Waspada! Inilah Bakteri-Bakteri Penyebab Diare

Ada ribuan jenis organisme yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan menjadi penyebab diare. Dari kelompok bakteri, ada empat jenis bakteri yang umum ditemui dalam kasus-kasus diare di berbagai belahan dunia, yaitu campylobacter, salmonella, shigella, dan E. Coli.

Diare merupakan salah satu penyakit saluran pencernaan yang umum ditemukan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit, maupun virus. Ada ribuan jenis organisme patogen tersebut yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan menjadi penyebab diare. Dari kelompok bakteri, ada empat jenis bakteri yang umum ditemui dalam kasus-kasus diare di berbagai belahan dunia, yaitu campylobacter, salmonella, shigella, dan E. Coli. 

Campylobacter merupakan salah satu bakteri penyebab diare yang dapat menginfeksi manusia dan hewan, khususnya unggas. Infeksi campylobacter biasanya tidak terjadi langsung dari penderita ke manusia, namun melewati media perantara yang berupa makanan, seperti daging yang tidak dimasak dengan benar, produk-produk susu dan keju yang tidak dipasteurisasi, atau air yang terkontaminasi. Untungnya, bakteri penyebab diare ini cenderung lemah di udara luar. Bakteri akan bertahan pada suhu tubuh, namun dapat mati jika terpapar oksigen atau berada dalam lingkungan yang kering. 

Selain Campylobacter, bakteri penyebab diare yang lainnya adalah salmonella. Bakteri ini sering ditemukan pada daging mentah atau pada produk-produk berbahan dasar susu. Salmonella juga sering ditemukan pada hewan reptilia. Setelah infeksi pada tubuh, Salmonella dapat berkembang dengan cepat, dan gejala dapat muncul dalam rentang waktu 12 jam hingga 3 hari, dan dapat bertahan hingga tujuh hari. Salmonella merupakan bakteri yang cukup lemah. Bakteri ini dapat mati pada suhu tinggi sehingga untuk membunuhnya, cukup masak bahan-bahan makanan yang akan Anda makan. 

Bakteri lainnya adalah Shigella. Bakteri jenis ini seringkali menyebabkan diare yang disertai dengan darah. Tidak seperti bakteri penyebab diare lainnya, Shigella dapat berpindah dari manusia ke manusia. Biasanya kasus diare karena Shigella muncul di dalam komunitas dengan gaya hidup yang kurang higienis. Bakteri ini hidup di air dan dapat menempel pada makanan. Shigella dapat dengan mudah dihindari apabila Anda rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun. 

Satu jenis bakteri lain yang sering ditemukan pada kasus-kasus diare adalah bakteri E. Coli. Kebanyakan bakteri E. Coli tidak berbahaya, dan seringkali hidup dalam saluran pencernaan manusia. Namun, beberapa jenis bakteri ini dapat mengeluarkan racun yang menimbulkan infeksi yang akut, dan menyebabkan diare. Umumnya, infeksi terjadi pada anak-anak. Seperti halnya Shigella, bakteri ini juga dapat berpindah dari manusia ke manusia. 

Sebagian kasus infeksi bakteri terjadi karena kontaminasi pada makanan, namun sebagian besar lagi terjadi karena kebiasaan yang kurang sehat, termasuk malas mencuci tangan. Padahal, cuci tangan menggunakan sabun merupakan pertahanan utama dalam mencegah infeksi bakteri. Gerakan 21 Hari dari Lifebuoy memberitahu kita semua betapa pentingnya cuci tangan pakai sabun di 5 waktu penting, yaitu sebelum sarapan, sebelum makan siang, sebelum makan malam, setelah menggunakan toilet, dan saat mandi. Dengan melakukan kebiasaan yang sederhana ini selama 21 hari tanpa putus, kita akan terselamatkan dari infeksi bakteri patogen yang berbahaya.  

Sumber:

  • http://www.cdc.gov/nczved/divisions/dfbmd/diseases/shigellosis/
  • http://www.cdc.gov/nczved/divisions/dfbmd/diseases/campylobacter/
  • http://www.lpch.org/DiseaseHealthInfo/HealthLibrary/digest/tract.html