Lifebuoy Enrichment Article Assets

Jenis penyakit kulit akibat kurang menjaga  kebersihan

AddTHis is disabled because of cookie content

Jenis penyakit kulit memang sangat beragam, salah satu yang paling sering menyerang adalah masalah gatal. Penyakit gatal pada kulit biasanya dianggap remeh sehingga tidak mendapatkan penanganan serius. Padahal, rasa gatal tersebut pasti menimbulkan ketidaknyamanan dan membuat Anda kurang leluasa saat beraktivitas. Jika dibiarkan terlalu lama, penyakit gatal juga bisa menyebabkan imunitas kulit melemah. Bahkan, gatal-gatal bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menimbulkan luka gores ketika digaruk. Hal ini dapat menjadi sumber penyebab kulit kering dan terasa kasar. Itu sebabnya, Anda wajib menangani penyakit gatal pada kulit secara serius. Mari kenali dulu berbagai penyebabnya sebelum mempelajari cara mencegah dan mengatasinya. 

Penyakit Gatal Pada Kulit Akibat Kurangnya Sanitasi

Pada dasarnya, ada sangat banyak jenis penyakit gatal pada kulit yang umum dialami manusia. Penyebab masing-masing jenis penyakit ini pun cukup beragam, mulai dari yang disebabkan oleh virus hingga kurangnya kebersihan dan sanitasi. Jika penyakit gatal pada kulit yang terjadi karena virus sedikit lebih sulit dihindari dan bisa terjadi sewaktu-waktu, maka penyakit gatal akibat kebersihan justru sangat bisa dicegah. Yuk, kenali beberapa jenis penyakit gatal pada kulit yang disebabkan oleh kurangnya sanitasi berikut ini:

1. Kudis (Scabies)

Penyakit kudis biasanya disebabkan oleh serangan parasit berupa tungau atau Sarcoptes scabiei varhominis. Jenis tungau tersebut rentan menyebar di tempat-tempat yang sistem sanitasinya buruk. Tempat kotor merupakan habitat yang mendukung perkembangbiakan tungau. Biasanya, kudis menyerang bagian-bagian tubuh tertentu seperti ketiak, pinggang, sela-sela jari kaki, sekitar alat kelamin, dan tangan. Rasa gatal yang hebat kerap terjadi di malam hari. Kudis sangat mudah menular melalui kontak fisik.

2. Kurap

Lain halnya dengan kudis, kurap disebabkan oleh wabah jamur. Jenis jamur yang kerap menyebabkan kurap adalah Epidermophyton, Microsporum, dan Trychophyton. Kurap biasanya menyebar melalui hewan, manusia, atau kontak dengan tanah yang mengandung jamur-jamur tersebut. Kulit yang mengalami kurap akan menunjukkan lingkaran-lingkaran kecil menyerupai cincin. Bagian sekeliling lingkaran tersebut terasa kasar dan gatal. Bila Anda sering berkeringat atau kerap menggunakan pakaian ketat, risiko penyakit gatal pada kulit yang satu ini semakin besar.

3. Impetigo

Pernahkah Anda mendengar penyakit gatal pada kulit yang disebut impetigo? Impetigo disebabkan oleh wabah bakteri Staphylococcus aureus atau Staphylococcus pyogenes. Salah satu ciri khas penyakit ini adalah bercak merah yang terasa gatal pada permukaan kulit. Bercak merah tersebut rentan membengkak dan berisi cairan. Namun, ada pula yang menyerupai kerak. Bila tidak dirawat secara intensif, impetigo bisa meninggalkan bekas berupa bercak-bercak berwarna gelap pada permukaan kulit.

4. Ringworm (Dermatofitosis)

Penyakit kulit ini dikenal dengan istilah ringworm karena menunjukkan gejala berupa lingkaran bercak merah. Bagian merahnya terlihat lebih mencolok daripada bagian tengah. Biasanya, ringworm muncul di sekitar leher, wajah, dan kulit kepala. Tak hanya menimbulkan rasa gatal, ringworm juga membuat kulit Anda tampak tidak sehat dan mengganggu rasa percaya diri.

5. Kandidiasis Kulit

Infeksi kulit kandidiasis disebabkan oleh jamur Candida. Jenis jamur tersebut rentan menyerang bagian lipatan kulit yang lembap, misalnya ketiak, selangkangan, dan bagian belakang lutut. Orang bertubuh gemuk rentan mengalami kandidiasis kulit karena jumlah lipatan lemak yang lebih banyak daripada orang bertubuh ideal. Begitu pula orang yang kurang menjaga kebersihan, rentan mengalami masalah kulit ini. Salah satu gejala penyakit ini adalah warna kulit yang kemerahan dan terasa amat gatal.

Cara Mencegah dan Menangani Penyakit Gatal Pada Kulit

 

Cara mencegah dan mengatasi penyakit gatal pada kulit sebenarnya tidak sulit. Karena kebanyakan penyakit gatal pada kulit disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap faktor sanitasi, langkah mudah untuk mencegah dan menanganinya adalah dengan meningkatkan kebersihan itu sendiri. Berikut ini beberapa cara mencegah dan menangani penyakit gatal pada kulit yang bisa Anda lakukan:

1. Selalu Menjaga Kebersihan Rumah

Jangan sampai Anda dan anggota keluarga lainnya mengabaikan kebersihan rumah. Karena, rumah yang kotor membuat Anda lebih berisiko mengalami penyakit kulit. Selain membersihkan kotoran dan debu setiap hari, pastikan bahwa semua ruangan di rumah tidak memiliki kelembapan tinggi, terutama bagian kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Sebab, ruangan dengan kelembapan tinggi akan menjadi tempat perkembangbiakan ideal bagi mikroorganisme penyebab penyakit kulit.

2. Memulai Kebiasaan Cuci Tangan

Setiap kali selesai beraktivitas, Anda harus membiasakan diri untuk mencuci tangan. Gunakan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik agar tangan Anda benar-benar terbebas dari bakteri penyebab penyakit gatal pada kulit. Jangan sampai kotoran dan mikroorganisme yang menempel di tangan justru menyebar ke bagian tubuh lain karena Anda lupa cuci tangan. 

3. Memilih Bahan Pakaian yang Tepat

Pemilihan bahan pakaian bukan hanya mesti disesuaikan dengan acara dan selera. Lebih dari itu, Anda juga wajib memilih bahan pakaian yang nyaman dan berkualitas. Usahakan untuk selalu menggunakan pakaian berbahan lembut, nyaman, dan tidak membuat Anda mudah berkeringat. Dengan begitu, Anda akan tetap nyaman beraktivitas meskipun menggunakan pakaian yang sama seharian.

4. Lebih Sering Berganti Pakaian Saat Berkeringat

Menggunakan pakaian yang sudah basah oleh keringat adalah salah satu pemicu timbulnya penyakit gatal pada kulit. Karena, hal tersebut membuat kulit Anda lembap dan rentan menjadi tempat perkembangbiakan mikroorganisme. Sebaiknya Anda lebih sering berganti pakaian ketika berkeringat. Selain melindungi kesehatan kulit, pakaian yang bersih dan kering juga akan membuat Anda lebih percaya diri.

5. Jangan Menggunakan Barang-Barang Orang Lain

Risiko penularan penyakit kulit akan semakin besar bila Anda sering menggunakan barang-barang orang lain. Beberapa jenis barang seperti pakaian, handuk, dan selimut memang rentan menjadi media penularan penyakit kulit. Karena, bisa saja barang-barang tersebut sudah dihinggapi mikroorganisme penyebab penyakit kulit. 

6. Kulit Gatal Sebaiknya Jangan Digaruk

Rasa gatal yang mengganggu memang membuat semua orang ingin menggaruk-garuk kulit. Sebenarnya, Anda justru tidak disarankan untuk menggaruk kulit. Hal tersebut justru rentan membuat rasa gatal menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jika Anda sedang mengalami penyakit gatal pada kulit, Anda wajib membersihkan bagian kulit yang gatal secara teratur. Selanjutnya, Anda bisa mengoleskan salep, bedak, atau obat luar sesuai resep dokter agar rasa gatalnya berkurang.

7. Mandi Secara Teratur

Mandi secara teratur merupakan cara paling mudah untuk menjaga kesehatan kulit. Anda harus menggunakan sabun antiseptik berkualitas untuk membersihkan kotoran dan membasmi mikroorganisme penyebab gatal. Pastikan bahwa Anda selalu menggunakan air bersih dan melakukan proses membilas sampai tuntas. Jangan sampai ada sisa sabun yang tertinggal dan malah memperparah penyakit kulit.

 

Kunci utama untuk mencegah dan mengobati gatal pada kulit memang adalah menjaga kebersihan diri sendiri, salah satunya dengan mandi minimal dua kali sehari. Dalam hal ini, Anda bisa mengandalkan varian sabun mandi dari Lifebuoy. Tak hanya menghadirkan aroma segar, sabun mandi Lifebuoy juga dirancang dengan kandungan antiseptik yang efektif membasmi mikroorganisme dan bakteri penyebab gatal. Dengan rajin mandi menggunakan sabun antiseptik yang tepat, risiko gatal pada kulit pun dapat diminimalkan. Sudah siap memerangi penyakit gatal pada kulit?

 

 

Referensi:

 

hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/penyebab-kulit-bintik-merah/

alodokter.com/ruam-kulit

alodokter.com/risiko-penyakit-serius-di-balik-gatal

medicinenet.com/itch/article.htm

patient.info/health/prickly-heatheat-rash-miliaria

doktersehat.com/jenis-jenis-penyakit-kulit/

halosehat.com/penyakit/macam-macam-penyakit-kulit

alodokter.com/kenali-penyebab-dan-cara-mengatasi-infeksi-jamur-kulit



Diakses pada: 13 April 2019