Salmonela Bakteri Penyebab Keracunan Makanan

Penyebaran bakteri merupakan salah satu penyebab utama penyakit menular. Bakteri yang masuk ke tubuh akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan menimbulkan penyakit. Salah satu sistem organ yang paling rentan terserang bakteri penyebab penyakit adalah sistem pencernaan.

Pembahasan tentang penyakit sistem pencernaan tentu tak lengkap jika tidak mengupas soal keracunan makanan. Gangguan kesehatan yang satu ini menandakan bahwa sistem pencernaan sedang menghadapi mikroorganisme penyebab penyakit. Salah satu bakteri yang sering menyebabkan keracunan makanan adalah bakteri salmonela. Spesies bakteri ini ditemukan oleh seorang ilmuwan AS bernama Dr Salmon pada tahun 1800-an. Infeksi yang diakibatkan bakteri salmonela dikenal dengan sebutan salmonellosis.

Bakteri salmonela yang dapat menyebar melalui daging mentah (ayam, daging sapi, seafood, dan telur), sayuran mentah, dan daging yang diolah setengah matang. Selain itu, bakteri salmonela yang sudah menempel pada tangan juga rentan masuk ke tubuh. Keracunan makanan yang disebabkan bakteri salmonela akan menimbulkan beberapa gejala, yaitu:

  • mual dan muntah
  • kram perut
  • diare
  • demam dan meriang
  • sakit kepala
  • pendarahan pada feses

Anak-anak, lansia, dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya rendah lebih berisiko terjangkit bakteri salmonela. Karena butuh sistem kekebalan tubuh yang baik untuk mengatasi serangan bakteri tersebut. Masa inkubasi bakteri salmonela dalam tubuh berlangsung selama 6 hingga 72 jam sebelum menunjukkan gejala-gejala keracunan.

Pada kasus tertentu, orang yang mengalami keracunan makanan akibat bakteri salmonela juga berisiko mengalami artritis. Kejadian ini dikenal dengan sebutan reiter’s syndrome. Gejala-gejala artritis akibat bakteri salmonela antara lain iritasi mata, rasa sakit saat buang air kecil, dan nyeri pada sendi-sendi tubuh.

Cegah Keracunan Makanan Akibat Salmonela dengan Cara Berikut

Meskipun risiko keracunan makanan akibat bakteri salmonela tergolong tinggi, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya. Lakukan beberapa cara berikut ini agar terhindar dari kontaminasi bakteri salmonela:

  • Memasak berbagai jenis daging dan sayuran sampai matang. Karena bakteri salmonela bisa berkembang biak dalam daging setengah matang dan susu yang tidak melalui proses pasteurisasi. Anda juga bisa menggunakan termometer untuk memastikan bahwa Anda sudah memasak bahan makanan hingga mencapai temperatur yang tepat. Bakteri salmonela pada bahan makanan akan mati jika makanan dimasak pada temperatur tinggi dalam waktu yang cukup lama
  • Menyimpan bahan makanan mentah dalam lemari pendingin sebelum mengolahnya.Temperatur lemari pendingin sangat efektif menghentikan perkembangbiakan bakteri salmonela. Pasalnya, bakteri membutuhkan tempat yang lembap pada temperatur ruangan untuk berkembang biak.
  • Mendahulukan proses pengolahan sayuran sebelum mengolah daging mentah. Risiko kandungan bakteri salmonela dalam sayuran masih lebih rendah dibandingkan pada daging mentah. Mengolah daging terlebih dahulu bisa menyebabkan bakteri salmonela menempel di peralatan masak dan terbawa pada bahan makanan lain. Pastikan bahwa seluruh peralatan masak sudah dicuci bersih setelah digunakan untuk mengolah daging.
  • Mengutamakan kebiasaan cuci tangan secara teratur. Anda dan seluruh anggota keluarga wajib mencuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah beraktivitas. Mencuci tangan dapat meminimalkan kontaminasi bakteri salmonela yang masuk ke tubuh. 

Gunakan sabun cuci tangan yang mengandung antiseptik untuk membersihkan tangan secara efektif. 

Kini, kuman-kuman penyebab penyakit berevolusi menjadi lebih kuat. Namun, risiko berbagai penyakit dapat diminimalkan dengan kebiasaan mencuci tangan setiap sebelum serta sesudah memasak dan makan. 

Anda bisa mengandalkan Lifebuoy Sabun Cuci Tangan Kitchen Care untuk mencuci tangan. Varian sabun cuci tangan Lifebuoy yang satu ini diformulasikan dengan ActivSilver Formula untuk perlindungan terhadap 10 kuman penyebab masalah kesehatan. Formula mutakhir ActivSilver terbukti lebih ampuh membunuh kuman penyebab penyakit. 

Anda tak perlu resah bila diri sendiri atau anggota keluarga mengalami keracunan makanan akibat bakteri salmonela. Minumlah air dalam jumlah cukup, sehingga risiko dehidrasi akibat diare saat keracunan makanan pun dapat diminimalkan. Keracunan akibat bakteri salmonela sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya jika tubuh Anda mendapatkan asupan gizi yang cukup. Namun, jika gejala keracunan makanan tidak kunjung berhenti, sebaiknya Anda lekas berkonsultasi ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan kesehatan intensif.

Keracunan makanan akan dianggap parah jika bakteri salmonela sudah mulai masuk ke aliran darah. Kejadian keracunan makanan tersebut biasanya akan diatasi dengan pemberian antibiotik. Konsumsi antibiotik harus dilakukan secara teratur sampai habis untuk mencegah resistensi bakteri salmonela dalam tubuh. 

Selama Anda selalu menjaga kebersihan diri sendiri dan bahan makanan yang akan dikonsumsi, Anda tak perlu khawatir dengan risiko keracunan makanan. Bakteri salmonela tentu enggan berkembang biak pada lingkungan yang bersih. Jadi, mulailah menjalani kebiasaan sehat sejak hari ini. Jangan lupa cuci tangan secara teratur sebagai langkah praktis menjaga kebersihan.

 

Sumber:

onhealth.com/content/1/salmonella_outbreak

cdc.gov/salmonella/general/index.html

mayoclinic.org/diseases-conditions/salmonella/symptoms-causes/syc-20355329

foodsafety.gov/poisoning/causes/bacteriaviruses/salmonella/index.html

lifebuoy.co.id/product/detail/1128682/sabun-cuci-tangan-mild-care


Diakses pada:

1 Februari 2018


TOP