12  Penyebab Kulit Gatal dan Cara Mengatasinya

12  Penyebab Kulit Gatal dan Cara Mengatasinya

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia. Karena merupakan organ terbesar, kulit pun tidak luput dari berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kulit gatal. Kulit gatal sendiri sangat umum terjadi. Biasanya kulit yang gatal bisa hilang dengan sendirinya, tetapi ada juga yang berlangsung selama berhari-hari dan mengganggu aktivitas fisik sehingga perlu penanganan khusus.

Ada berbagai macam penyebab kulit gatal, salah satunya karena peradangan misalnya yang terjadi pada dermatitis atopik atau eksim, dermatitis kontak iritan, dan alergi. Selain itu, terdapat juga penyakit kulit yang disebabkan oleh gangguan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat.

Untuk mengetahui penyebab penyakit kulit gatal dan cara mengatasinya, yuk simak pembahasan berikut.

 

1.  Alergi

Dalam istilah medis, alergi kulit disebut dermatitis kontak alergi. Alergi dapat dipicu oleh beberapa penyebab. Kemunculan alergi ini kulit bisa terjadi karena kulit terpapar alergen atau unsur asing yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh. Karena keliru, sistem kekebalan tubuh mengeluarkan sinyal berupa gatal-gatal pada tubuh.

Penyebab alergi kulit yang sering dijumpai diantaranya karena produk kosmetik yang tidak cocok di kulit, produk pembersih seperti deterjen, dan sabun cuci, obat-obatan yang dioleskan ke kulit, atau bahkan tanaman juga bisa menyebabkan alergi.

Untuk mengatasi alergi kulit, gunakan lotion atau calamine atau krim hidrokortison yang bisa mengurangi gatal. Tetapi jangan lupa untuk meminta petunjuk dokter ya. Selain itu, ketika alergi kamu bisa mandi dengan air dingin dan menggunakan pakaian yang longgar dan lembut di kulit.

 

2.  Psoriasis

Dikutip dari Hellosehat.com, psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang membuat sel-sel kulit berproduksi terlalu cepat dan tak terkendali. Akibatnya, sel kulit menjadi terlalu banyak dan menumpuk di permukaan kulit.

Psoriasis paling sering menyerang area leher, tangan dan kaki. Selain dengan obat-obatan dan perawatan dari dokter, kamu juga bisa mengatasi psoriasis yang kambuh dengan cara mengenal dan menjauhi faktor pemicu psoriasis. Misalnya stress, paparan sinar matahari yang berlebihan, dan merokok. Bukan hanya itu, kamu juga bisa mengoleskan pelembab di kulit yang bisa mengurangi rasa gatal dan perih akibat psoriasis, melakukan pola makan yang sehat seperti mengonsumsi buah dan sayur, dan mengelola stress dengan baik.

 

3.  Eksim

Eksim atau dermatitis atopik ditandai dengan kulit kemerahan, gatal, kering, dan bersisik. Eksim sering terjadi di area leher, lipatan siku, atau bagian belakang lutut. Jika digaruk, kulit yang bersisik ini bisa mengeluarkan darah dan cairan.

Eksim bisa disebabkan oleh berbagai macam diantaranya karena cuaca, makanan, bulu hewan, dan bisa juga dari bahan pakaian yang dikenakan. Untuk mengobati eksim ini, kamu bisa melakukannya secara mandiri dan penanganan dari dokter. Kamu bisa belajar menjaga kesehatan kulit seperti dengan memperhatikan kandungan kosmetik yang kamu gunakan, menghindari bahan pakaian yang membuat gatal di kulit, dan mengendalikan stress.

 

4.  Panu

Panu adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Seseorang bisa mengalami panu diakibatkan oleh lemahnya sistem kekebalan tubuh, perubahan hormon, dan kekurangan nutrisi. Selain itu, keringat berlebihan, kulit berminyak, dan anggota keluarga yang memiliki panu juga meningkatkan risiko seseorang mengalami panu.

Panu membuat bercak putih dan gatal pada kulit. Gejala-gejala lainnya yaitu munculnya bercak berwarna  merah muda, merah, kecoklatan, atau coklat, kulit menjadi bersisik, kering dan gatal. Sementara itu, area yang paling sering terjangkit panu yaitu area punggung, dada, leher, atau lengan atau atas.

Beberapa cara untuk mengatasi panu antara lain dengan terapi anti jamur, baik dalam bentuk lotion, krim atau sampo. Khusus untuk panu yang tergolong ringan, bisa juga menggunakan obat untuk membunuh infeksi jamur yang dijual di pasaran.

 

5.  Cacar air

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan yang sangat gatal di seluruh permukaan tubuh. Cacar air umumnya menyerang anak-anak di bawah 12 tahun karena sistem imun yang lemah dan sistem imunnya belum terbentuk dengan baik.

Selain ruam kemerahan dan gatal, gejala lainnya yaitu demam, pusing, lemas dan nyeri tenggorokan. Cacar air juga merupakan penyakit menular yang transmisinya melalui percikan ludah, dan kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam.

Pengobatan yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi cacar air yaitu dengan memperbanyak minum air putih, mengenakan pakaian yang halus dan longgar, konsumsi makanan yang bertekstur lembut di lidah, serta tidak menggaruk ruam atau luka cacar air.

 

6.  Herpes simpleks

Herpes simpleks atau herpes genital adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang terjadi di area kelamin baik pria maupun wanita.

Herpes simpleks seringkali tidak menimbulkan gejala. Tetapi, beberapa gejala yang ditimbulkan antara lain luka lepuh di area kelamin yang terasa sakit dan gatal. Gejala ini juga dapat terjadi berulang dalam setahun. Namun, jika sistem imun seseorang lebih kuat terhadap virus HSV ini, maka risiko gejala yang muncul kembali pun akan berkurang.

Untuk mengobati herpes simpleks, biasanya diberikan obat anti virus untuk mencegah penularan kepada orang lain dan menurunkan panjangnya durasi risiko yang muncul.

 

7.  Bed bug

Bed bug atau kutu kasur adalah serangga berbentuk pipih dan kecoklatan yang hidup dengan cara menghisap darah. Hewan ini biasanya bersembunyi di sekitar tempat tidur, dan keluar di malam hari untuk menggigit dan menghisap darah saat seseorang tidur.

Gejala seseorang yang terkena kutu kasur antara lain munculnya bilur kemerahan di kulit yang terasa gatal atau seperti terbakar. Ketika mengalami gejala ini, segera bersihkan bintik gigitan dengan air hangat dan sabun, kompres bagian yang terkena gigitan dengan handuk yang telah dicelupkan air es atau air dingin, atau kamu juga bisa mengoleskan krim anti gatal calamine, hidrokortison, atau antihistamin. Apabila gejala yang muncul tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter.

 

8.  Kulit kering

Kulit kering biasanya terjadi ketika lapisan kulit paling luar atau epidermis kulit kekurangan cairan dan minyak alami. Kondisi kulit ini bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering terjadi di bagian lengan, tangan, dan kaki.

Kulit kering seringkali membuat tidak nyaman seperti kulit menjadi terasa gatal, dan ketika terus menerus digaruk muncul ruam kemerahan dan luka pada kulit. Untuk mengatasi hal ini, cobalah dengan menggunakan pelembab secara rutin seperti setelah mandi, mencuci muka dan mencuci tangan, menggunakan kompres air dingin, dan memilih produk sabun mandi dan kosmetik yang tepat.

 

9.  Biduran

Biduran atau urtikaria adalah reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan adanya ruam kemerahan seperti bentol dan terasa gatal pada kulit. Biduran bisa terjadi di sebagian atau seluruh bagian tubuh. Biasanya, biduran bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Akan tetapi, beberapa diantaranya bisa berlangsung selama beberapa hari sampai berminggu-minggu.

Biduran bisa disebabkan oleh banyak hal seperti alergi terhadap makanan tertentu, serbuk sari, racun dari serangga, udara di luar ruangan, keringat berlebih dan stress. Bahkan biduran juga bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit serius seperti penyakit tiroid atau kanker.

Jika kamu mengalami biduran yang tidak kunjung hilang dengan sendirinya, segera periksakan diri ke dokter. Selain itu, cobalah kenakan pakaian yang longgar dan tidak terlalu tebal, hindari sabun yang bisa mengiritasi kulit, hindari juga menggaruk kulit yang terkena biduran agar kulit tidak luka dan gatal semakin menyebar.

 

10.  Penyakit sistemik (lupus, celiac disease, diabetes, kanker leukimia dan limfoma)

Bukan hanya penyakit kulit yang bisa membuat kulit terasa gatal. Beberapa penyakit sistemik pun bisa menyebabkan kulit gatal bahkan di seluruh bagian tubuh. Penyakit sistemik seperti lupus, anemia defisiensi besi, penyakit celiac, diabetes, gagal ginjal hingga kanker leukimia dan limfoma pun bisa membuat kulit menjadi terasa gatal.

Jika hal ini terus menerus berlangsung disertai dengan gejala spesifik lainnya, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti penyakit apa yang diderita dan mencegah penyakit tersebut bertambah parah.

 

11.  Gangguan saraf

Gangguan saraf biasanya identik dengan adanya gangguan sel-sel yang ada di otak. Namun bukan hanya itu, terdapat juga gangguan saraf yang salah satu gejalanya membuat gatal-gatal pada kulit misalnya neurodermatitis, herpes zoster, multiple sclerosis, dan neuropati.

Pada herpes zoster misalnya, timbul bintil-bintil kemerahan di kulit dan terasa nyeri. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Varicella Zoster, yang juga menjadi penyebab cacar air. Selain bintil-bintil kemerahan, gejala herpes zoster lainnya yaitu demam, sakit kepala, lemas, dan silau terhadap cahaya.

Upaya mandiri yang bisa dilakukan di rumah ketika mengalami herpes zoster diantaranya dengan menggunakan pakaian yang lembut dan longgar seperti pakaian yang berbahan dasar katun, mandi dengan air dingin atau menempelkan kompres dingin pada bintil. Cara ini bisa dilakukan untuk meredakan rasa nyeri dan gatal pada kulit.

 

12.  Hepatitis C

Selain penyakit sistemik dan gangguan saraf, penyakit hati seperti hepatitis C juga salah satu ciri gejalanya adalah gatal-gatal pada kulit. Hepatitis C merupakan penyakit berbahaya yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). infeksi virus hepatitis C membuat peradangan pada organ hati dan berdasarkan lamanya virus menginfeksi, hepatitis C dibedakan menjadi hepatitis C akut dan kronis.

Hepatitis C akut paling lama terjadi selama 6 bulan dan penderita pun bisa melawan infeksi virus ini dan sembuh seperti sedia kala. Namun, sebagian penderita hepatitis C ini juga berisiko menjadi hepatitis C kronis yang bisa menyebabkan penyakit yang lebih fatal dan serius seperti kerusakan hati, sirosis, kanker hati bahkan kematian.

Gejala-gejala hepatitis C yang perlu diperhatikan diantaranya demam, kelelahan, nyeri sendi, nyeri perut, penyakit kuning, mual dan muntah, selera makan menurun, urine berwarna gelap dan feses berwarna pucat. Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, segera hubungi pelayanan medis seperti dokter dan rumah sakit terdekat.

Sebagai upaya untuk melindungi kesehatan kulit, gunakan produk kesehatan Lifebuoy salah satunya Lifebuoy Sabun Cair Charcoal yang membantu melawan masalah kulit seperti gatal-gatal dan kemerahan pada kulit. Lifebuoy Sabun Cair Charcoal juga mampu membersihkan kuman dan partikel polusi yang dapat menutup pori-pori kulit secara menyeluruh.