JPEG - Anjuran dan Pantangan Pilihan Makanan yang Aman untuk Diare

5 Anjuran dan Pantangan Pilihan Makanan yang Aman untuk Diare

AddTHis is disabled because of cookie content

Diare adalah salah satu penyakit saluran cerna yang paling umum di masyarakat. Diare seringkali disebabkan makanan/minuman yang sudah terkontaminasi bakteri, virus ataupun parasit lain.

Selain itu, diare bisa disebabkan efek samping obat-obatan, alergi terhadap makanan, keracunan, dan peradangan pada usus. Karena itu, diare bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.

Rekomendasi Makanan saat Diare

Ketika sedang diare, tubuh menjadi lemas dan kekurangan cairan. Tidak jarang, pada kasus yang lebih parah, diare bisa menyebabkan dehidrasi. Untuk mencegah hal tersebut, penderita diare harus memperhatikan makanan yang aman untuk dikonsumsi. Ditambah lagi, harus sebisa mungkin menghindari makanan yang tidak aman dikonsumsi saat diare.

1.     Makanan berkuah

Makanan berkuah seperti sup dan kaldu ayam atau sapi bisa mengganti cairan tubuh yang hilang karena diare. Selain itu, sup dan kaldu ayam yang hangat akan membuat perut Anda menjadi lebih nyaman. Anda bisa membuatnya sendiri dengan sayuran yang tersedia atau membuat kaldu ayam yang sekarang sudah ada dalam kemasan instan.

2.     Air putih

Air putih tidak pernah absen dalam meringankan berbagai macam penyakit. Bukan hanya meringankan, konsumsi air putih pun bisa menjadi obat alami yang sederhana. Pada kasus diare, air putih berfungsi vital untuk mengembalikan cairan tubuh. Minum banyak air putih membantu mencegah dehidrasi serta mengeluarkan racun dalam tubuh. Jadi, ketika terkena diare, Anda harus lebih banyak minum air putih.

3.     Makanan/minuman yang mengandung probiotik

Ketika sakit, probiotik membantu mempercepat proses pemulihan. Manfaat lainnya yaitu menjaga sistem pencernaan dengan menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Probiotik bisa Anda temukan di dalam yoghurt, kefir, tempe, kimchi, atau kombucha.

Probiotik juga bukan hanya terdapat di minuman seperti yoghurt saja, melainkan juga bisa dari makanan seperti tempe, kimchi, dan kombucha. Tempe memiliki kandungan probiotik tinggi. Dari fermentasi, tempe bisa menghasilkan vitamin seperti vitamin B12 dan senyawa anti kanker yaitu isoflavon.

4.     Diet BRAT (Banana, Rice, Apple sauce, Toast)

BRAT adalah singkatan dari banana (pisang), rice (nasi), applesauce (apel yang dihaluskan) dan  toast (roti panggang). Diet BRAT sangat dianjurkan bagi penderita diare karena memiliki kandungan serat dan protein tinggi, serta lemak yang rendah sehingga bisa meredakan masalah pada saluran cerna.

Selain keempat makanan di atas, terdapat makanan lain yang termasuk ke dalam diet BRAT, di antaranya kentang rebus, roti, sereal, oatmeal, gandum, biskuit serta ayam tanpa kulit dan lemak. Semua makanan tersebut kaya akan protein, karbohidrat, dan rendah lemak.

Anda tidak dianjurkan mengonsumsinya dalam jangka panjang karena ada beberapa zat gizi yang tidak dimiliki pada makanan dalam diet BRAT ini. Jadi, setelah Anda sembuh dari diare, pastikan Anda kembali mengkonsumsi makanan dengan zat gizi seimbang yang baik untuk tubuh.

5.     Makanan bercita rasa hambar

Makanan yang sebaiknya dikonsumsi ketika diare adalah makanan dengan rasa hambar. Makanan hambar yang bisa Anda konsumsi diantaranya cracker tanpa rasa, nasi putih, buah pisang, oatmeal, dan kentang rebus. Makanan yang hambar ini berfungsi untuk mengurangi risiko iritasi berlanjut pada usus ketika saluran cerna terkena diare.

Pantangan Makanan saat Diare

Selain makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi ketika diare, Anda juga harus menghindari beberapa pantangannya. Yuk, simak lima pantangan makanan yang harus dihindari berikut.

1.     Produk susu selain yoghurt

Ketika diare, Anda harus menghindari produk susu dan olahannya untuk sementara waktu. Hal ini karena diare membuat usus sulit memproduksi enzim laktase yang diperlukan tubuh untuk mencerna laktosa (gula yang dapat ditemukan dalam susu). Jika laktosa tidak tercerna, tubuh akan mengalami perut kembung, bergas, mual, sampai diare yang lebih parah.

Meski tidak boleh mengonsumsi susu, ada satu produk olahan susu yang bisa Anda konsumsi saat diare. Yoghurt merupakan produk olahan susu yang mengandung probiotik, sehingga baik untuk meredakan diare.

2.     Makanan berminyak dan berlemak

Makanan yang harus dihindari lainnya ketika Anda terserang diare yaitu makanan yang berminyak dan berlemak. Makanan seperti gorengan, makanan yang mengandung krim, makanan cepat saji (fast food), potongan daging yang berlemak, makanan yang berminyak, dan makanan dengan campuran saus.

Makanan berlemak tinggi dapat mempercepat kontraksi usus. Hal ini bisa memicu reaksi pada sistem pencernaan yang sudah sensitif. Selain itu, makanan yang berminyak dan berlemak juga bisa menyebabkan otot-otot pada saluran cerna menjadi tegang. Diare pun menjadi semakin parah. Makanan berlemak juga bertanggung jawab atas rasa kembung yang terjadi akibat dari pengosongan lambung.

3.     Makanan penghasil gas

Beberapa makanan bisa meningkatkan gas di usus dan membuat diare menjadi lebih parah. Contoh makanan penghasil gas yaitu brokoli, kubis, bunga kol, buah persik, buah plum, buah pir, biji dari tumbuhan polong-polongan (beans), serta buah yang dikeringkan seperti aprikot dan kismis.

Agar diare tidak menjadi lebih parah, sebaiknya Anda menghindari jenis makanan penghasil gas tersebut. Sebagai penggantinya, Anda bisa mengonsumsi wortel, kacang hijau, jamur, zucchini, dan asparagus.

4.     Makanan pedas

Bukan hanya makanan berminyak seperti gorengan yang harus dihindari ketika diare, melainkan juga makanan pedas. Makanan pedas seperti sambal, dan saus berasal dari cabai yang mengandung zat capsaicin. Zat inilah yang menimbulkan rasa pedas pada makanan.

Ketika diare, konsumsi makanan pedas bisa membuat iritasi pada saluran cerna dan memperparah diare. Sebagai tambahan, perut pun bisa menjadi kembung, bergas dan timbul sensasi terbakar pada perut.

5.     Alkohol, kafein, dan minuman berkarbonasi

Ketiga jenis minuman ini harus Anda hindari ketika terserang diare. Alkohol, kafein, dan soda bertindak sebagai diuretik yang bisa meningkatkan produksi dan volume urine. Ini bisa memperparah kondisi diare.

Ketika produksi urine meningkat, cairan tubuh Anda pun dapat hilang lebih banyak dan menimbulkan dehidrasi. Karena itu, hentikan konsumsi ketiga minuman ini untuk mempercepat penyembuhan saat diare.   

Seperti pepatah lama, mencegah lebih baik daripada mengobati. Meskipun terdengar jadul, pepatah tersebut masih relevan sampai saat ini. Dalam konteks diare, upaya pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan mencuci tangan dengan sabun setiap sebelum dan sesudah makan, sehabis buang air, serta setelah beraktivitas. Tangan yang bersih bisa terhindar dari bakteri, kuman dan virus yang bisa menempel pada makanan yang Anda konsumsi.

Gunakan produk Lifebuoy dalam keseharian Anda. Lifebuoy memiliki beragam produk kesehatan seperti Lifebuoy shampoo, body wash, serta hand wash yang membantu Anda menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

 

Sumber:

alodokter.com/makanan-untuk-diare-ini-anjuran-dan-pantangannya#:~:text=4.%20Sayuran%20yang%20mengandung%20gas&text=Sementara%20itu%2C%20buah%2Dbuahan%20yang,jamur%2C%20asparagus%2C%20dan%20zucchini.

halodoc.com/artikel/yang-boleh-dan-tidak-boleh-dikonsumsi-saat-diare

sehatq.com/artikel/pantangan-diare-yang-harus-dihindari-agar-usus-cepat-pulih-sehat-kembali

hellosehat.com/pusat-kesehatan/gangguan-pencernaan/diare/pantangan-makanan-yang-harus-dihindari-saat-diare/#gref