Menjaga Kesehatan Anak dengan Membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun

Salah satu kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan anak adalah cuci tangan pakai sabun. Membiasakan anak-anak untuk mencuci tangan memiliki tantangan tersendiri, namun beberapa tips ini dapat membantu Anda mengatasi tantangan tersebut.

Mencuci tangan seringkali dianggap sebagai kebiasaan yang sepele oleh kebanyakan orang. Padahal, mencuci tangan adalah benteng utama dalam mencegah berbagai jenis penyakit, mulai dari demam, influenza, diare, meningitis, hingga bronchilitis. Kebiasaan ini khususnya penting untuk diajarkan kepada anak-anak, mengingat daya tahan tubuh mereka yang baru berkembang membuat mereka lebih mudah untuk terserang penyakit akibat infeksi organisme patogen. Anda tidak mau si kecil menangis sepanjang hari karena terserang penyakit, bukan? Tips-tips berikut dapat Anda praktikkan setiap hari untuk senantiasa menjaga kesehatan anak Anda.

Teladan dari Anda adalah hal yang terpenting bagi anak Anda. Tunjukkan pada mereka bahwa Anda selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar rumah, setelah menyentuh binatang peliharaan, dan setelah menutup mulut karena batuk atau bersin. Seringkali, anak-anak Anda lupa untuk mencuci tangan setelah melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Itu adalah hal yang biasa. Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan mereka, karena ketekunan Anda akan berpengaruh pada kesehatan anak Anda. Untuk memudahkan Anda, pasanglah beberapa pengingat tertulis dalam bentuk-bentuk yang menarik di sekeliling rumah, sehingga Anda tidak perlu mengawasi dan mengingatkan mereka setiap saat. Bahkan, pengingat tertulis ini juga dapat membantu Anda dan seluruh penghuni rumah untuk selalu mencuci tangan pakai sabun secara rutin.

Selain mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan, jangan lupa untuk memastikan mereka mencuci tangan dengan benar. Urutan yang benar adalah sebagai berikut: 

  1. Basahi tangan di bawah air mengalir 
  2. Aplikasikan sabun ke tangan 
  3. Gosok-gosokkan sabun di telapak tangan selama 10-15 detik. Pastikan sela-sela jari, punggung tangan, kuku, jempol, dan pergelangan tangan sudah digosok. 
  4. Bilas sabun di tangan hingga bersih, lalu keringkan tangan menggunakan lap kering atau tisu sebelum menyentuh apapun.

Biasanya, anak-anak melewatkan langkah ketiga dan keempat. Mereka hanya menggosok-gosokkan tangan kurang sekenanya, lalu mulai menyentuh barang-barang saat tangan mereka masih basah. Di sinilah peranan Anda diperlukan. Pastikan mereka menggosok-gosok tangan dengan benar. Untuk membuatnya lebih menyenangkan, Anda dapat meminta mereka untuk menyanyikan lagu yang mereka sukai, dan tidak berhenti menggosok sebelum lagunya selesai. Misalnya, minta mereka menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”, “Burung Kakaktua”, atau “Topi Saya Bundar” sebanyak 2 kali. Selain itu, selalu sediakan lap bersih atau tisu di semua wastafel. Pilihlah lap dengan warna yang menarik, jika mungkin pilih yang bergambar tokoh-tokoh kartun yang anak Anda sukai.

Untuk membantu Anda menerapkan kebiasaan mencuci tangan demi kesehatan anak Anda, Lifebuoy mencanangkan program Gerakan 21 Hari. Melalui program ini, Lifebuoy mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk membiasakan diri mencuci tangan selama 21 hari tanpa putus. Setelah 21 hari, diharapkan kebiasaan mencuci tangan ini telah tertanam dalam diri setiap anggota keluarga, termasuk anak-anak Anda. Jadi, tidak ada lagi keluhan sakit perut dan diare yang akan muncul di keluarga Anda. Siapkah Anda menjaga kesehatan anak Anda dengan melakukan kebiasaan sehat cuci tangan pakai sabun selama 21 hari tanpa putus?

Sumber:

Berbagi artikel ini