Batuk Biasa atau Gejala Bronkhitis? Kenali Sedini Mungkin!

Batuk merupakan gangguan kesehatan yang paling sering dialami oleh anak-anak. Seringkali gangguan kesehatan ini dianggap ringan oleh sebagian besar orang sehingga sering diabaikan dan tidak diobati hingga tuntas. Akan tetapi, tahukah Anda, bahwa beberapa kasus anak yang terjangkit batuk ternyata dapat berkembang menjadi penyakit paru-paru yang berbahaya seperti bronkhitis?

Bronkhitis merupakan penyakit yang menyerang paru-paru sehingga mengakibatkan gangguan pada system pernapasan seseorang. Gejala bronkhitis memang sekilas serupa dengan batuk biasa. Sebagai orang tua, tentunya kita harus lebih waspada saat anak mulai mengalami gejala batuk. Kenali gejala batuk yang dialami anak dan segera periksakan ke dokter apabila Anda mencurigai adanya gejala bronchitis. Ada beberapa jenis gejala bronkhitis yang membedakannya dengan gejala batuk biasa. Gejala tersebut adalah sebagai berikut ini.

  • Batuk berdahak yang disertai dengan percikan darah. Terdapat dua kemungkinan darah yang terdapat pada dahak saat batuk, yaitu akibat luka tenggorokan atau pada paru-paru. Keduanya sama berbahayanya apabila tidak segera ditangani. Segera konsultasikan pada dokter apabila anak Anda mengalami gejala tersebut.
  • Batuk yang bertahan lebih dari 3 minggu lamanya. Penyakit batuk ringan biasanya hanya bertahan sekitar 1 hingga 2 minggu lamanya. Apabila setelah tiga minggu gejala batuk pada anak tidak juga mereda bahkan setelah diberi obat, segera lakukan pengecekan lebih lanjut di klinik atau rumah sakit.
  • Selain batuk, gejala bronkhitis lain yang mudah dikenali adalah timbulnya kelelahan pada tubuh. Pada anak yang hiperaktif, gejala ini akan mudah untuk dikenali karena perubahan drastis dari aktivitas anak. Biasanya, badan cenderung terasa lemas dan lelah sehingga anak akan memilih untuk menghabiskan waktunya dengan berbaring dan beristirahat.
  • Demam juga biasanya dialami oleh anak yang terserang penyakit bronkhitis. Ketika demam, tubuh juga akan terasa kedinginan walaupun suhunya pada saat itu tetap tinggi. Suhu tubuh saat demam akibat bronkhitis biasanya mencapai 38OC. Suhu tubuh yang lebih tinggi dapat juga mengindikasikan penyakit paru-paru lain, yaitu pneumonia. 

Untuk mencegah terjangkitnya virus dan bakteri yang dapat mengakibatkan penyakit bronkhitis pada anak, orang tua sebaiknya menanamkan kebiasaan hidup bersih mulai dari hal yang sederhana seperti kebiasaan mencuci tangan. Cuci tangan pakai sabun sebelum anak menyentuh makanannya serta setelah ia selesai makan. Lifebuoy mendukung kebiasaan hidup bersih pada anak Indonesia dengan program “5 Tahun Bisa untuk NTT”. Program yang bertujuan memberikan sarana kebersihan yang lebih layak untuk anak-anak di Desa Bitobe, NTT ini selengkapnya dapat Anda lihat pada video “5 Tahun Bisa untuk NTT” di situs Youtube. Anda juga dapat berpartisipasi langsung cukup dengan membagikan video tersebut pada media sosial yang Anda miliki. Dukungan sederhana Anda dapat memberikan perubahan besar pada kualitas hidup anak Indonesia khususnya di Desa Bitobe, NTT. 

Sumber:

  • http://www.webmd.com/lung/tc/acute-bronchitis-symptoms
  • http://www.mayoclinic.com/health/bronchitis/DS00031/DSECTION=symptoms