Memahami Penyebab Keracunan Makanan

Hampir semua orang pernah merasakan keracunan makanan. Kebanyakan kasus keracunan makanan memang tidak membahayakan jiwa. Sebagian besar sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Namun, bukan berarti ini keracunan makanan ini tidak berbahaya. Di Amerika Serikat, setidaknya terjadi 5000 kasus fatal yang berkaitan dengan keracunan makanan. Jadi, Anda tetap harus waspada terhadap bahaya dari kasus keracunan makanan ini. Untuk memahami bahayanya, Anda juga harus memahami penyebab keracunan makanan.

Pada dasarnya, Anda tidak mungkin memakan makanan yang jelas-jelas beracun. Anda pasti akan langsung menyingkirkan makanan yang Anda ketahui beracun. Sayangnya, makanan yang biasa Anda makan juga dapat terkontaminasi oleh bakteri-bakteri yang membuat makanan tersebut menjadi beracun. Kontaminasi tersebut dapat terjadi setiap saat, baik saat makanan belum diproses atau setelah makanan diproses. Bahkan, makanan yang telah dimasak sekalipun dapat terkontaminasi oleh bakteri. Berikut adalah beberapa proses dimana kontaminasi bakteri sering terjadi:

    Pada saat memasak daging-dagingan, prosesnya tidak dilakukan dengan benar, sehingga bakteri-bakteri jahat yang terkandung dalam daging belum sepenuhnya mati.

  1. Beberapa makanan perlu disimpan dalam kondisi beku untuk mencegah bakteri berkembang biak. Jika makanan tersebut disimpan dalam suhu di atas 5OC, bakteri berbahaya dapat dengan mudah berkembang biak.
  2. Setelah dimasak, makanan masih dapat terkontaminasi bakteri, khususnya makanan yang tidak tertutup dan langsung terpapar dengan udara pada suhu kamar. Makanan yang berada dalam kondisi tersebut merupakan tempat yang sangat cocok untuk berkembangnya bakteri.
  3. Makanan juga dapat terkontaminasi bakteri jika seseorang yang sedang sakit menyentuh makanan tersebut. Atau, jika peralatan makanan yang digunakan tidak sepenuhnya bersih dan masih mengandung bakteri berbahaya.
  4. Beberapa makanan memiliki masa layak konsumsi. Periode tersebut biasanya ditandai dengan masa kadaluarsa. Makanan yang sudah melewati tanggal tersebut biasanya akan menjadi tempat berkumpulnya bakteri-bakteri untuk bekembang biak.

Makanan yang telah ditumbuhi bakteri biasanya akan mengandung zat-zat hasil buangan bakteri tersebut. Zat-zat tersebut yang biasanya menimbulkan gejala keracunan dalam tubuh kita. Selain itu, bakteri yang memasuki tubuh kita juga akan mengganggu proses pencernaan dan metabolisme dalam tubuh, sehingga selama bakteri tersebut hidup di dalam tubuh kita, akan timbul gejala-gejala yang tidak menyenangkan. Untuk menghindarkan kondisi tersebut, selalu perhatikan bagaimana Anda mengolah makanan. Pastikan semua prosedur telah dilakukan dengan benar dan higienis. Selalu cuci tangan Anda menggunakan sabun sebelum menyentuh makanan. Hal-hal sederhana seperti itu akan menyelamatkan Anda dari keracunan makanan.

Sumber:

  • http://www.mayoclinic.com/health/food-poisoning/DS00981/DSECTION=symptoms
  • http://well.blogs.nytimes.com/2009/10/06/top-10-food-poisoning-risks/?_r=0
  • http://www.nhs.uk/conditions/Food-poisoning/Pages/Introduction.aspx

Diakses pada tanggal 3 November 2013