Masalah Kesehatan yang Muncul Karena Malas Cuci Tangan

 

Wabah penyakit menular menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang, karena setiap orang berisiko tertular penyakit. Kelalaian menjaga kebersihan merupakan penyebab utama penularan penyakit secara cepat. Mikroorganisme penyebab penyakit sangat mudah berkembang biak di lingkungan kotor dan pindah ke tempat lainnya.

Sebenarnya, melindungi diri sendiri dan anggota keluarga dari penyakit menular tidaklah sulit. Salah satu cara mudah yang bisa Anda lakukan secara teratur adalah cuci tangan. Kebiasaan cuci tangan ternyata dapat membasmi mikroorganisme penyebab penyakit sampai tuntas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs Global Hand Washing, risiko penularan penyakit akan semakin besar bila tangan Anda kotor. Mikroorganisme bisa berpindah ke tubuh Anda setelah Anda menggunakan toilet, bersin, batuk, memegang benda di tempat umum, dan bersentuhan dengan orang lain.

Jika tangan Anda kotor tetapi Anda malas cuci tangan, maka mikroorganisme yang menempel di tangan akan mudah masuk ke bagian tubuh lain. Hal ini biasanya semakin parah ketika sistem kekebalan tubuh sedang menurun. Daya tahan tubuh tidak mampu mengatasi serangan mikroorganisme hingga akhirnya timbul penyakit.

Kebiasaan Mencuci Tangan Bisa Mengurangi Risiko Terjangkit Penyakit Ini

Beberapa penyakit yang dapat menular akibat tangan kotor, yaitu:

Diare

Data dari situs Global Hand Washing mencatat bahwa ada 525.000 anak di seluruh dunia yang terjangkit diare setiap tahun. Inilah yang menyebabkan diare menjadi penyakit penyebab kematian nomor satu di kalangan anak-anak. Global Hand Washing juga menemukan fakta bahwa sudah lebih dari 40 studi kesehatan dilakukan untuk meneliti manfaat cuci tangan. Hasilnya, 4 dari 10 kasus diare terbukti dapat dicegah melalui kebiasaan cuci tangan.

Pneumonia dan Infeksi Paru-Paru Akut

Virus penyebab pneumonia (radang paru-paru) rentan menempel pada tangan yang kotor kemudian masuk ke tubuh. Selanjutnya, virus tersebut akan menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan. Tercatat bahwa 13% kematian anak-anak disebabkan oleh penyakit yang satu ini. Sebuah studi kesehatan yang dilakukan di Pakistan menyatakan bahwa cuci tangan dengan sabun antiseptik mampu meminimalkan 50% risiko pneumonia pada balita.

Dokter akan menentukan proses pengobatan infeksi jamur kuku berdasarkan tingkat keparahan infeksi tersebut. Beberapa cara mengatasi infeksi jamur kuku adalah:

  • Menggunakan krim topikal pada permukaan kuku untuk memicu pengelupasan sel-sel kuku yang terinfeksi.
  • Melapisi kuku secara topikal untuk mencegah perkembangbiakan jamur.
  • Mengonsumsi pil anti jamur.
  • Melepas bagian kuku yang rusak akibat jamur. Pada kondisi infeksi jamur kuku yang parah, dokter kerap menyarankan operasi pengangkatan kuku secara keseluruhan, agar proses pertumbuhan kuku yang baru bisa berlangsung dengan baik.

Begini Cara Mencegah Penyebaran Infeksi Jamur pada Kuku

Infeksi jamur yang mengganggu kesehatan kuku pasti memengaruhi kesehatan dan penampilan Anda. Namun, Anda tak perlu panik dengan serangan jamur tersebut. Lakukan beberapa cara efektif ini untuk mencegah penyebaran infeksi jamur pada kuku:

1. Cuci Tangan dan Kaki secara Teratur

Cuci tangan dan kaki secara teratur dengan sabun antiseptik. Lifebuoy Sabun Cuci Tangan Mild Care merupakan solusi tepat untuk membantu Anda menjaga kebersihan tangan dan kaki. Varian sabun cuci tangan Lifebuoy ini diformulasikan dengan ActivSilver Formula dan diperkaya dengan kandungan krim susu dan oat. Formula mutakhir ActivSilver terbukti lebih ampuh membunuh kuman penyebab penyakit. Kandungan krim susu dan oat juga dapat menjaga kelembapan tangan secara alami. Tangan dan kaki Anda akan tetap lembut dan sehat.

2. Gunting Kuku secara Teratur

Menggunting kuku secara teratur juga penting untuk menjaga kesehatan kuku. Karena kuku yang terlalu panjang akan membuat mikroorganisme penyebab penyakit mudah bersembunyi di sela-sela kuku. Usahakan untuk menggunting kuku setiap satu minggu sekali.

3. Mejaga Kuku untuk Tidak Lembab

Jangan lupa pula menjaga kebersihan sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu. Gunakan produk desinfektan untuk membersihkan barang-barang tersebut secara teratur. Pastikan bahwa barang-barang pribadi tersebut sudah benar-benar kering sebelum Anda menggunakannya kembali.

4. Menjaga Kebersihan Pakaian

Jangan lupa pula menjaga kebersihan sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu. Gunakan produk desinfektan untuk membersihkan barang-barang tersebut secara teratur. Pastikan bahwa barang-barang pribadi tersebut sudah benar-benar kering sebelum Anda menggunakannya kembali.

5. Memastikan Kebersihan Alat Manicure dan Pedicure

Aktivitas manicure dan pedicure memang baik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kuku. Kendati demikian, Anda harus tetap berhati-hati saat melakukan manicure dan pedicure di salon. Jangan sampai peralatan manicure dan pedicure di salon menjadi media penularan jamur kuku. Alangkah lebih baik jika Anda melakukan manicure dan pedicure di rumah dengan peralatan peribadi yang terjamin kebersihannya.

Sebelum mengalami gangguan kesehatan akibat infeksi jamur pada kuku, lebih baik Anda membiasakan diri untuk menjaga kebersihan mulai sekarang. Bila tangan dan kaki Anda senantiasa bersih, infeksi jamur tak akan mengintai kuku Anda yang sehat dan indah. Mari mencegah timbulnya infeksi jamur kuku sedini mungkin.

Referensi:

  • aad.org/media/news-releases/six-ways-to-prevent-toenail-fungus
  • everydayhealth.com/hs/toenail-fungal-infection-guide/healthy-habits-to-prevent-toenail-fungus/
  • advancedtissue.com/preventing-and-treating-fingernail-infections/
  • top10homeremedies.com/news-facts/top-10-tips-prevent-nail-infection.html
  • prevention.com/health/prevent-nail-fungus
  • webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-toenail-fungus
  • https://www.lifebuoy.co.id/products/sabun-cuci-tangan/sabun-cuci-tangan-total-10.html