Pilah-Pilih Makanan Saat Ngabuburit Agar Puasa Tetap Sehat

Bosan menunggu waktu berbuka? Coba sesekali ajak keluarga Anda, terutama anak-anak, untuk ngabuburit. Kegiatan ini telah lama menjadi tradisi masyarakat Indonesia selama bulan puasa, terutama di beberapa jam sebelum berbuka. Saat ngabuburit, orang-orang akan menghabiskan waktunya untuk sekadar jalan-jalan atau membeli makanan. Nah, kegiatan ini bisa menjadi salah satu cara mengusir rasa jenuh anak saat menunggu waktu berbuka. Namun, tetaplah waspada akan kemungkinan infeksi kuman selama ngabuburit agar anak tetap sehat, ya. 

Ngabuburit memang sangat identik dengan puasa. Namun, banyak yang tak menyadari jika tradisi ini ternyata bisa menjadi celah kuman untuk menginfeksi tubuh. Saat tiba waktu ngabuburit, akan ada banyak ragam penganan yang ditawarkan di pinggir jalan, di pasar tradisional, di sekitar alun-alun kota atau taman kota, maupun di area ngabuburit lainnya. Namun sayangnya, makanan-makanan yang ditawarkan tersebut belum tentu terjaga kebersihannya, terutama yang dijual tanpa pelindung atau penutup khusus. Makanan yang dijajakan seperti ini tentu sangat mudah terkontaminasi kuman, terutama bakteri penyebab penyakit diare.

Saat ngabuburit, umumnya orang cenderung jajan sembarangan dan berlebihan karena “lapar mata”. Nah, jika Anda dan keluarga tidak hati-hati dalam memilih makanan saat ngabuburit, risiko gangguan pencernaan seperti diare tentu lebih tinggi. Ingatlah kembali bahwa makanan yang terkontaminasi dan makan dengan porsi yang berlebih dapat menjadi penyebab penyakit diare dan gangguan pencernaan lainnya yang seharusnya bisa dihindari. Oleh karena itu, Anda dan keluarga harus lebih selektif lagi dalam membeli makanan yang ditawarkan saat ngabuburit. Pilihlah penganan yang dijual dengan kemasan pelindung seperti plastik mika, dan ingatlah untuk membelinya dalam jumlah yang cukup. Selain itu, hindari juga makanan yang terlalu pedas, asam, dan makanan dengan kandungan lemak jenuh yang sangat tinggi, seperti gorengan. Ketiga jenis makanan tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan Anda, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan perut yang kosong. 

Lantas, makanan seperti apa yang layak dibeli saat ngabuburit? Yang perlu Anda ingat, tubuh memerlukan asupan gizi yang cukup saat buka puasa untuk mengganti energi yang telah digunakan seharian. Nah, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Anda dan keluarga dapat memilih makanan sumber protein dan serat seperti buah-buahan, makanan olahan kedelai, biji-bijian atau kacang-kacangan. Selain bergizi, makanan tersebut juga dapat membantu melancarkan pencernaan. 

Ngabuburit memang sudah lama menjadi tradisi yang menyenangkan dilakukan saat puasa. Nah, dengan sedikit trik di atas, Anda bisa tetap mengikuti tradisi tersebut tanpa harus mengorbankan kesehatan keluarga. Selain memerhatikan nilai gizi, porsi dan kebersihan makanan, jangan lupa juga untuk selalu membiasakan diri dan keluarga cuci tangan pakai sabun sebelum makan. Dengan upaya ini, perlindungan kesehatan keluarga Anda selama berpuasa akan lebih optimal. Selamat ngabuburit!

Sumber:

  • cube-mag.de/2011/08/ramadan-in-indonesia-a-whole-month-of-festivity
  • charismamag.com/life/health/19376-10-tips-for-healthy-fasting
  • cdn.productivemuslim.com/wp-content/uploads/2015/06/30-Day-Ramadan-Meal-and-Fitness-Plan-1.jpg