Sigap Menghadapi Diare pada Anak

Diare, penyakit yang pasti pernah dialami semua orang, sebenarnya bukanlah penyakit yang berbahaya. Namun, jika tidak ditangani dengan segera, maka akan berakibat fatal, terutama bagi anak-anak.

Penyebab diare umumnya adalah infeksi usus yang disebabkan virus, bakteri, dan parasit. Namun, gejalanya cukup bervariasi bergantung pada penyebab diare tersebut. Bila penyebab diare dikarenakan infeksi, biasanya si penderita akan mengalami demam dan kram perut parah.

Pada umumnya, proses penyembuhan diare terjadi dengan sendirinya tanpa tindakan perawatan setelah beberapa hari. Walaupun begitu, Anda tentu harus selalu tanggap terhadap diare yang dialami anak. Anak dikatakan mengalami diare jika ia buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali sehari. Semakin sering ia buang air besar dalam kondisi seperti itu, maka diare yang terjadi semakin parah.

Seorang anak yang mengalami diare harus mengkonsumsi cairan dalam jumlah banyak sesering mungkin untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama diare agar dia tidak mengalami dehidrasi. Anak harus mengkonsumsi cairan segera setelah buang air besar. Bagi bayi, maka dia harus menerima ASI sesering mungkin. Untuk anak berusia di bawah satu tahun, beri seperempat atau setengah gelas air setiap habis buang air, sedangkan untuk anak di atas dua tahun berikan setengah atau satu gelas air. Selain air putih, Anda juga dapat memberikan jenis minuman lain untuk menggantikan cairan tubuh mereka. Anda dapat memberikan ASI lebih sering bagi bayi, sedangkan anak yang telah tidak menyusui dapat Anda berikan sup, air nasi, jus buah, teh tawar, air kelapa, dan oralit.

Jika diare yang anak Anda alami tidak kunjung sembuh, maka Anda harus segera membawanya ke dokter. Kapan saat yang tepat untuk melakukan hal itu? Jawabannya tergantung siapa yang mengalami diare. Untuk bayi, Anda harus segera membawanya ke dokter apabila bayi Anda mengalami lebih dari enam kali buang air besar dalam bentuk cair yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam. Bagi anak yang berusia lebih tua, Anda dapat membawanya ke dokter apabila anak Anda mengalami lebih dari enam kali buang air besar dalam bentuk cairan yang terjadi dalam waktu 24 jam, diare dan muntah dalam waktu bersamaan, adanya darah pada kotorannya, dan diare yang tidak berhenti lebih dari dua minggu.

Walaupun tampak ringan, diare perlu selalu diwaspadai. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diare pada anak akan cepat sembuh. 

Sumber:

  • http://www.nhs.uk/conditions/Diarrhoea/Pages/Introduction.aspx
  • http://www.nhs.uk/Conditions/Diarrhoea/Pages/Symptoms.aspx
  • http://www.wikihow.com/Care-for-a-Child-With-Diarrhea
Diakses pada 24 April 2014

Berbagi artikel ini

Iritasi KUlit

Hand, Foot & Mouth

Busting the mythus around hand, foot & mouth disease.

Influensa

Influensa

Keeping your family safe from diarrhoea.

Infections

Did you know

Infectious diseases can be transmitted through contact with people or surfaces.

TOP