7 Hal Mengenai Pengertian Antibiotik dan Segala Hal Tentangnya

Antibiotik sudah tak asing lagi bagi masyarakat di Tanah Air. Tetapi masih banyak orang yang tidak memahami pengertian, manfaat, dan cara mengonsumsi antibiotik yang benar. Padahal, pengertian antibiotik ini harus dipahami benar agar tak ada lagi orang yang sembarangan mengonsumsi antibiotik. Supaya proses pengobatan penyakit melalui konsumsi antibiotik benar-benar tepat sasaran.

Ulasan informasi berikut ini akan memperkaya wawasan Anda tentang pengertian antibiotik, tujuan penggunaannya, serta macam-macam antibiotik yang biasa digunakan dalam proses pengobatan. Anda bisa lebih cermat mengenali dan mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter.


Apa Itu Antibiotik? 

Antibiotik adalah jenis obat-obatan yang digunakan khusus untuk membasmi bakteri atau parasit penyebab penyakit. Antibiotik akan merusak struktur bakteri atau parasit yang menyebabkan penyakit dalam tubuh. Lama kelamaan bakteri atau parasit tersebut gagal berkembang biak dan musnah. Penyakit yang ditimbulkan bakteri atau parasit pun akan berangsur-angsur sembuh.


Mengenal Macam-Macam Antibiotik Dasar

Obat

Secara garis besar, ada 11 jenis antibiotik yang digunakan dalam dunia medis. Macam-macam antibiotik lainnya merupakan produk turunan dari kesebelas antibiotik dasar berikut ini:

  • Penicillins
  • Cephalosporins
  • Tetracyclines
  • Aminoglycosides
  • Macrolides
  • Clindamycin
  • Sulfonamides
  • Trimethoprim
  • Metronidazole
  • Tinidazole
  • Quinolones


Jenis-Jenis Penyakit yang Bisa Diobati dengan Antibiotik


Tidak semua jenis penyakit bisa diatasi dengan antibiotik. Dokter harus melakukan diagnosis penyakit terlebih dahulu sebelum memberikan resep antibiotik. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan bakteri dan bisa diobati dengan antibiotik antara lain:

  • Luka dan infeksi kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus
  • Radang selaput otak (meningitis)
  • Radang paru-paru atau pneumonia
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi yang menyebabkan Penyakit Menular Seksual (misalnya gonore dan chlamydia)
  • Infeksi mata yang disebabkan bakteri (ulkus kornea)

Mengapa Antibiotik Harus Dihabiskan?


Hingga saat ini masih banyak orang yang bertanya-tanya mengenai aturan mengonsumsi antibiotik yang harus dihabiskan. Faktanya, konsumsi antibiotik sesuai resep dokter memang harus dihabiskan. Jangan sampai Anda berhenti mengonsumsinya hanya karena merasa sudah sembuh.

Konsumsi antibiotik memang harus berasal dari resep dokter. Ini karena dokter menentukan jenis dan dosis antibiotik sesuai kondisi penyakit yang didiagnosis. Oleh sebab itu, antibiotik tersebut harus dihabiskan agar bakteri penyebab penyakit benar-benar bisa diatasi hingga tuntas. Mengonsumsi antibiotik kurang dari resep dokter bisa menyebabkan bakteri yang tertinggal malah menjadi resisten terhadap antibiotik. Ini karena tersebut memiliki kesempatan untuk beradaptasi. Akibatnya, nanti dosis dan jenis antibiotik yang sama belum tentu mampu mengatasi serangan bakteri pada tubuh.


Antibiotik Tak Boleh Dikonsumsi Sembarangan


Ada beberapa jenis antibiotik yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat lain. Misalnya, dilarang mengonsumsi antibiotik bersamaan dengan pil kontrasepsi. Hal tersebut akan membuat manfaat pil kontrasepsi tidak terserap dengan baik oleh tubuh. Anda juga dilarang memberikan antibiotik milik Anda kepada orang lain. Kondisi fisik dan penyakit orang lain tentu berbeda dengan Anda. Alangkah lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila harus mengonsumsi antibiotik secara bersamaan dengan jenis obat lain.


Waspada Terhadap Alergi Antibiotik


Ternyata ada orang yang bisa mengalami alergi saat mengonsumsi macam-macam antibiotik. Bila orang tersebut mengalami alergi terhadap jenis antibiotik tertentu, kemungkinan besar alergi juga akan terjadi bila mengonsumsi antibiotik lain dari jenis yang sama. Ciri-ciri alergi antibiotik yaitu:

  • Ruam dan rasa gatal pada kulit
  • Batuk dan napas berbunyi
  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Sulit menelan makanan

Kalau Anda mengalami ciri-ciri alergi antibiotik tersebut, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan intensif.


Efek Samping yang Bisa Ditimbulkan Antibiotik


Mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter akan meminimalkan efek samping. Namun, rupanya masih ada efek samping yang bisa timbul setelah mengonsumsi antibiotik. Ini karena kondisi fisik setiap orang tentu berbeda-beda. Efek samping yang bisa ditimbulkan antibiotik antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Gangguan pendengaran
  • Peningkatan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari
  • Infeksi pada mulut, saluran pencernaan, atau organ reproduksi wanita
  • Pembentukan batu ginjal
  • Kelainan darah

Mengenal pengertian antibiotik dan informasi lainnya tak berarti membuat Anda harus bergantung pada antibiotik setiap kali sakit. Alangkah lebih baik jika Anda bisa mencegah penyakit dengan cara yang lebih praktis dan alami. Salah satu bagian dari pola hidup sehat yang wajib Anda jalankan secara teratur adalah mencuci tangan.

Mencuci tangan dengan sabun antiseptik dapat mencegah penyebaran penyakit yang diakibatkan bakteri, virus, atau mikro-organisme lainnya. Ini karena tangan adalah bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan orang lain atau benda-benda lainnya. Sebaiknya Anda mulai membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Hal ini terutama sebelum Anda menyentuh bagian tubuh lain dan sebelum mengolah bahan makanan. Memutus mata rantai penyebaran penyakit jadi lebih mudah kalau Anda rajin cuci tangan.

Mari menjadikan cuci tangan sebagai bagian erat dari kebiasaan keluarga Anda di rumah. Jika buah hati Anda sudah terbiasa mencuci tangan secara teratur sejak dini, Anda tak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisi kesehatannya. Kebiasaan cuci tangan adalah awal pola hidup sehat yang mudah dan bisa dilakukan semua orang. Sudahkah Anda cuci tangan sampai bersih?

 

Sumber:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/10278.php

https://medlineplus.gov/antibiotics.html https://www.emedicinehealth.com/antibiotics/article_em.htm https://www.nhs.uk/conditions/antibiotics/

https://www.drugs.com/article/antibiotics.html

https://patient.info/health/antibiotics-leaflet

Diakses pada: 19 Desember 2017


TOP