bagi tubuh dan pikiran. Ini karena aktivitas fisik dapat mengurangi risiko diabetes, obesitas, stroke, penyakit jantung hingga kanker—semua kondisi yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap COVID-19.

●      Jaga kesehatan mental. Perubahan hidup yang besar akibat pandemi COVID-19 dapat membuat sebagian orang stres atau bahkan depresi. Anda dapat menghindari risiko ini dengan menyadari bahwa Anda perlu beradaptasi alih-alih hanya menyesali situasi yang berat ini.

Selain menerima bahwa sekarang Anda harus banyak beraktivitas dari rumah dan mengurangi secara drastis aktivitas di luar rumah, ciptakan pola hidup baru sesuai dengan kondisi saat ini. Misalnya, pilih jenis olahraga yang bisa dilakukan di rumah, membatasi membaca berita negatif, atau membuat jadwal khusus untuk berinteraksi secara virtual dengan kerabat dan sahabat.

●      Jaga kebersihan diri. Walaupun setiap hari berada di rumah, Anda tetap perlu menjaga kebersihan diri. Ini penting untuk melindungi diri dari risiko terpapar kuman secara umum maupun tertular virus corona. Mandi secara rutin, dan cuci tangan dengan sabun cair yang dapat memberikan perlindungan optimal dari kuman, seperti Lifebuoy Yoghurt Care. Dengan formulasi superfood yoghurt yang lembut di kulit, Lifebuoy Yoghurt Care dapat memberikan 10x perlindungan kuman dan lembut di kulit.

●      Hindari menyentuh wajah. Salah satu cara untuk mempraktikkan ini adalah dengan menggunakan hand sanitizer beraroma. Dengan begitu, setiap kali Anda ingin menyentuh wajah, aroma dari hand sanitizer akan mengingatkan Anda untuk segera menjauhkan tangan dari wajah. Hand sanitizer dari Lifebuoy dapat membantu membunuh 99,9% kuman tanpa perlu dibilas, serta mengaktifkan peptida kulit untuk meningkatkan imunitas kulit dalam melawan kuman hingga 10 jam setelah digunakan.

Ini Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi Saat Berada di Tempat Umum

Bagi Anda yang sehari-hari bepergian menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL), berikut protokol kesehatan yang harus diikuti, dikutip dari situs web Detik:

●      Penumpang wajib menggunakan masker selama di KRL dan stasiun.

●      Penumpang wajib menjaga jarak sesuai marka yang tertera.

●      Penumpang disarankan melakukan transaksi nontunai.

●      Anak berusia kurang dari lima tahun atau balita dilarang naik KRL untuk sementara waktu.

●      Penumpang lanjut usia atau lansia hanya diizinkan naik KRL di luar jam sibuk (pukul 10.00-14.00 WIB).

●      Balita dan lansia yang harus memakai KRL karena keperluan mendesak, misalnya perawatan rutin ke rumah sakit, harus melapor ke petugas stasiun.

●      Pedagang dengan barang bawaan yang banyak tidak boleh naik KRL saat jam sibuk.

●      Penumpang tidak berbicara secara langsung atau melalui telepon seluler selama di dalam kereta.

Dikarenakan sebagian mal sudah atau akan dibuka, Anda perlu mengetahui protokol kesehatan di mal pada era tatanan hidup baru. Dikutip dari situs web Detik, berikut protokol kesehatan di mal:

●      Semua orang di mal wajib menggunakan masker.

●      Karyawan mal yang bertugas harus sehat.

●      Mall harus melakukan pemeriksaan suhu tubuh.

●      Di dalam mal tidak berdesakan.

●      Di dalam mal menerapkan jaga jarak.

●      Transaksi mengutamakan pembayaran digital.

●      Harus melakukan sterilisasi fasilitas yang rawan penularan virus, seperti elevator, toilet, gagang eskalator, serta tempat-tempat maupun benda-benda yang paling sering disentuh pengunjung. Pengelola mal diharapkan melakukan disinfeksi di area tersebut sesering mungkin.

 

Sumber:

kompas.com/sains/read/2020/05/27/163200923/indonesia-menuju-new-normal-corona-ini-protokol-kesehatan-covid-19-yang?page=all

health.detik.com/berita-detikhealth/d-5052490/ini-protokol-kesehatan-new-normal-di-krl-pasar-mal-dan-ojol

kompas.tv/article/84358/7-pedoman-protokol-kesehatan-new-normal-di-pasar-dan-mal

health.grid.id/read/352156724/siap-siap-begini-protokol-kesehatan-di-era-new-normal-yang-perlu-diterapkan?page=all

halodoc.com/protokol-kesehatan-untuk-naik-pesawat-saat-new-normal

awalbros.com/umum/manfaat-mencuci-tangan/

tirto.id/cegah-corona-covid-19-dengan-setop-kebiasaan-menyentuh-wajah-eKBV

lifebuoy.co.id/products/hand-sanitizer.html

who.int/campaigns/connecting-the-world-to-combat-coronavirus/healthyathome