Cara Mudah Mengurangi Risiko Terjangkit MERS

Penyakit yang menimbulkan gangguan pernapasan ternyata bisa disebabkan oleh berbagai penyebab. Selama ini Anda tentu sangat familiar dengan gangguan pernapasan berupa batuk dan pilek. Padahal sebenarnya banyak gangguan pernapasan yang diakibatkan wabah mikroorganisme. Salah satunya adalah Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Kemunculan MERS memang masih cukup asing bagi masyarakat Indonesia. Kendati demikian, tak ada salahnya bila Anda memiliki wawasan luas tentang jenis penyakit ini. Sehingga nanti Anda tidak panik atau kerepotan sewaktu menghadapi wabah penularan MERS.

Apa Itu MERS?

Mers body

MERS adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus korona. Pada awalnya, penyakit MERS ditemukan di Arab Saudi sejak tahun 2012. Kala itu, unta merupakan salah satu hewan yang paling sering menjadi media penularan MERS.

Pada tahun 2015, penyebaran MERS sudah mencapai Korea dan menjadi kasus penularan MERS terbanyak kedua setelah Arab Saudi. Namun hingga saat ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai penyebab kemunculan virus korona.

Penyakit pernapasan yang satu ini memang cukup sulit diidentifikasi tanpa diagnosis dokter. Karena gejala-gejala MERS berikut ini sangat mirip dengan gejala demam dan flu biasa:

  • Batuk kering
  • Napas pendek dan terengah-engah
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan muntah

Dokter harus melakukan dua uji laboratorium sebelum menentukan penyakit MERS yang diidap seseorang. Uji laboratorium yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Uji Molekular

Uji laboratorium yang satu ini bertujuan untuk mendiagnosis penyakit MERS aktif.

  • Uji Serologi

Uji serologi dilakukan untuk mendeteksi reaksi antibodi terhadap virus penyebab MERS.

Walaupun sama-sama disebabkan oleh virus, penularan MERS sebenarnya tidak semudah penularan flu biasa. Namun, beberapa faktor berikut ini ternyata dapat memperbesar risiko penyakit MERS pada seseorang:

  • Pernah berkunjung ke Arab Saudi.
Karena Arab Saudi merupakan negara asal MERS, maka tak mengherankan bila orang yang pernah mengunjungi Arab Saudi lebih berisiko terjangkit MERS. Jika Anda mengalami gejala MERS dalam satu atau dua minggu pascar mengunjungi Arab Saudi, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.
  • Sudah berusia lanjut.
Para lansia lebih berisiko terjangkit MERS karena sistem kekebalan tubuhnya sudah tidak sekuat orang-orang pada usia produktif.
  • Sistem kekebalan tubuh sedang menurun.
Orang-orang yang terjangkit Human Immundeficiency Virus (HIV) rentan mengidap MERS karena sistem kekebalan tubuhnya lebih lemah dibandingkan orang tanpa HIV.
  • Sedang mengidap penyakit kronis (misalnya, kanker, diabetes, atau paru-paru).
  • Sering berada di dekat pengidap MERS.
  • Pernah atau sering berinteraksi dengan unta.
  • Pernah mengonsumsi susu unta atau daging unta setengah matang.

Cara Mencegah Penularan MERS 

Hingga akhir tahun 2017, belum ada berita mengenai kasus MERS yang terjadi di Indonesia. Kendati demikian, Anda harus tetap mewaspadai penyebarannya. Alangkah lebih baik jika Anda melakukan beberapa cara pencegahan berikut ini sebagai antisipasi wabah MERS:

1. Mencuci Tangan dengan Sabun Antiseptik Secara Teratur

Cuci tangan dengan sabun antiseptik merupakan salah satu cara paling sederhana untuk menghindari penyakit menular. Termasuk menghindari penularan MERS yang disebabkan oleh virus. Karena tangan adalah bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda atau orang lain saat Anda beraktivitas. Oleh sebab itu, siapkan selalu sabun antiseptik berkualitas untuk cuci tangan di rumah. Sebelum dan sesudah beraktivitas, Anda wajib mencuci tangan sampai tuntas hingga tangan benar-benar higienis.

2. Selalu Memperhatikan Kebersihan Diri Sendiri

Selain tangan, bagian tubuh lainnya juga bisa menjadi media penyebaran virus MERS. Hal ini membuat Anda juga harus selalu memperhatikan kebersihan diri sendiri. Siapkan sabun mandi yang mengandung antiseptik untuk mendapatkan perlindungan kesehatan secara maksimal. Jangan lupa pula mengajarkan buah hati Anda untuk telaten menjaga kebersihan diri sendiri setiap hari. Mandi dengan sabun antiseptik dua kali sehari akan membuat Anda terhindar dari penyakit menular.

3. Menghindari Kontak Langsung dengan Pengidap MERS

Sebaiknya Anda menghindari kontak langsung dengan anggota keluarga atau orang-orang terdekat yang sedang mengidap MERS. Supaya risiko penularan virus MERS melalui udara dapat diminimalkan. Dokter pun kerap menyarankan agar pengidap MERS diisolasi sementara waktu hingga proses pemulihan selesai. Bila Anda terpaksa berinteraksi dengan pengidap MERS, Anda bisa menggunakan masker sebagai perlindungan.

4. Mengolah Makanan dan Olahan Susu Hingga Matang

Virus korona penyebab MERS dikhawatirkan dapat menyebar melalui susu dan bahan makanan mentah. Karena ternyata susu unta juga pernah menjadi media penyebaran virus tersebut. Hal ini bisa diatasi dengan cara memasak bahan makanan mentah atau produk olahan susu sampai benar-benar matang. Memasak dengan temperatur tinggi akan membasmi virus atau mikroorganisme yang terkandung dalam bahan makanan.

5. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Sepulang dari Arab Saudi

Kalau Anda berkesempatan menunaikan ibadah umroh, naik haji, atau melakukan perjalanan bisnis ke Arab Saudi, maka Anda harus lebih cermat memperhatikan kesehatan Anda. sepulang dari Arab Saudi, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Penularan penyakit MERS pun bisa diidentifikasi sedini mungkin bila Anda berinisiatif memeriksakan kesehatan.

Kini, Anda tentu sudah lebih paham mengenai penyakit MERS dan seluk beluknya. Jangan gentar menghadapi MERS. Anda dan keluarga harus senantiasa siaga mengurangi risiko penularan MERS.

 

Sumber:

https://www.cdc.gov/coronavirus/mers/index.html https://www.medicinenet.com/mers_middle_east_respiratory_syndrome/article.htm https://www.thenational.ae/uae/health/call-for-better-hygiene-to-battle-the-spread-of-mers-in-uae-1.322817

https://www.cdc.gov/coronavirus/mers/guidelines-lab-biosafety.html https://www.cdc.gov/coronavirus/mers/hcp/home-care-patient.html https://www.cdc.gov/coronavirus/mers/hcp/air-transport.html

http://maxshield.sg/mers-cov-all-you-need-to-know-infographic/ https://www.medicalnewstoday.com/articles/262538.php

Diakses pada: 19 Desember 2017



TOP